Kemenkes Terapkan Rujukan Berbasis Kompetensi Mulai 2026, Tak Lagi Berjenjang

AKURAT.CO Kementerian Kesehatan (Kemenkes) akan memberlakukan sistem rujukan berbasis kompetensi mulai tahun 2026.
Sistem baru ini menjadi pengganti mekanisme rujukan berjenjang yang selama ini mengharuskan pasien naik tingkat dari fasilitas kesehatan tipe D, C, B, hingga A.
Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes), Dante Saksono Harbuwono, menjelaskan, melalui sistem ini, peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) bisa langsung dirujuk ke rumah sakit yang kompeten menangani kondisi medisnya, tanpa harus mengikuti urutan tingkatan rumah sakit.
“Bukan dihapus, tapi sekarang rujukannya berdasarkan kompetensi. Kalau dulu harus berjenjang dari puskesmas ke rumah sakit tipe C dulu, lalu ke tipe B, kemudian ke tipe A,” ujar Dante, Minggu (30/11/2025).
Dante menambahkan, klasifikasi rumah sakit berdasarkan tipe sejauh ini ditentukan oleh jumlah tempat tidur: rumah sakit tipe C memiliki sekitar 100 tempat tidur, tipe B sebanyak 100–200, sedangkan lebih dari 200 tempat tidur masuk kategori tipe A.
Baca Juga: Content Creator: Pengertian, Alasan Diminati Generasi Muda, dan Prospek Kariernya
Namun, dalam sistem rujukan berbasis kompetensi, yang menjadi acuan bukan lagi tipe rumah sakit, melainkan kemampuan teknis medis yang tersedia.
Ia memberi contoh, rumah sakit tipe C yang memiliki dokter bedah jantung dapat langsung menangani operasi jantung.
“Kalau rumah sakit tipe C punya dokter bedah jantung, maka operasi jantung bisa dilakukan di sana. Pasien boleh langsung ke rumah sakit tipe C dan pelayanannya dianggap setara tipe A,” jelasnya.
Dengan demikian, pembayaran klaim BPJS Kesehatan nantinya juga akan mengikuti kompetensi layanan yang diberikan rumah sakit, bukan berdasarkan tipenya.
“Klaim BPJS tetap dibayar sesuai kompetensinya, walaupun rumah sakitnya tipe C,” kata Dante.
Ia menegaskan, sistem ini memberi fleksibilitas lebih besar bagi pasien untuk mendapat layanan yang tepat sesuai indikasi medis.
“Jadi tidak berjenjang lagi. Mau langsung ke tipe C, B, atau A boleh, tergantung kondisi medisnya,” ujarnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 2Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 3Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 6Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 7BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 8Ben-Gvir Serukan Pembunuhan 30–40 Orang di Gaza Tiap Malam, Netanyahu Dikritik dari Kanan
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026








