Pentingnya Peran Susu dalam Menurunkan Angka Stunting

AKURAT.CO Pemerintah Indonesia menjadikan pemenuhan gizi sebagai salah satu prioritas utama, terutama untuk mengatasi masalah stunting pada anak.
Dalam rangka itu, telah disusun Strategi Nasional Percepatan Pencegahan Anak Kerdil (Stunting), yang bertujuan menurunkan angka stunting hingga 14 persen pada tahun 2024 serta meningkatkan status gizi anak dan perempuan di seluruh tanah air.
Namun, penurunan angka stunting masih belum memuaskan. Program yang ada dinilai belum mampu menangani tiga beban malnutrisi, yaitu gizi kurang, defisiensi mikronutrien dan gizi lebih.
Temuan Studi South East Asian Nutrition Surveys kedua (SEANUTS II) di Indonesia menunjukkan adanya triple burden ini, dengan prevalensi stunting mencapai 20,6 persen di daerah perkotaan dan 33,6 persen di pedesaan.
Susu berperan penting dalam memenuhi kebutuhan gizi anak dan keluarga. Prof. Dr. Purwiyatno Hariyadi, Ahli Teknologi Pangan IPB, mengapresiasi pendirian pabrik susu di Cikarang.
"Industri susu memiliki peranan yang strategis dalam pembangunan gizi bangsa dan ikut serta membangun daya saing sumber daya manusia Indonesia melalui gizi," ujarnya, saat media tur di pabrik Cikarang, Jawa Barat, Selasa (15/10/2024).
Dengan teknologi produksi modern, industri susu dapat menjamin keamanan pangan dan menawarkan produk dengan nilai gizi yang lebih beragam, sehingga masyarakat memiliki akses yang lebih luas.
Dr. Marudut Sitompul, MPS, Ketua DPP PERSAGI Bidang Ilmiah dan juga Dosen Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Jakarta II, juga menekankan pentingnya partisipasi masyarakat dalam meningkatkan kesehatan melalui konsumsi zat gizi berkualitas.
"Masyarakat perlu memahami pentingnya berbagai zat gizi yang terdapat di dalam susu yang diperlukan di setiap tahap kehidupan," imbuhnya.
Berdasarkan pedoman gizi seimbang (Permenkes Nomor 41 tahun 2014), susu dapat membantu meningkatkan status gizi anak dan keluarga.
Dengan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya gizi, terutama dari susu, diharapkan dapat membangun fondasi kesehatan yang kuat bagi generasi mendatang.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK







