Sering Sakit Perut? Ini 8 Cara Melancarkan Masalah Pencernaan Dengan Pengobatan Rumahan

AKURAT.CO Masalah pencernaan sesekali sering terjadi, dan kemungkinan penyebabnya dapat berkisar dari gangguan pencernaan hingga makanan tertentu.
Gejala masalah pencernaan, seperti kram perut atau perubahan usus, biasanya hilang seiring berjalannya waktu, namun beberapa pengobatan rumahan sederhana dapat meredakan ketidaknyamanan.
Penyakit yang mempengaruhi saluran cerna atau pencernaan dapat menyebabkan pencernaan menjadi buruk. Beberapa gejala umum penyakit pencernaan meliputi:
- maag
- gangguan pencernaan (dispepsia)
- kembung
- sembelit
Pengobatan rumahan untuk pencernaan yang buruk
Individu yang mengalami masalah pencernaan parah atau berkelanjutan harus berkonsultasi dengan dokter. Namun, untuk masalah pencernaan ringan, beberapa pengobatan rumahan dapat meringankan masalah tersebut.
Baca Juga: 10 Minuman Terburuk Untuk Usus Yang Dapat Ganggu Kesehatan Pencernaan
1. Relaksasi
Banyak orang mengalami ketidaknyamanan perut sebelum ujian atau acara besar, namun stres yang berkepanjangan dapat memengaruhi hubungan antara otak dan usus, sehingga menyebabkan masalah berkelanjutan.
Ada hubungan antara kesehatan fisik dan mental, dan mengurangi stres dapat berdampak positif pada keduanya. Luangkan waktu untuk bersantai, terutama sebelum dan sesudah makan.
2. Minum teh mint
Teh mint adalah obat rumahan untuk mual dan gangguan pencernaan. Untuk membuat teh mint sederhana. Para peneliti telah menemukan bahwa minyak peppermint dari daunnya dapat meredakan gejala sakit perut.
3. Olahraga Ringan
Olahraga ringan dapat membantu mendukung pencernaan yang sehat. Bersikap tegak dan aktif memungkinkan gravitasi membantu memindahkan makanan melalui sistem pencernaan. Misalnya, berjalan lambat di sekitar blok dapat meredakan kembung dan mengurangi rasa kenyang.
Aktivitas fisik meningkatkan aliran darah ke otot-otot sistem pencernaan, yang membantu memindahkan makanan di sepanjang saluran pencernaan.
4. Kurangi gas
Gas bisa berasal dari menelan udara saat makan atau minum. Tubuh juga menghasilkan gas saat mencerna makanan. Gas yang terperangkap di usus dapat menyebabkan kembung dan rasa tidak nyaman pada perut.
5. Cobalah makanan fermentasi
Mikroorganisme seperti bakteri telah menguraikan sebagian atau seluruh makanan fermentasi. Mikroorganisme ini bekerja mengawetkan makanan, dan juga bermanfaat bagi kesehatan usus. Bakteri muncul secara alami di usus. Beberapa membantu mencerna makanan, tetapi yang lain dapat menyebabkan masalah pencernaan jika jumlahnya terlalu banyak di dalam tubuh. Makanan fermentasi mengandung bakteri yang dapat membantu mendukung sistem pencernaan yang sehat.
Baca Juga: 5 Manfaat Jeruk Bali untuk Kesehatan, Membantu Pencernaan hingga Mendukung Kesehatan Jantung
6. Makan lebih banyak serat
Serat memiliki beragam manfaat kesehatan, mulai dari menurunkan kolesterol hingga mengurangi risiko penyakit jantung. Ini juga dapat membantu meningkatkan pencernaan dengan mengatur pergerakan usus.
Menurut Pedoman Diet untuk Orang Amerika 2020–2025, rata-rata orang dewasa harus memasukkan sekitar 30 gram serat dalam makanan harian mereka.
7. Buatlah catatan harian makanan
Membuat catatan harian tentang makanan dapat membantu mengidentifikasi penyebab masalah pencernaan. Catat setelah makan, camilan, dan minuman, soroti masalah pencernaan berikut. Kemudian, cobalah menghilangkan makanan dan minuman yang berpotensi menimbulkan masalah dari pola makan Anda untuk melihat apakah gejalanya membaik.
8. Hindari makanan pemicu
Meskipun reaksi orang berbeda-beda terhadap makanan yang berbeda, beberapa makanan dan minuman umumnya menyebabkan masalah pencernaan. Membatasi asupan ini dapat membantu meningkatkan pencernaan.
Selain itu, makanan cepat saji dan makanan siap saji mengandung banyak gula, garam, dan lemak jenuh. Mereka bisa lebih sulit dicerna oleh tubuh dan menyebabkan masalah seperti sembelit dan gas.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 7BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal


