Marinir AS Ditangkap karena Pembunuhan Wanita di Okinawa, Militer AS Larang Personel Keluar Pangkalan

AKURAT.CO Militer Amerika Serikat (AS) memberlakukan pembatasan ketat terhadap seluruh personelnya di Okinawa, Jepang, setelah seorang Marinir AS ditangkap atas tuduhan pembunuhan dan perampokan seorang wanita. Seluruh kegiatan militer dihentikan selama 48 jam, sementara personel dilarang meninggalkan pangkalan dan mengonsumsi alkohol.
Langkah tersebut diambil setelah Marinir AS berusia 20 tahun, Devin Ballard, yang bertugas di Marine Corps Air Station Futenma, ditangkap terkait dugaan pembunuhan wanita berusia 39 tahun dan pencurian tas miliknya di sebuah hotel di Kota Naha pada 3 Oktober. Ballard telah membantah tuduhan tersebut.
Kasus pembunuhan wanita di Okinawa itu memicu kemarahan pemerintah Jepang dan Pemerintah Prefektur Okinawa. Pemerintah Jepang mendesak militer AS di Okinawa bekerja sama penuh dalam penyelidikan, memperketat disiplin personel, serta mengambil langkah untuk mencegah kejadian serupa terulang.
Militer AS Hentikan Aktivitas Selama 48 Jam
Menurut laporan Yomiuri Shimbun pada 7 Oktober, pasukan AS yang ditempatkan di Okinawa mengeluarkan instruksi sehari sebelumnya untuk menghentikan seluruh kegiatan selama 48 jam.
Penghentian tersebut berlaku mulai 12.00 waktu setempat hingga 12.00 pada 9 Oktober. Selama periode tersebut, seluruh personel militer AS dilarang meninggalkan pangkalan.
Selain itu, konsumsi alkohol juga dilarang, baik di dalam maupun di luar instalasi militer AS.
Setelah masa penghentian aktivitas selama 48 jam berakhir, pembatasan tetap diberlakukan selama 30 hari. Kebebasan personel untuk berada di luar pangkalan akan dibatasi pada tengah malam hingga pukul 05.00. Pengawasan di pintu-pintu masuk pangkalan juga akan diperketat.
Komandan AS Tekankan Disiplin Militer
Letnan Jenderal Benjamin Watson, koordinator wilayah Okinawa untuk empat matra militer AS, mengatakan disiplin merupakan fondasi utama angkatan bersenjata Amerika Serikat.
Menurut Watson, hilangnya kepercayaan masyarakat lokal dapat melemahkan kekuatan aliansi AS-Jepang sekaligus berdampak terhadap keamanan regional.
Penghentian sementara aktivitas militer tersebut dimaksudkan sebagai momentum bagi personel untuk mengevaluasi kembali pentingnya disiplin dan pertanggungjawaban.
Langkah itu diambil beberapa hari setelah Devin Ballard ditangkap pada 4 Oktober terkait dugaan pembunuhan seorang wanita berusia 39 tahun di sebuah hotel di Naha.
Ballard diduga membunuh korban dan mengambil tas miliknya. Namun, tersangka membantah tuduhan tersebut.
Pemerintah Jepang Protes Militer AS
Kasus tersebut mendorong pemerintah Jepang mengambil langkah diplomatik dan pertahanan terhadap Amerika Serikat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK






