Program Cek Kesehatan Gratis Sediakan Layanan Skrining Kesehatan Mental

AKURAT.CO Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang resmi diluncurkan pemerintah hari ini tidak hanya menawarkan pemeriksaan kesehatan fisik, tetapi juga layanan skrining kesehatan mental.
Penanggung Jawab Program CKG Puskesmas Beji, Depok, Jawa Barat, dr. Asmarini Ratnaningsih, mengungkapkan, layanan ini memang sudah tersedia di Puskesmas Beji, sehingga tidak terbatas hanya untuk peserta CKG saja.
"Skrining kesehatan mental tetap kami lakukan, tidak hanya bagi pasien CKG, tetapi juga untuk pasien umum. Bagi peserta CKG, pemeriksaan ini dilakukan sebagai bagian dari layanan kesehatan yang tersedia," ujar Asmarini saat ditemui di Puskesmas Beji, Senin (10/2/2025).
Asmarini menjelaskan, pemeriksaan kesehatan mental dilakukan melalui formulir skrining, di mana pasien diminta menjawab sejumlah pertanyaan yang bertujuan mengidentifikasi potensi gangguan kejiwaan.
Baca Juga: iSlim Luncurkan Varian Fruity di Surabaya X Beauty 2025: Sensasi Segar untuk Gaya Hidup Sehat
"Skrining dilakukan dengan memberikan pertanyaan-pertanyaan tertentu kepada pasien. Hasilnya kemudian dijumlahkan dan dikonklusikan untuk mengetahui status kesehatan mentalnya," jelasnya.
Jika dalam pemeriksaan awal ditemukan gejala yang mengkhawatirkan, pasien akan dirujuk ke psikolog untuk pemeriksaan lebih lanjut.
"Skrining awal ini dilakukan oleh tenaga kesehatan, seperti perawat dan dokter umum. Jika ditemukan indikasi gangguan mental, pasien akan dikonsultasikan ke psikolog untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut," tambahnya.
Sebagai informasi, program Cek Kesehatan Gratis (CKG) telah resmi diluncurkan oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes) pada 10 Februari 2025.
Program ini memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk mendapatkan pemeriksaan kesehatan secara gratis sebagai "kado ulang tahun".
Warga yang lahir pada bulan Januari 2025 tetap bisa mengikuti program ini hingga bulan April.
Pemeriksaan dalam program CKG dibagi menjadi tiga jenis layanan, salah satunya adalah cek kesehatan ulang tahun, yang bisa dilakukan pada saat ulang tahun atau dalam kurun waktu 30 hari setelahnya.
Baca Juga: BWF Berencana Ubah Sistem 21 Poin, Rexy Mainaky: Mereka Harusnya Memikirkan Hal Lain
Dengan adanya program ini, diharapkan masyarakat lebih peduli terhadap kesehatan diri sendiri dan semakin aktif dalam melakukan deteksi dini terhadap potensi masalah kesehatan, baik fisik maupun mental.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK






