Akurat Logo

Trump Kecam Serangan Ukraina ke Kilang Minyak Rusia: Ini Adalah Sebuah Aib!

Fitra Iskandar | 19 Oktober 2026, 10:11 WIB
Trump Kecam Serangan Ukraina ke Kilang Minyak Rusia: Ini Adalah Sebuah Aib!
Presiden Amerika Serikat Donald Trump. ANTARA/Anadolu/Artur Widak

AKURAT.CO Presiden AS Donald Trump mengkritik Ukraina karena kembali melancarkan serangan terhadap kilang minyak Rusia. Ia menyebut tindakan tersebut sebagai sebuah "aib" yang terus menjaga harga energi global tetap tinggi. 

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menyatakan bahwa Ukraina tidak lagi mematuhi penghentian serangan terhadap fasilitas energi—sebuah kesepakatan yang sebelumnya diumumkan oleh Presiden Trump—dan kembali melancarkan serangan udara yang menyasar kilang-kilang minyak Rusia pada 15 Oktober tersebut. 

"Jika Presiden Zelensky kembali menyerang kilang-kilang minyak, yang ia lakukan hanyalah membuat harga minyak dunia semakin melonjak," kata Trump. 

"Menurut saya, ini adalah sebuah aib. Masih banyak target lain yang bisa diserang."

"Jika Anda menyerang kilang yang memproduksi diesel—di saat kita maupun dunia sedang membutuhkan diesel—maka tindakan tersebut tidak memberikan dampak baik bagi dunia," tambah Trump. 

Hubungan antara AS dan Ukraina memburuk setelah Presiden Trump baru-baru ini melonggarkan sanksi dengan syarat Rusia memasok diesel ke pasar global dalam skala besar. 

Presiden Zelensky mengkritik kesepakatan tersebut, dengan menyatakan bahwa langkah itu ditafsirkan sebagai upaya untuk menekan lonjakan harga bahan bakar menjelang pemilihan paruh waktu di AS, serta berargumen bahwa hal itu justru membantu Rusia mempertahankan invasinya ke Ukraina. 

Kepada Newsmax, Presiden Trump kembali menegaskan pandangannya mengenai kedua pemimpin dari negara yang tengah bertikai tersebut. 

"Saya bukan penggemar berat Presiden Zelensky. Meskipun kedua pemimpin tersebut tampak ingin mengakhiri perang, menurut saya, bernegosiasi dengan Presiden Zelensky jauh lebih sulit dibandingkan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin," katanya.

Sumber: Asiatoday

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.