Daftar Barang yang Berpotensi Makin Mahal Saat Rupiah Tembus Rp18.000 per Dolar AS

AKURAT.CO Melemahnya nilai tukar rupiah hingga menyentuh level Rp18.000 per dolar AS menjadi perhatian banyak pihak. Kondisi ini bukan hanya berdampak pada pasar keuangan, tetapi juga berpotensi memengaruhi harga berbagai barang dan jasa yang digunakan masyarakat sehari-hari.
Ketika dolar menguat, biaya impor menjadi lebih mahal. Akibatnya, pelaku usaha yang mengandalkan bahan baku, komponen, atau produk dari luar negeri berpotensi menyesuaikan harga jual untuk menutupi kenaikan biaya tersebut.
Dikutip dari berbagai sumber, terdapat sejumlah barang dan layanan yang diperkirakan paling rentan mengalami kenaikan harga apabila pelemahan rupiah terus berlanjut.
Baca Juga: BI Diberi Mandat Lebih Besar ke Pertumbuhan Usai UU P2SK Disahkan
Lalu, barang apa saja yang diperkirakan bisa mengalami kenaikan harga setelah rupiah melemah? Berikut daftarnya.
1. BBM dan Produk Energi
Harga minyak mentah dunia umumnya menggunakan dolar AS sebagai acuan transaksi. Saat rupiah melemah, biaya impor energi menjadi lebih mahal sehingga dapat memengaruhi harga BBM, gas, hingga biaya distribusi barang.
2. Smartphone dan Gadget
Ponsel, tablet, smartwatch, kamera digital, hingga konsol game masih banyak diproduksi di luar negeri atau menggunakan komponen impor. Kondisi ini membuat harga gadget cukup sensitif terhadap pergerakan kurs dolar.
3. Laptop dan Komputer
Laptop, komputer rakitan, monitor, kartu grafis, dan berbagai perangkat pendukung teknologi berpotensi mengalami kenaikan harga karena sebagian besar komponennya berasal dari luar negeri.
4. Barang Elektronik Rumah Tangga
Peralatan seperti televisi, kulkas, mesin cuci, AC, hingga pemurni udara juga rentan terdampak pelemahan rupiah karena menggunakan komponen impor.
5. Mobil dan Sepeda Motor
Industri otomotif nasional masih bergantung pada berbagai komponen dari luar negeri. Jika biaya impor meningkat, harga kendaraan baru berpotensi ikut mengalami penyesuaian.
6. Suku Cadang Kendaraan
Bukan hanya kendaraan baru, harga sparepart mobil dan motor juga berpotensi naik. Mulai dari ban, aki, kampas rem, hingga komponen mesin banyak yang masih mengandalkan impor.
7. Obat-obatan dan Alat Kesehatan
Industri farmasi Indonesia masih menggunakan bahan baku impor untuk memproduksi berbagai jenis obat. Karena itu, pelemahan rupiah dapat meningkatkan biaya produksi sektor kesehatan.
8. Makanan dan Minuman Impor
Produk seperti gandum, susu, keju, cokelat, daging impor, buah-buahan impor, dan berbagai makanan kemasan luar negeri berpotensi menjadi lebih mahal.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 120 Twibbon 17 Agustus 2026 Gratis, Cocok untuk Foto Profil dan Rayakan HUT RI
- 2Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 3Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 6Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 7Meludahi Biarawati: Pelecehan Bernuansa Agama oleh Ekstremis Yahudi Menjadi Hal yang Lumrah di Yerusalem
- 8BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026









