Konflik Houthi dan Arab Saudi Memanas, Ini Sejarah dan Akar Perseteruannya

AKURAT.CO Konflik antara kelompok Houthi di Yaman dan Arab Saudi kembali memanas setelah serangkaian serangan menyasar Bandara Internasional Raja Khalid di Riyadh pada Oktober 2026. Ketegangan terbaru ini menambah panjang konflik yang telah berlangsung selama lebih dari satu dekade dan melibatkan berbagai kepentingan politik serta militer di kawasan Timur Tengah.
Kelompok Houthi merupakan kelompok bersenjata yang muncul di wilayah Saada, Yaman utara, pada 1990-an. Mengutip laporan Al Jazeera, Minggu (11/10/2026), perlawanan kelompok tersebut terhadap pemerintah Yaman semakin menguat pada 2014, yang kemudian berkembang menjadi perang saudara.
Pada Januari 2015, Houthi mengambil alih istana kepresidenan di Sanaa, ibu kota Yaman. Peristiwa itu mendorong Presiden Abd-Rabbu Mansour Hadi meninggalkan Sanaa dan kemudian menjalankan pemerintahan dari pengasingan di Arab Saudi. Hadi mengundurkan diri pada 2022.
Keterlibatan langsung Arab Saudi dalam konflik tersebut dimulai pada Maret 2015. Riyadh memimpin koalisi militer untuk mendukung pemerintahan Yaman yang diakui secara internasional dan berupaya mengembalikan kekuasaan pemerintah setelah Houthi menguasai ibu kota.
Sejak itu, konflik berkembang menjadi perang berkepanjangan. Houthi menguasai sebagian besar wilayah barat laut Yaman, sementara koalisi pimpinan Arab Saudi mendukung pihak pemerintah yang berupaya merebut kembali wilayah tersebut.
Selama konflik berlangsung, Houthi melancarkan sejumlah serangan menggunakan rudal dan pesawat nirawak ke wilayah Arab Saudi. Kedua pihak sempat menjalani proses gencatan senjata pada 2022, tetapi ketegangan kembali meningkat pada 2026 setelah kesepakatan tersebut runtuh, sebagaimana dilaporkan detikEdu.
Situasi semakin kompleks karena kelompok Houthi mendapat dukungan dari Iran, sedangkan pemerintah Yaman yang diakui secara internasional memperoleh dukungan Arab Saudi dan koalisinya. Persaingan tersebut menjadikan konflik Yaman berkaitan erat dengan dinamika geopolitik regional.
Pada September 2026, pasukan Yaman yang didukung Arab Saudi dilaporkan terlibat pertempuran dengan Houthi di sejumlah wilayah, termasuk Marib, Taiz, Lahj, Al-Jawf, dan Al-Bayda. Dalam perkembangan lain, Houthi memperluas pengaruhnya di kawasan pesisir Laut Merah, termasuk wilayah strategis yang berkaitan dengan jalur pelayaran internasional.
Dampak konflik juga dirasakan oleh masyarakat sipil. Laporan yang dikutip detikEdu menyebutkan sekitar 22 juta warga Yaman membutuhkan bantuan kemanusiaan selama periode konflik. Kerusakan infrastruktur kesehatan dan layanan air turut memperburuk kondisi masyarakat, termasuk meningkatnya kerentanan terhadap penyakit seperti kolera.
Setelah Hadi mengundurkan diri pada 2022, dibentuk Dewan Pimpinan Presiden atau Presidential Leadership Council (PLC) yang beranggotakan delapan orang. Dewan yang diketuai Rashad al-Alimi itu bertugas mengelola urusan politik, keamanan, dan militer serta mendorong proses menuju gencatan senjata permanen.
Baca Juga: Jangan Langsung Putus Asa! Ini Doa dan Amalan Saat Menghadapi Kekecewaan Berat dalam Hidup
Di sisi lain, Houthi berupaya mempertahankan pengaruh politik dan wilayah yang dikuasainya. Kelompok tersebut juga menentang blokade Arab Saudi dan menginginkan kendali lebih besar atas sumber daya serta wilayah Yaman.
Ketegangan terbaru menunjukkan bahwa penyelesaian konflik Yaman masih menghadapi tantangan besar. Persaingan kekuasaan di dalam negeri, keterlibatan negara-negara regional, serta kepentingan strategis di Laut Merah menjadi sejumlah faktor yang memengaruhi dinamika konflik tersebut.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Kalender Jawa 16 Oktober 2026: Weton Jumat Legi Disebut Punya Karakter Unik
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK





