Akurat
Pemprov Sumsel

Kebun Binatang Jepang Bantah Bayi Monyet Viral “Punch” Dirundung oleh Kelompoknya

Fitra Iskandar | 12 Maret 2026, 13:56 WIB
Kebun Binatang Jepang Bantah Bayi Monyet Viral “Punch” Dirundung oleh Kelompoknya
Monyet viral Punch. Foto: Youtube

AKURAT.CO Kebun binatang di Jepang yang merawat Punch, bayi monyet yang viral di internet, membantah bahwa hewan tersebut menjadi korban perundungan setelah muncul kekhawatiran dari warganet.

Punch, seekor bayi monyet jenis Japanese macaque berusia tujuh bulan, menjadi sensasi global setelah terlihat memeluk boneka orangutan dari IKEA di Ichikawa City Zoo yang berada di dekat Tokyo.

Anak monyet tersebut diketahui ditinggalkan induknya dan sempat terlihat dalam sejumlah video dikejar oleh monyet lain. Namun kemudian ia diterima oleh kelompok monyet di kebun binatang tersebut dan dirawat bersama.

Kebun Binatang: Itu Bagian dari Hierarki Sosial

Pada Februari lalu, pihak kebun binatang menyatakan bahwa Punch “telah beberapa kali dimarahi oleh monyet lain”, tetapi tidak ada yang menunjukkan agresi serius terhadapnya.

Meski demikian, video lain yang memperlihatkan Punch kembali dikejar oleh kelompok monyet beredar di media sosial dan memicu kekhawatiran tentang kemungkinan perundungan yang terus berlanjut.

Dalam pernyataan tertanggal 10 Maret, pihak Ichikawa City Zoo mengatakan telah menerima “banyak suara kekhawatiran dari masyarakat di Jepang maupun luar negeri” terkait kondisi Punch.

Menurut pihak kebun binatang, perilaku tersebut merupakan bagian dari sistem sosial alami pada monyet Jepang.

“Monyet Jepang hidup dalam masyarakat dengan hierarki yang ketat dan individu dominan menunjukkan ‘tindakan pendisiplinan’ terhadap anggota yang lebih rendah. Perilaku ini berbeda dengan konsep ‘kekerasan’ pada manusia,” demikian pernyataan mereka.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.