13 Orang Tewas Gegara Miras Oplosan Di Subang, Ini Bahayanya Bagi Kesehatan

AKURAT.CO Sebanyak 13 warga Subang, Jawa Barat, tewas setelah menenggak minuman keras atau yang biasa disebut miras. Kejadian itu terjadi setelah korban meminum miras oplosan di sebuah acara pernikahan setempat.
Kronologi dimulai ketika setelah acara pernikahan selesai pukul 9 malam. Korban kemudian berganti ke pesta miras.
Sebelumnya, data awal ada sembilan warga yang tewas mengenai kejadian tersebut pada Minggu (29/10/2023).
Kapolres Subang, AKBP Ariek Indra Setanu, yang memberikan keterangan pada Selasa (31/10/2023), menyebut korban tewas akibat miras oplosan bertambah menjadi 13 orang.
Baca Juga: Dubai Mendadak Cabut Pajak 30 Persen untuk Penjualan Alkohol, Bebas Lisensi Miras
Bahaya Miras Oplosan Bagi Kesehatan
Miras oplosan adalah minuman beralkohol ilegal yang diproduksi secara ilegal tanpa pengawasan atau regulasi yang ketat.
Minuman ini seringkali mengandung bahan-bahan beracun dan berbahaya karena tercampurnya bahan-bahan lainnya, yang dapat berdampak buruk pada kesehatan dan keselamatan individu yang mengonsumsinya.
Berikut dampaknya bagi kesehatan:
1. Kandungan beracun
Salah satu bahaya utama miras oplosan adalah kandungan beracun yang sering kali ada di dalamnya.
Produsen ilegal sering menggunakan bahan-bahan yang tidak layak dan berbahaya dalam pembuatan miras oplosan.
Ini termasuk metanol, bahan kimia beracun yang dapat menyebabkan keracunan serius.
Metanol dapat merusak organ tubuh, terutama sistem saraf, dan bahkan dapat menyebabkan kematian jika dikonsumsi dalam jumlah yang cukup besar.
2. Kerusakan organ tubuh
Konsumsi berkelanjutan miras oplosan dapat menyebabkan kerusakan serius pada organ-organ tubuh.
Liver adalah organ yang paling rentan terhadap kerusakan akibat konsumsi alkohol, dan miras oplosan yang mengandung metanol dan zat beracun lainnya dapat merusak liver dengan cepat. Selain itu, kerusakan jantung, ginjal, dan otak juga dapat terjadi.
Baca Juga: 5 Fakta Sule Cs Dilaporkan ke Polisi, Buntut Celetukan 'Miras Minuman Rasulullah'
3. Risiko kanker
Konsistensi dalam mengonsumsi miras oplosan juga dapat meningkatkan risiko kanker.
Miras oplosan yang mengandung bahan-bahan kimia berbahaya seperti formaldehida dan asam format dapat meningkatkan risiko kanker tenggorokan, mulut dan tenggorokan.
4. Ancaman kepada keselamatan umum
Ketika seseorang mengonsumsi miras oplosan, kemampuan mereka untuk berpikir jernih dan bertindak dengan bijak berkurang secara signifikan.
Ini dapat menyebabkan kecelakaan lalu lintas, kecelakaan kerja, atau tindakan berbahaya lainnya yang berpotensi membahayakan orang lain.
Miras oplosan adalah ancaman serius bagi kesehatan individu. Bahaya meliputi keracunan metanol, kerusakan organ tubuh, risiko kanker, gangguan mental dan emosional, dampak sosial negatif dan bahaya keselamatan umum.
Untuk melindungi diri dan masyarakat dari bahaya ini, penting untuk memahami risikonya, dan menghindari konsumsi miras oplosan. (Ami Fatimatuz Zahro')
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 7Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal







