Akurat Logo

Apa Itu Ketamin? Ini Fungsi Medis, Efek Samping, dan Dampaknya bagi Kesehatan

Nurma Nafisa Faradilla | 23 April 2026, 12:05 WIB
Apa Itu Ketamin? Ini Fungsi Medis, Efek Samping, dan Dampaknya bagi Kesehatan
Ketamin. (Ilustrasi/ Freepik)

AKURAT.CO Belakangan ini, nama ketamin menjadi sorotan setelah Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mengingatkan potensi penyalahgunaannya yang semakin meningkat. Padahal, zat ini awalnya hanya dikenal sebagai obat medis yang digunakan dalam dunia kesehatan.

Lalu, sebenarnya apa itu ketamin? Apa saja bahaya dan efek sampingnya jika disalahgunakan? Simak penjelasan lengkap berikut ini.

Apa Itu Ketamin?

Dikutip dari DEA, ketamin adalah obat anestesi (bius) yang bekerja cepat dan biasa digunakan dalam prosedur medis untuk menghilangkan rasa sakit.

Obat ini termasuk dalam kategori anestesi disosiatif, yaitu zat yang membuat seseorang merasa terlepas dari tubuh dan lingkungannya.

Dalam praktik medis, ketamin digunakan untuk:

  • Prosedur operasi ringan hingga sedang

  • Penanganan nyeri

  • Sedasi pasien

  • Terapi depresi tertentu (dalam bentuk turunan seperti esketamin)

Namun, di luar pengawasan medis, ketamin bisa menimbulkan efek halusinasi yang berbahaya.

Kenapa Ketamin Bisa Disalahgunakan?

Ketamin memiliki efek yang membuat penggunanya merasa “berada di dunia lain”. Sensasi ini sering dimanfaatkan untuk tujuan non-medis, seperti mencari euforia atau halusinasi.

Dalam penyalahgunaan, ketamin dikenal dengan berbagai julukan seperti:

  • Special K

  • K-Hole

  • Vitamin K

  • Super K

Cara penggunaannya pun beragam, mulai dari disuntikkan, dihirup dalam bentuk bubuk, hingga dicampur ke dalam minuman.

Baca Juga: Dokter Pemasok Ketamin untuk Matthew Perry Mengaku Bersalah, Ini Fakta Terbarunya

Efek Ketamin pada Tubuh

Saat digunakan tanpa pengawasan dokter, ketamin bisa memberikan efek yang cukup serius, baik secara mental maupun fisik.

1. Efek Psikologis

  • Halusinasi (melihat atau mendengar sesuatu yang tidak nyata)

  • Perasaan terputus dari realitas

  • Gangguan kognitif (sulit berpikir atau fokus)

  • Kecemasan dan depresi

  • Amnesia (tidak ingat kejadian saat penggunaan)

2. Efek Fisik

  • Pupil melebar

  • Gerakan mata tidak terkendali

  • Produksi air liur berlebih

  • Mual dan muntah

  • Kekakuan otot

Dalam beberapa kasus, pengguna juga bisa mengalami gangguan persepsi berkepanjangan (HPPD), yaitu efek visual yang bertahan lama setelah penggunaan.

Dampak Ketamin Jika Disalahgunakan

Menurut BPOM, penggunaan ketamin di luar indikasi medis dapat memicu berbagai risiko serius, antara lain:

  • Gangguan pernapasan

  • Kerusakan ginjal dan organ dalam

  • Kejang

  • Ketergantungan atau kecanduan

  • Gangguan sistem saraf

Bahkan dalam kondisi tertentu, ketamin juga pernah disalahgunakan untuk tindakan kriminal, seperti memfasilitasi kekerasan atau kejahatan seksual. Kondisi ini mendorong pemerintah untuk memperketat pengawasan serta meningkatkan edukasi kepada masyarakat.

Dengan memahami apa itu ketamin dan bahayanya, kamu bisa lebih waspada serta tidak mudah terpengaruh oleh tren berbahaya yang beredar.

Baca Juga: Tekan Peredaran Tramadol dan Ketamine, BPOM Perluas Pengawasan ke Toko Obat hingga Ritel

FAQ

1. Apakah ketamin termasuk narkoba?

Ketamin bukan narkoba dalam konteks awalnya, melainkan obat medis. Namun, karena efek halusinogeniknya, ketamin sering disalahgunakan dan diawasi ketat seperti zat berbahaya lainnya.

2. Apa efek paling berbahaya dari ketamin?

Efek paling berbahaya adalah gangguan pernapasan, kehilangan kesadaran, hingga overdosis yang bisa berujung fatal jika tidak segera ditangani.

3. Apakah ketamin bisa menyebabkan kecanduan?

Ya, penggunaan ketamin secara berulang tanpa pengawasan medis dapat menyebabkan ketergantungan baik secara fisik maupun psikologis.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.