Akurat Logo

Daftar Barang yang Berpotensi Makin Mahal Saat Rupiah Tembus Rp18.000 per Dolar AS

Nurma Nafisa Faradilla | 4 Juni 2026, 17:13 WIB
Daftar Barang yang Berpotensi Makin Mahal Saat Rupiah Tembus Rp18.000 per Dolar AS
Ilustrasi barang yang berpotensi naik harga. (Magnific)

AKURAT.CO Melemahnya nilai tukar rupiah hingga menyentuh level Rp18.000 per dolar AS menjadi perhatian banyak pihak. Kondisi ini bukan hanya berdampak pada pasar keuangan, tetapi juga berpotensi memengaruhi harga berbagai barang dan jasa yang digunakan masyarakat sehari-hari.

Ketika dolar menguat, biaya impor menjadi lebih mahal. Akibatnya, pelaku usaha yang mengandalkan bahan baku, komponen, atau produk dari luar negeri berpotensi menyesuaikan harga jual untuk menutupi kenaikan biaya tersebut.

Dikutip dari berbagai sumber, terdapat sejumlah barang dan layanan yang diperkirakan paling rentan mengalami kenaikan harga apabila pelemahan rupiah terus berlanjut.

Baca Juga: BI Diberi Mandat Lebih Besar ke Pertumbuhan Usai UU P2SK Disahkan

Lalu, barang apa saja yang diperkirakan bisa mengalami kenaikan harga setelah rupiah melemah? Berikut daftarnya.

1. BBM dan Produk Energi

Harga minyak mentah dunia umumnya menggunakan dolar AS sebagai acuan transaksi. Saat rupiah melemah, biaya impor energi menjadi lebih mahal sehingga dapat memengaruhi harga BBM, gas, hingga biaya distribusi barang.

2. Smartphone dan Gadget

Ponsel, tablet, smartwatch, kamera digital, hingga konsol game masih banyak diproduksi di luar negeri atau menggunakan komponen impor. Kondisi ini membuat harga gadget cukup sensitif terhadap pergerakan kurs dolar.

3. Laptop dan Komputer

Laptop, komputer rakitan, monitor, kartu grafis, dan berbagai perangkat pendukung teknologi berpotensi mengalami kenaikan harga karena sebagian besar komponennya berasal dari luar negeri.

4. Barang Elektronik Rumah Tangga

Peralatan seperti televisi, kulkas, mesin cuci, AC, hingga pemurni udara juga rentan terdampak pelemahan rupiah karena menggunakan komponen impor.

5. Mobil dan Sepeda Motor

Industri otomotif nasional masih bergantung pada berbagai komponen dari luar negeri. Jika biaya impor meningkat, harga kendaraan baru berpotensi ikut mengalami penyesuaian.

6. Suku Cadang Kendaraan

Bukan hanya kendaraan baru, harga sparepart mobil dan motor juga berpotensi naik. Mulai dari ban, aki, kampas rem, hingga komponen mesin banyak yang masih mengandalkan impor.

7. Obat-obatan dan Alat Kesehatan

Industri farmasi Indonesia masih menggunakan bahan baku impor untuk memproduksi berbagai jenis obat. Karena itu, pelemahan rupiah dapat meningkatkan biaya produksi sektor kesehatan.

8. Makanan dan Minuman Impor

Produk seperti gandum, susu, keju, cokelat, daging impor, buah-buahan impor, dan berbagai makanan kemasan luar negeri berpotensi menjadi lebih mahal.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.