Zelensky Sebut Serangan Rudal Rusia yang Menewaskan 14 Orang Sebagai 'Hadiah' Ulang Tahun bagi Putin

AKURAT.CO Serangan Rusia ke Ukraina menggunakan rudal dan drone menewaskan sedikitnya 14 orang dalam serangkaian serangan semalam. Empat anak termasuk di antara korban tewas, sementara puluhan warga lainnya terluka setelah serangan menghantam sejumlah wilayah Ukraina.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan serangan Rusia tersebut menunjukkan betapa mendesaknya kebutuhan Ukraina terhadap sistem pertahanan udara tambahan. Warga Kyiv bahkan menghabiskan malam di stasiun-stasiun kereta bawah tanah untuk berlindung dari serangan rudal dan drone.
Zelensky menyebut sebuah gedung apartemen di Pryluky, wilayah Chernihiv, Ukraina utara, hancur akibat serangan tersebut. Ia secara sinis menyebut kehancuran itu sebagai "hadiah ulang tahun" Rusia untuk Presiden Vladimir Putin yang genap berusia 74 tahun pada Rabu.
Gedung Apartemen Hancur, 10 Orang Tewas
Layanan darurat Ukraina melaporkan sedikitnya 10 orang tewas di Pryluky, termasuk empat anak. Sebanyak 50 orang lainnya terluka, termasuk tujuh anak.
Petugas penyelamat berhasil mengevakuasi 15 orang dari lokasi, termasuk seorang anak. Namun, Zelensky mengatakan masih ada kemungkinan korban berada di bawah reruntuhan.
"Para petugas tanggap darurat bekerja tanpa henti di lokasi—melakukan segala yang mungkin untuk menemukan setiap orang," kata Zelensky melalui media sosial.
Selain Pryluky, serangan Rusia juga menewaskan warga di Kremenchuk dan Oleksandriya. Gedung-gedung apartemen di Dnipro turut mengalami kerusakan.
Zelensky Sebut Serangan sebagai 'Hadiah' untuk Putin
Zelenskyy mengatakan serangan terhadap Pryluky terjadi bertepatan dengan ulang tahun Putin.
"Hari ini, sebagai 'hadiah' ulang tahun untuk Putin, tentara Rusia menghancurkan sebuah bangunan tempat tinggal di Pryluky, wilayah Chernihiv," tulis Zelensky.
Putin berulang tahun ke-74 pada Rabu.
Zelensky kemudian menyebut serangan tersebut sebagai salah satu serangan "paling keji" selama hampir lima tahun konflik Rusia-Ukraina.
Menurutnya, Rusia ingin melancarkan serangan yang memberikan dampak besar sekaligus menunjukkan kekuatan.
Sumber: Euronews
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 6Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








