Waspadai Dampak Roblox, Pemerintah Diminta Bertindak Tegas Lindungi Anak

AKURAT.CO Permainan digital seperti Roblox, yang kini populer di kalangan anak-anak, mendapat sorotan tajam karena dinilai menampilkan banyak adegan kekerasan yang tidak layak dikonsumsi anak.
Menanggapi hal ini, Anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi PKB, Syamsu Rizal, mendesak Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) bertindak tegas terhadap game yang berdampak negatif terhadap tumbuh kembang anak.
“Kami prihatin dengan masifnya anak-anak yang bermain Roblox padahal banyak kontennya memuat kekerasan. Ini diperparah dengan masih lemahnya pengawasan Komdigi. Jangan biarkan masa depan anak-anak dirusak oleh game yang tak sesuai usia,” ujar Syamsu Rizal, yang akrab disapa Deng Ical, di Jakarta, Rabu (6/8/2025).
Ia menegaskan perlunya pengawasan yang lebih ketat terhadap seluruh platform digital, termasuk mekanisme pemblokiran dan pemberian sanksi terhadap pengembang maupun distributor game yang menyebarkan konten kekerasan, pornografi, atau materi tidak ramah anak.
“Komdigi harus bergerak cepat. Jangan menunggu viral baru bertindak. Harus ada langkah preventif, agar yang tersedia di pasaran adalah game yang aman dan sesuai untuk anak-anak,” tegasnya.
Deng Ical juga menyoroti pentingnya literasi digital sebagai kunci pembentukan kesadaran kolektif di kalangan orang tua, sekolah, dan masyarakat dalam membimbing anak memilih konten yang sehat dan edukatif.
Baca Juga: 85 Negara Sepakati Bahaya BPA, Dorong Pelarangan Global dalam Produk Plastik
“Keterlibatan orang tua sangat vital. Jangan abai. Anak bisa larut dalam dunia permainan digital yang justru mengancam masa depan mereka,” imbuhnya.
Ia mengingatkan, akses anak terhadap media digital—termasuk game—berisiko membentuk kerangka berpikir (frame of reference) yang bisa berkembang bebas di luar nilai-nilai budaya Indonesia.
Selain kekerasan dan ekstremisme, permainan digital juga dinilai dapat menanamkan nilai individualisme yang bertolak belakang dengan semangat gotong royong.
“Namun, jika diarahkan dengan tepat, game digital juga bisa menjadi sarana membentuk tanggung jawab sosial dan ketahanan masyarakat sejak dini,” katanya.
Sebagai bagian dari sistem pertahanan rakyat semesta (siskamrata), Deng Ical menekankan pentingnya membangun ketahanan digital nasional, termasuk perlindungan terhadap anak dari paparan konten asing yang merusak.
“Anak-anak adalah komponen strategis pertahanan masa depan. Maka, ketahanan digital harus menjadi bagian integral dari kebijakan pertahanan non-militer kita. Jangan sampai bangsa ini melemah karena kita lalai di ranah digital,” tandasnya.
Baca Juga: Elkan Baggott Gunakan Nomor Punggung 25 di Ipswich Town, Siap Tembus Skuad Utama
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 7Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal








