Mengenal Keloid: Penyebab dan Cara Menghilangkannya

AKURAT.CO Keloid merupakan jaringan parut yang muncul akibat proses penyembuhan luka yang berlebihan. Kondisi ini biasanya muncul setelah seseorang mengalami luka pada bagian tubuh tertentu.
Secara fisik, keloid tampak seperti benjolan berwarna kemerahan hingga kecokelatan yang menonjol di permukaan kulit.
Meskipun tidak berbahaya dan bukan penyakit ganas, keloid kerap mengganggu penampilan dan dapat menurunkan rasa percaya diri, terutama jika muncul di area tubuh yang mudah terlihat.
Karena alasan tersebut, banyak orang mencari berbagai cara untuk menghilangkan keloid.
Lalu, apa sebenarnya penyebab keloid dan apakah kondisi ini dapat dihilangkan sepenuhnya?
Penyebab Timbulnya Keloid
Keloid terbentuk akibat produksi kolagen yang berlebihan saat proses penyembuhan luka. Penyebabnya bisa beragam, antara lain:
Baca Juga: Mengenal Sleep Apnea: Gangguan Pernapasan Saat Tidur yang Berbahaya
-
Bekas vaksinasi
-
Luka pasca operasi atau jahitan
-
Luka bakar
-
Gigitan serangga
-
Tindik atau tato pada kulit
-
Bekas jerawat
-
Bekas penyakit cacar
Tidak semua luka akan berkembang menjadi keloid. Faktor genetik dan jenis kulit juga berperan dalam meningkatkan risiko terbentuknya keloid.
Cara Menghilangkan Keloid
Penanganan keloid membutuhkan waktu dan kesabaran. Umumnya, dokter akan merekomendasikan beberapa metode berikut sesuai dengan kondisi pasien:
1. Plester Jeli Silikon
Plester atau gel silikon merupakan terapi awal yang sering digunakan. Produk ini dirancang khusus untuk membantu meratakan jaringan parut dan mengurangi ukuran keloid.
Cara penggunaannya cukup ditempelkan secara rutin pada area keloid untuk mencegah pertumbuhan lebih lanjut.
2. Suntikan Kortikosteroid
Suntikan kortikosteroid merupakan salah satu metode paling efektif dalam menangani keloid. Terapi ini dapat mengurangi peradangan dan mengecilkan ukuran keloid.
Sekitar 50–100 persen pasien menunjukkan perbaikan setelah menjalani beberapa kali suntikan.
3. Operasi Pengangkatan Keloid
Operasi menjadi pilihan bagi pasien yang menginginkan hasil lebih cepat. Namun, prosedur ini memiliki risiko keloid tumbuh kembali.
Untuk menekan risiko tersebut, dokter biasanya mengombinasikan operasi dengan suntikan kortikosteroid sebelum dan sesudah tindakan bedah.
Keloid memang tidak berbahaya, namun dapat mengganggu secara estetika. Meski tidak selalu bisa dihilangkan sepenuhnya, berbagai metode medis dapat membantu mengecilkan dan mengendalikan pertumbuhannya.
Baca Juga: Pengertian Norma Sosial dan Proses Pembentukannya dalam Masyarakat
Konsultasi dengan dokter kulit sangat dianjurkan untuk menentukan penanganan yang paling tepat sesuai kondisi masing-masing.
Semoga informasi ini bermanfaat dan membantu kamu memahami keloid dengan lebih baik.
Laporan: Okky Tri Nugroho/magang
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 7BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal









