Dokter Anak Ingatkan Orang Tua Cek Komposisi Produk Nutrisi sebelum Membeli

AKURAT.CO Orang tua diimbau membiasakan membaca komposisi produk nutrisi anak secara menyeluruh, bukan hanya memperhatikan klaim yang tercantum pada bagian depan kemasan maupun tabel informasi nilai gizi.
Pesan tersebut disampaikan Dokter Spesialis Anak, Konsultan Tumbuh Kembang – Pediatri Sosial, Prof. DR. dr. Rini Sekartini, Sp.A(K) dalam edukasi mengenai pentingnya kebiasaan Cek Komposisi sebelum memilih produk nutrisi untuk anak.
Menurut Prof. Rini, pemenuhan nutrisi anak tidak hanya bergantung pada jumlah asupan, tetapi juga kualitas serta keseimbangan komposisi zat gizi, terutama pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan, yang menjadi periode penting bagi pertumbuhan fisik, perkembangan otak, dan sistem kekebalan tubuh.
Pada masa tersebut, anak membutuhkan asupan energi, protein, lemak esensial, zat besi, zinc, vitamin, serta mineral secara seimbang, yang didukung stimulasi sesuai tahap tumbuh kembang.
Prof. Rini menjelaskan daftar komposisi memberikan gambaran lebih lengkap mengenai bahan utama, kandungan tambahan, hingga kesesuaian produk dengan kebutuhan anak.
"Klaim dan kandungan tambahan yang ditampilkan pada kemasan sering kali hanya menggambarkan sebagian kecil dari keseluruhan produk. Karena itu, orang tua sebaiknya tidak hanya berfokus pada informasi yang ada di bagian depan kemasan, tetapi juga membaca dengan cermat dan memahami komposisi utama produk tersebut," ujar Prof. Rini.
Ia menambahkan, pada produk berbasis susu, orang tua juga perlu memperhatikan sumber bahan baku serta proses pengolahannya karena hal tersebut dapat memengaruhi kualitas nutrisi yang terkandung di dalam produk.
Empat Hal yang Perlu Diperhatikan Saat Cek Komposisi
Prof. Rini membagikan empat langkah sederhana yang dapat dilakukan orang tua ketika membaca label produk nutrisi anak.
1. Perhatikan bahan yang tercantum paling awal
Bahan yang berada pada urutan pertama umumnya merupakan komponen dengan jumlah paling dominan dalam produk. Karena itu, daftar komposisi dapat membantu orang tua mengetahui bahan utama yang digunakan.
2. Cermati jenis bahan utama dan sumbernya
Pada produk berbasis susu, orang tua dapat melihat apakah bahan utamanya berasal dari susu segar, susu bubuk, susu rekonstitusi, atau susu rekombinasi.
Menurut Prof. Rini, proses pengolahan yang lebih ringkas pada susu segar dapat membantu menjaga kualitas nutrisi alami, sementara susu rekonstitusi atau rekombinasi melalui tahapan pengolahan yang berbeda.
Ia juga menjelaskan bahwa sejumlah komponen nutrisi, seperti protein bioaktif, vitamin, dan enzim tertentu, bersifat sensitif terhadap paparan panas tinggi maupun proses pengolahan berulang.
3. Kenali gula dan bahan tambahan pangan
Orang tua perlu memahami bahwa gula tambahan dapat muncul dengan berbagai nama, seperti sukrosa, glukosa, fruktosa, sirup jagung, maupun maltodekstrin.
Berbeda dengan laktosa yang merupakan gula alami pada susu, gula tambahan perlu diperhatikan jenis, posisi dalam daftar komposisi, serta frekuensi konsumsi produk oleh anak.
4. Lengkapi dengan membaca informasi nilai gizi
Selain daftar komposisi, tabel informasi nilai gizi tetap penting untuk mengetahui kandungan energi, protein, lemak, karbohidrat, vitamin, dan mineral dalam setiap sajian.
Namun, menurut Prof. Rini, informasi nilai gizi sebaiknya dibaca bersamaan dengan daftar komposisi agar orang tua memperoleh gambaran utuh mengenai kandungan produk.
Batasi Gula Tambahan dan Utamakan Pola Makan Seimbang
Prof. Rini juga mengingatkan bahwa paparan gula tambahan sejak usia dini perlu dikelola dengan bijak.
Menurutnya, konsumsi gula berlebih tidak hanya berkaitan dengan risiko kelebihan berat badan dan obesitas, tetapi juga dapat membentuk preferensi anak terhadap makanan dan minuman manis sehingga mengurangi minat terhadap sayur, buah, maupun makanan bergizi lainnya.
Di akhir edukasinya, Prof. Rini menegaskan bahwa produk nutrisi bukan pengganti pola makan sehat.
"Nutrisi terbaik bagi anak tetap perlu dibangun melalui variasi makanan, pola makan seimbang, dan lingkungan makan yang tepat," tambah Prof. Rini.
Ia juga mengingatkan bahwa Air Susu Ibu (ASI) tetap merupakan sumber nutrisi terbaik bagi bayi, khususnya pada awal kehidupan. Penggunaan produk nutrisi anak sebaiknya disesuaikan dengan usia, kebutuhan, serta dikonsultasikan kepada tenaga kesehatan apabila diperlukan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 2Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 3Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 6Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 7BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 8Ben-Gvir Serukan Pembunuhan 30–40 Orang di Gaza Tiap Malam, Netanyahu Dikritik dari Kanan
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026








