Waspadai Gejala Jantung dan Stroke, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini

AKURAT.CO Dalam rangka memperingati World Heart and Stroke Day, RS Premier Bintaro menggelar diskusi kesehatan di Jakarta. Kegiatan tersebut bertema "Don't Miss a Beat: Every Minute Counts" yang menyoroti pentingnya waktu dalam penanganan penyakit jantung dan stroke.
Dalam paparannya, dr. Beny Hartono menjelaskan bahwa gangguan irama jantung atau aritmia merupakan salah satu penyebab kematian mendadak. Kondisi ini sering terjadi pada usia muda dan produktif.
"Aritmia terjadi ketika sistem listrik jantung tidak berfungsi normal, menyebabkan detak jantung menjadi terlalu cepat, terlalu lambat atau tidak teratur," ujarnya, saat bincang media yang digelar di Jakarta, Selasa (4/11/2025).
Ia menambahkan, aritmia dapat menimbulkan gejala seperti jantung berdebar, pusing, sesak napas, hingga pingsan mendadak. Kondisi ini bisa membahayakan bila tidak segera ditangani dengan tepat.
Menurutnya, teknologi medis saat ini membuat penanganan dapat efektif melalui tindakan seperti kateter ablasi, pemasangan alat pacu jantung, atau implantable cardioverter defibrillator (ICD). Pemeriksaan dini seperti EKG dan tes treadmill juga penting untuk mendeteksi kelainan irama sejak awal.
Sementara itu, dr. Meidianie Camellia menegaskan bahwa waktu sangat krusial dalam penanganan stroke. Ia menambahkan bahwa tindakan trombektomi mekanik dapat diberikan hingga 24 jam pertama pada kasus tertentu.
"Setiap menit yang terbuang berarti semakin banyak sel otak yang mati. Penanganan optimal harus dilakukan dalam empat setengah jam pertama untuk pemberian terapi trombolitik," jelasnya.
Dr. Meidianie menjelaskan bahwa stroke, baik iskemik maupun hemoragik, dapat menyebabkan kelumpuhan, gangguan bicara, hingga kematian. Karena itu, deteksi dini dan penanganan cepat sangat penting untuk mempercepat pemulihan pasien.
Marketing Manager RS Premier Bintaro, Chintami Handayani, mengatakan bahwa tema "Every Minute Counts" menekankan pentingnya waktu dalam menyelamatkan nyawa pasien jantung dan stroke. Ia berharap masyarakat lebih peka terhadap gejala awal dan segera mencari pertolongan medis.
Melalui kegiatan ini, RS Premier Bintaro menegaskan bahwa penyakit jantung dan stroke masih menjadi penyebab kematian tertinggi di Indonesia. Kesadaran masyarakat terhadap gejala awal dan tindakan cepat sangat penting untuk mencegah risiko fatal.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 120 Twibbon 17 Agustus 2026 Gratis, Cocok untuk Foto Profil dan Rayakan HUT RI
- 2Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 3Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 4Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 520 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 6Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 7Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 8Meludahi Biarawati: Pelecehan Bernuansa Agama oleh Ekstremis Yahudi Menjadi Hal yang Lumrah di Yerusalem
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026





