Mengenal Body Recomposition, Cara Turunkan Lemak Tanpa Kehilangan Otot

AKURAT.CO Banyak orang merasa bingung saat ingin menurunkan berat badan. Beragam metode diet bermunculan, mulai dari pembatasan kalori ketat hingga berbagai jenis program latihan.
Namun, tidak semua pendekatan memberikan hasil yang sehat dan berkelanjutan.
Salah satu metode yang kini semakin populer adalah body recomposition. Pendekatan ini tidak sekadar menurunkan angka di timbangan, tetapi berfokus pada perubahan komposisi tubuh secara menyeluruh.
Lalu, apa itu body recomposition dan bagaimana cara kerjanya?
Apa Itu Body Recomposition?
Body recomposition adalah metode yang bertujuan mengurangi lemak tubuh sekaligus meningkatkan massa otot dalam waktu bersamaan.
Berbeda dengan diet konvensional yang hanya menargetkan penurunan berat badan, metode ini lebih memperhatikan rasio lemak dan otot sebagai indikator utama keberhasilan.
Artinya, meskipun angka di timbangan tidak turun drastis, tubuh bisa terlihat lebih ramping, padat, dan proporsional karena komposisi lemak berkurang dan massa otot meningkat.
Selain memperbaiki tampilan fisik, body recomposition juga memberikan manfaat kesehatan, antara lain:
-
Metabolisme lebih optimal – Otot membakar lebih banyak kalori, bahkan saat tubuh beristirahat.
-
Tubuh lebih kuat dan fungsional – Aktivitas harian terasa lebih ringan karena kekuatan otot meningkat.
-
Mengurangi risiko “skinny fat” – Tubuh tampak lebih kencang dan tidak hanya kurus tanpa otot.
-
Menunjang kesehatan jangka panjang – Penurunan lemak, terutama lemak visceral, membantu menekan risiko diabetes, penyakit jantung, dan peradangan kronis.
Cara Kerja Body Recomposition
Metode ini menggabungkan pengaturan nutrisi dan latihan secara seimbang. Berikut komponen utamanya:
Baca Juga: Sudah Rutin Olahraga Tapi Berat Badan Tak Turun? Ini Penyebabnya
1. Defisit Kalori Ringan
Tubuh tetap memerlukan defisit kalori untuk membakar lemak, tetapi tidak boleh berlebihan.
Defisit yang terlalu besar dapat menyebabkan tubuh kehilangan massa otot.
Karena itu, body recomposition menekankan pengurangan kalori secara moderat agar lemak berkurang tanpa mengorbankan otot.
2. Asupan Protein yang Cukup
Protein berperan penting dalam memperbaiki dan membangun jaringan otot.
Kebutuhan protein ideal berkisar 1,6–2,2 gram per kilogram berat badan per hari. Sumber protein bisa diperoleh dari ayam, ikan, telur, susu, tahu, tempe, maupun suplemen seperti whey protein jika diperlukan.
3. Latihan Beban Secara Konsisten
Latihan beban memberi sinyal kepada tubuh untuk mempertahankan dan membangun otot.
Beberapa contoh latihan efektif adalah compound exercises, seperti squat, deadlift, bench press, pull-up, dan shoulder press. Gerakan ini melibatkan banyak kelompok otot sekaligus, sehingga membantu meningkatkan kekuatan dan pembakaran energi.
4. Pola Makan Seimbang
Selain protein, tubuh juga membutuhkan karbohidrat kompleks, lemak sehat, serat, dan mikronutrien yang cukup.
Pola makan seimbang membantu menjaga energi, mendukung performa latihan, serta mempercepat pemulihan otot.
5. Konsistensi adalah Kunci
Body recomposition bukan metode instan. Prosesnya bertahap karena tubuh melakukan dua hal sekaligus: mengurangi lemak dan membangun otot.
Hasil optimal hanya dapat dicapai dengan disiplin dalam latihan, menjaga pola makan, dan menerapkan gaya hidup sehat secara konsisten.
Body recomposition merupakan pendekatan penurunan lemak yang lebih berfokus pada kualitas komposisi tubuh dibanding sekadar angka di timbangan.
Dengan defisit kalori ringan, asupan protein yang cukup, latihan beban teratur, dan konsistensi, metode ini dapat membantu membentuk tubuh yang lebih ramping, kuat, dan sehat secara berkelanjutan.
Baca Juga: Sering Makan di Luar Saat Diet? Ini Tips Agar Berat Badan Tetap Terkontrol
Laporan: Lilis Anggraeni/magang
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK







