AKURAT.CO Ponsel telah menjadi bagian tak terpisahkan dalam kehidupan manusia. Sejak pertama kali ditemukan, ponsel selalu hadir untuk mendukung komunikasi jarak jauh dan menjadi alat untuk mencari informasi di dunia maya.
Dikutip dari berbagai sumber, Senin (18/9/2023), terdapat jurnal berjudul "The iPhone Effect: The Quality of In-Person Social Interactions in the Presence of Mobile Devices" menyebutkan bahwa ponsel dapat memiliki dampak pada interaksi sosial.
Dalam jurnal tersebut, dikemukakan bahwa pasangan yang berinteraksi secara langsung tanpa terganggu oleh ponsel cenderung memiliki tingkat empati yang lebih tinggi terhadap satu sama lain.
Baca Juga: Ponsel Kelas Menengah Sedang Naik Daun, POCO Fokus Aspek Gaming
Berikut Hasil Studi Tersebut
- Dari 100 pasangan yang diteliti, 29 dari mereka menggunakan ponsel saat berkomunikasi, sementara 71 pasangan lainnya tidak menggunakan ponsel.
- Secara keseluruhan, komunikasi tanpa kehadiran ponsel dinilai secara signifikan lebih baik dibandingkan saat ponsel digunakan.
- Pasangan yang berkomunikasi tanpa ponsel melaporkan bahwa mereka merasa lebih terkoneksi satu sama lain.
- Pasangan yang berkomunikasi tanpa menghadirkan ponsel juga melaporkan tingkat empati yang lebih tinggi terhadap pasangan mereka.
- Pasangan yang memiliki hubungan yang lebih dekat, tetapi menggunakan ponsel saat berkomunikasi, mengalami tingkat empati yang lebih rendah dibandingkan dengan pasangan yang memiliki hubungan yang lebih santai.
Baca Juga: Gen-Z, Generasi yang Mengutamakan Ponsel
Selain itu, studi yang diterbitkan dalam Journal of Experimental Psychology: General menemukan bahwa penggunaan perangkat digital termasuk ponsel dapat membantu meningkatkan ingatan seseorang.
Hasil analisis terhadap 158 peserta menunjukkan bahwa memanfaatkan memori eksternal di perangkat digital dapat membantu penyimpanan informasi dengan lebih detail di otak.
Terkadang, banyak dari kita merasa sulit untuk menjauh dari ponsel. Salah satu alasan utamanya adalah karena kemampuan ponsel untuk memberikan akses kepada informasi, interaksi sosial, dan perasaan keamanan pribadi.
Selain itu, FOMO (fear of missing out) yaitu kekhawatiran dan ketakutan untuk tidak cukup tahu tentang informasi dalam lingkaran sosial, juga bisa menjadi salah satu penyebab ketergantungan pada ponsel.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 7BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal









