365 Ribu ODHIV Terdeteksi, Kemenkes Fokus Tekan Penularan dan Perkuat ARV
AKURAT.CO Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menargetkan deteksi Orang dengan HIV (ODHIV) dapat mencapai 68 persen pada tahun ini.
Pelaksana Tugas Direktur Penyakit Menular Kemenkes, Prima Yosephine, menyampaikan bahwa hingga saat ini sudah terdeteksi sekitar 365.010 ODHIV, atau 65 persen dari estimasi 564 ribu orang.
“Dari sekitar 365 ribu orang itu, sudah ada 255.812 ODHIV atau 70 persen yang mendapatkan pengobatan antiretroviral (ARV),” ujar Prima di Jakarta, Senin (25/11/2025).
Ia menjelaskan, dari 255 ribu orang tersebut, sekitar 150 ribu telah menjalani pemeriksaan viral load. Hasilnya, 142 ribu orang atau 56 persen dinyatakan menjalani terapi ARV dengan viral load tersupresi.
Namun ia menegaskan perlunya pemantauan berkala agar tidak terjadi penularan kembali.
“Kami menargetkan 62 persen ODHIV dapat mencapai kondisi viral load tersupresi,” tambahnya.
Prima juga mengungkapkan bahwa estimasi jumlah ODHIV terus meningkat setiap tahun. Hal ini berbanding terbalik dengan tren penurunan angka pengobatan.
Baca Juga: Harga Emas di Pegadaian Hari Ini, 26 November 2025: Kompak Naik untuk Galeri24 dan UBS
Kelompok dengan positivity rate tertinggi tercatat pada pasangan ODHIV, pekerja dan pelanggan pekerja seksual, serta anak dari ODHIV.
“Memang tiga kelompok ini yang perlu terus kita edukasi agar mau menjalani tes sehingga bisa segera ditangani,” ujarnya.
Saat ini terdapat 13.708 fasilitas pelayanan kesehatan (Fasyankes) yang menyediakan layanan tes dan pengobatan HIV, terdiri dari 10.426 puskesmas dan 3.282 rumah sakit.
Dari jumlah tersebut, ada 12.822 Fasyankes yang menyediakan layanan konseling dan tes HIV, meliputi 9.875 puskesmas, 2.622 rumah sakit pemerintah dan swasta, serta 325 klinik di lapas, rutan, dan balai kesehatan.
Sementara itu, layanan pengobatan ARV tersedia di 6.384 Fasyankes, terdiri dari 4.624 puskesmas, 1.618 rumah sakit, dan 106 klinik.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK






