Akurat Logo

Tren Nutrisi Anak Bergeser, Komposisi Susu Formula Makin Diperhatikan

Yusuf Tirtayasa | 10 Mei 2026, 22:30 WIB
Tren Nutrisi Anak Bergeser, Komposisi Susu Formula Makin Diperhatikan

AKURAT.CO Pemenuhan nutrisi anak kini semakin menjadi perhatian para orang tua, terutama terkait kualitas bahan baku dalam produk susu formula. Tidak lagi hanya fokus pada tambahan vitamin dan mineral, pembahasan nutrisi anak mulai berkembang ke aspek sumber susu, komposisi utama, hingga proses pengolahan produk.

Perubahan perhatian ini sejalan dengan meningkatnya kesadaran masyarakat mengenai pentingnya kualitas nutrisi sejak dini untuk mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.

Mengacu pada Angka Kecukupan Gizi 2019 Kementerian Kesehatan RI, kebutuhan gizi anak perlu dipenuhi secara bertahap sesuai usia. Pemenuhan tersebut dimulai dari pemberian ASI eksklusif selama enam bulan, kemudian dilanjutkan dengan Makanan Pendamping ASI (MPASI) yang mampu memenuhi kebutuhan energi, protein, lemak, dan mikronutrien.

ASI tetap dikenal sebagai sumber nutrisi utama bagi bayi karena mengandung berbagai komponen penting untuk mendukung tumbuh kembang. Namun, dalam kondisi tertentu, tidak semua ibu dapat memberikan ASI secara optimal sehingga susu formula dapat menjadi pilihan sesuai rekomendasi tenaga kesehatan.

Guru Besar Ilmu Gizi IPB University, Prof. Dr. Rimbawan, menjelaskan bahwa kebutuhan gizi anak harus dipenuhi sesuai fase pertumbuhan.

“Ke butuhan gizi bayi dan anak harus dipenuhi sesuai tahapan usia, karena setiap fase pertumbuhan memiliki kebutuhan yang berbeda. Yang berperan penting dalam tumbuh kembang bukan hanya jumlah asupan, tetapi juga kualitas, keseimbangan, dan konsistensi pemberian zat gizi sejak dini sesuai Pedoman Gizi Seimbang,” ujar Prof. Dr. Rimbawan.

Kualitas Bahan Baku Susu Formula Jadi Sorotan

Seiring berkembangnya inovasi nutrisi anak di berbagai negara, perhatian terhadap kualitas susu sebagai bahan baku utama juga semakin meningkat. Salah satu aspek yang kini banyak dibahas adalah profil lemak susu dan pengaruhnya terhadap toleransi pencernaan anak.

Di Australia dan Selandia Baru, Food Standards Australia New Zealand atau FSANZ mengatur standar komposisi formula bayi, mulai dari sumber protein, komposisi zat gizi, hingga ketentuan pelabelan produk.

Regulasi tersebut menunjukkan bahwa kualitas bahan baku dan formulasi menjadi bagian penting dalam pengawasan produk nutrisi anak. Tren serupa juga mulai berkembang di pasar lain seperti Tiongkok yang menaruh perhatian besar pada transparansi sumber susu dan karakteristik bahan baku.

Perhatian terhadap kualitas bahan baku ini dinilai menjadi bagian penting dalam mendukung tumbuh kembang anak, terutama pada usia awal kehidupan.

Prof. Dr. Rimbawan menambahkan bahwa kualitas sumber nutrisi perlu menjadi perhatian utama para orang tua saat memilih produk nutrisi anak.

“Dalam perspektif gizi, kualitas sumber nutrisi menjadi salah satu aspek yang penting untuk diperhatikan. Susu segar sebagai bahan baku utama secara alami mengandung protein, lemak, kalsium, fosfor, dan vitamin B2 yang berperan dalam pemenuhan gizi anak usia di atas 1 tahun sesuai tahapan tumbuh kembang,” jelas Prof. Dr. Rimbawan.

Orang Tua Mulai Perhatikan Sumber Susu dan Proses Pengolahan

Selama ini susu sapi dikenal sebagai salah satu sumber zat gizi penting bagi anak. Namun, perkembangan ilmu pangan dan gizi membuat perhatian masyarakat kini meluas pada bagaimana kualitas sumber susu dan proses pengolahan dapat memengaruhi mutu nutrisi dalam produk formula.

Inovasi susu formula berbahan dasar susu segar juga mulai mendapat perhatian karena dinilai mampu memberikan pemahaman baru mengenai pentingnya mutu bahan baku.

Tren ini menunjukkan bahwa diskusi tentang nutrisi anak kini tidak lagi berhenti pada tambahan kandungan gizi semata, tetapi juga berkembang pada pemahaman lebih menyeluruh mengenai sumber susu, kualitas bahan baku, dan proses pengolahan produk sebelum dikonsumsi anak.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.