Pentagon Buka Data Jumlah Tentara AS Terluka dalam Perang Iran

AKURAT.CO Pentagon mengungkap jumlah korban luka di pihak militer Amerika Serikat sejak perang dengan Iran pecah pada akhir Februari. Serangan balasan Iran terhadap pangkalan-pangkalan militer AS dilaporkan berlangsung intens dalam beberapa hari terakhir. Dalam perkembangan terbaru, sekitar 140 tentara AS disebut terluka dalam konflik tersebut.
Juru bicara utama Pentagon Sean Parnell mengatakan korban luka tersebut terjadi sejak dimulainya Operasi “Epic Fury”.
“Sejak dimulainya Operasi Epic Fury, sekitar 140 personel militer AS terluka selama 10 hari serangan berkelanjutan,” kata Parnell pada Selasa.
Ia menambahkan delapan tentara yang mengalami luka parah saat ini mendapat perawatan medis tingkat tertinggi.
Namun, belum diketahui secara rinci jenis luka yang dialami para korban. Kantor berita Reuters melaporkan belum dapat memastikan apakah luka tersebut termasuk cedera otak traumatis yang sering terjadi akibat gelombang ledakan.
Iran melancarkan serangan balasan terhadap sejumlah pangkalan militer AS sejak konflik pecah pada 28 Februari.
Serangan Iran juga dilaporkan menyasar misi diplomatik di negara-negara Teluk Arab, serta mengenai hotel, bandara, dan merusak infrastruktur minyak.
Data korban luka tersebut menjadi gambaran awal dampak serangan balasan Iran terhadap pasukan AS, setelah rentetan serangan roket dan drone yang juga menewaskan tujuh tentara AS di Kuwait dan Arab Saudi.
Ketua Kepala Staf Gabungan AS Jenderal Dan Caine mengatakan kekuatan militer Iran tidak lebih tangguh dari yang diperkirakan sebelumnya oleh militer AS.
“Saya pikir mereka memang bertempur, dan saya menghormati itu, tetapi saya tidak melihat mereka lebih tangguh dari yang kami perkirakan,” kata Caine dalam pengarahan di Pentagon.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









