Mengenal Keloid, Bekas Luka yang Sebabkan Nyeri hingga Gatal

AKURAT.CO Luka yang tidak sembuh-sembuh meski telah berlalu bertahun-tahun bisa menjadi lebih dari sekadar bekas.
Pada banyak kasus, luka tersebut berkembang menjadi keloid, suatu bentuk jaringan parut berlebihan yang dapat menimbulkan gangguan fisik maupun psikologis.
Dalam wawancaranya dengan Harvard Health Publishing, Dr. Arash Mostaghimi, seorang dokter kulit dari Harvard Medical School, menyebutkan bahwa keloid adalah respons abnormal tubuh terhadap penyembuhan luka.
“Keloid bukan hanya gangguan kosmetik. Mereka bisa menyebabkan nyeri, gatal, dan bahkan ketidaknyamanan emosional,” ujarnya. Ia menjelaskan bahwa keloid terjadi akibat produksi kolagen berlebih di lokasi luka.
Apa Itu Keloid?
Menurut National Institutes of Health (NIH), keloid adalah jaringan parut jinak yang tumbuh melampaui batas luka aslinya.
Berbeda dengan luka hipertrofik yang biasanya akan mengecil dalam waktu 1 tahun, keloid bisa tumbuh terus bahkan bertahun-tahun setelah cedera.
Berdasarkan penelitian di Journal of the American Academy of Dermatology (JAAD), keloid dapat tetap aktif bertahun-tahun pasca-trauma, terutama jika dipicu oleh gesekan, infeksi sekunder, atau kondisi genetik.
Individu dengan kulit gelap atau riwayat keluarga keloid lebih rentan mengalami kondisi ini.
Penanganan Medis Keloid
Dalam American Academy of Dermatology (AAD), beberapa penanganan keloid yang telah terbukti secara klinis meliputi:
1. Suntikan Kortikosteroid
Triamcinolone acetonide adalah standar emas dalam penanganan keloid. Disuntikkan langsung ke jaringan keloid untuk mengurangi peradangan dan meratakan jaringan.
Dr. Jessica Wu, dermatologis asal Los Angeles, menyatakan pada Dermatology Times, “Suntikan steroid dapat memperkecil keloid hingga 50–80% setelah beberapa sesi.”
2. Cryotherapy
Menggunakan nitrogen cair untuk membekukan jaringan keloid. Efektif untuk keloid kecil.
Sesuai studi Dermatologic Surgery Journal, terapi ini lebih optimal jika dikombinasikan dengan suntikan.
3. Laser Pulsed Dye
Mengurangi kemerahan dan meratakan keloid. Digunakan dalam kombinasi dengan steroid atau terapi silikon.
4. Pembedahan Eksisi
Keloid diangkat melalui operasi, tapi sangat disarankan dikombinasikan dengan terapi lain.
British Journal of Plastic Surgery melaporkan bahwa operasi tanpa terapi tambahan memiliki tingkat kekambuhan hingga 70%.
5. Terapi Radiasi
Digunakan pasca-eksisi untuk mencegah kekambuhan. Sesuai World Journal of Clinical Oncology, radiasi dosis rendah efektif menekan pertumbuhan jaringan keloid baru.
Dr. Chike-Obi CJ dari Stanford University menekankan pentingnya pendekatan kombinasi.
“Tidak ada pengobatan tunggal yang berhasil untuk semua orang. Kombinasi adalah kunci utama mengendalikan keloid,” tulisnya dalam risetnya yang dimuat di Aesthetic Surgery Journal.
Jika Anda memiliki keloid menahun yang masih terasa gatal, sakit, atau tumbuh, jangan abaikan. Diagnosis profesional dan terapi kombinasi adalah jalan terbaik.
Berkonsultasilah dengan dokter kulit atau ahli bedah plastik yang berpengalaman agar bisa mendapatkan pendekatan medis berbasis bukti dan hasil optimal.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 2Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 3Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 6Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 7BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 8Ben-Gvir Serukan Pembunuhan 30–40 Orang di Gaza Tiap Malam, Netanyahu Dikritik dari Kanan
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026





