Apa Itu Penyakit Lyme? Simak Penyebab, Gejala, dan Pengobatannya

AKURAT.CO Penyakit Lyme adalah infeksi bakteri yang ditularkan melalui gigitan kutu yang terinfeksi, khususnya kutu rusa atau kutu kaki hitam.
Penyakit ini dapat menimbulkan gejala seperti ruam merah khas pada kulit, demam, kelelahan, hingga komplikasi serius pada sendi dan sistem saraf jika tidak segera ditangani.
Tidak hanya orang biasa, supermodel terkenal Bella Hadid juga mengidap penyakit ini sejak usia muda dan kini tengah berjuang melawan dampak Lyme disease secara serius.
Baca Juga: Link Live Streaming Dewa United vs Persebaya Surabaya Hari Ini, Jangan Sampai Ketinggalan!
Penyebab Penyakit Lyme
Penyakit Lyme disebabkan oleh bakteri Borrelia burgdorferi yang ditularkan melalui gigitan kutu jenis Ixodes scapularis dan Ixodes pacificus.
Kutu ini biasa hidup di area berumput dan berhutan, serta biasanya menempel pada hewan seperti rusa dan tikus.
Gigitan kutu harus menempel selama 36-48 jam agar bakteri bisa berpindah ke manusia.
Infeksi ini sering kali tidak disadari karena gigitan kutu bisa sangat kecil dan tidak terasa sakit.
Gejala Penyakit Lyme
Gejala awal penyakit Lyme yang khas adalah ruam berbentuk lingkaran merah seperti target di area gigitan.
Selain itu, penderita dapat mengalami demam ringan, sakit kepala, kelelahan ekstrem, serta pegal-pegal.
Jika tidak diobati, infeksi bakteri dapat menyebar dan menyebabkan nyeri sendi kronis, gangguan irama jantung, dan masalah saraf seperti mati rasa hingga kesulitan konsentrasi.
Bella Hadid mengungkapkan bahwa ia merasakan puluhan gejala yang sulit dan melumpuhkan sehari-hari akibat penyakit ini.
Pengobatan Penyakit Lyme
Pengobatan utama penyakit Lyme dilakukan dengan antibiotik oral selama minimal 14 hari.
Dalam kasus berat dengan komplikasi saraf atau jantung, terapi antibiotik intravena mungkin diperlukan.
Pengobatan tepat waktu dapat menyembuhkan penyakit ini sepenuhnya, meski ada risiko kambuh terutama jika sistem imun terganggu atau dipicu stres.
Bella Hadid saat ini menjalani perawatan intensif untuk mengelola kondisi yang dialaminya akibat Lyme disease.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 7BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal







