Akurat
Pemprov Sumsel

Rusia Peringatkan Perang Dunia III Jika Trump Terus Ganti Rezim Secara Paksa

Fitra Iskandar | 3 Maret 2026, 16:21 WIB
Rusia Peringatkan Perang Dunia III Jika Trump Terus Ganti Rezim Secara Paksa
Wakil Ketua Dewan Keamanan Rusia, Dmitry Medvedev. Foto: ABC

AKURAT.CO Wakil Ketua Dewan Keamanan Rusia, Dmitry Medvedev, memperingatkan potensi pecahnya Perang Dunia III jika Presiden Amerika Serikat Donald Trump terus melanjutkan kebijakan perubahan rezim di negara lain.

Dalam wawancara dengan kantor berita pemerintah Rusia, Tass, Senin waktu setempat, Medvedev menilai langkah Washington sebagai upaya mempertahankan dominasi global melalui perang bersama sekutunya.

“Jika Trump terus menempuh jalur gila untuk mengganti rezim politik secara kriminal, itu pasti akan memicu perang. Peristiwa apa pun bisa menjadi pemicunya,” ujar Medvedev.

Menurut mantan Presiden Rusia periode 2008–2012 itu, situasi menjadi semakin berbahaya setelah Iran mendeklarasikan perang suci. Ia menilai kerentanan pejabat Amerika Serikat dan Israel meningkat dalam kondisi tersebut.

Medvedev juga menyebut keputusan Trump sebagai kesalahan besar yang menempatkan warga Amerika dalam risiko. Ia menyinggung tewasnya Ayatollah Ali Khamenei dan menyatakan tokoh tersebut merupakan figur spiritual bagi ratusan juta Muslim Syiah.

“Sekarang tidak diragukan lagi bahwa Iran akan mengejar pengembangan senjata nuklir dengan energi berlipat,” katanya.

Baca Juga: Rusia Sarkastik Komentari Serangan AS dan Israel ke Iran: Si Penjaga Perdamaian Beraksi Lagi!

Terkait kemampuan Iran menghadapi konfrontasi saat ini, Medvedev menilai Teheran mampu bertahan, meski harus membayar harga mahal. Ia menyebut konsolidasi internal masyarakat Iran menguat akibat tekanan eksternal.

Ia juga mengkritik sikap negara-negara Eropa terhadap kebijakan Amerika Serikat dan Israel, yang menurutnya hanya mengikuti langkah Washington.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.