Apa Itu Ketamin? Ini Fungsi Medis, Efek Samping, dan Dampaknya bagi Kesehatan

AKURAT.CO Belakangan ini, nama ketamin menjadi sorotan setelah Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mengingatkan potensi penyalahgunaannya yang semakin meningkat. Padahal, zat ini awalnya hanya dikenal sebagai obat medis yang digunakan dalam dunia kesehatan.
Lalu, sebenarnya apa itu ketamin? Apa saja bahaya dan efek sampingnya jika disalahgunakan? Simak penjelasan lengkap berikut ini.
Apa Itu Ketamin?
Dikutip dari DEA, ketamin adalah obat anestesi (bius) yang bekerja cepat dan biasa digunakan dalam prosedur medis untuk menghilangkan rasa sakit.
Obat ini termasuk dalam kategori anestesi disosiatif, yaitu zat yang membuat seseorang merasa terlepas dari tubuh dan lingkungannya.
Dalam praktik medis, ketamin digunakan untuk:
Prosedur operasi ringan hingga sedang
Penanganan nyeri
Sedasi pasien
Terapi depresi tertentu (dalam bentuk turunan seperti esketamin)
Namun, di luar pengawasan medis, ketamin bisa menimbulkan efek halusinasi yang berbahaya.
Kenapa Ketamin Bisa Disalahgunakan?
Ketamin memiliki efek yang membuat penggunanya merasa “berada di dunia lain”. Sensasi ini sering dimanfaatkan untuk tujuan non-medis, seperti mencari euforia atau halusinasi.
Dalam penyalahgunaan, ketamin dikenal dengan berbagai julukan seperti:
Special K
K-Hole
Vitamin K
Super K
Cara penggunaannya pun beragam, mulai dari disuntikkan, dihirup dalam bentuk bubuk, hingga dicampur ke dalam minuman.
Baca Juga: Dokter Pemasok Ketamin untuk Matthew Perry Mengaku Bersalah, Ini Fakta Terbarunya
Efek Ketamin pada Tubuh
Saat digunakan tanpa pengawasan dokter, ketamin bisa memberikan efek yang cukup serius, baik secara mental maupun fisik.
1. Efek Psikologis
Halusinasi (melihat atau mendengar sesuatu yang tidak nyata)
Perasaan terputus dari realitas
Gangguan kognitif (sulit berpikir atau fokus)
Kecemasan dan depresi
Amnesia (tidak ingat kejadian saat penggunaan)
2. Efek Fisik
Pupil melebar
Gerakan mata tidak terkendali
Produksi air liur berlebih
Mual dan muntah
Kekakuan otot
Dalam beberapa kasus, pengguna juga bisa mengalami gangguan persepsi berkepanjangan (HPPD), yaitu efek visual yang bertahan lama setelah penggunaan.
Dampak Ketamin Jika Disalahgunakan
Menurut BPOM, penggunaan ketamin di luar indikasi medis dapat memicu berbagai risiko serius, antara lain:
Gangguan pernapasan
Kerusakan ginjal dan organ dalam
Kejang
Ketergantungan atau kecanduan
Gangguan sistem saraf
Bahkan dalam kondisi tertentu, ketamin juga pernah disalahgunakan untuk tindakan kriminal, seperti memfasilitasi kekerasan atau kejahatan seksual. Kondisi ini mendorong pemerintah untuk memperketat pengawasan serta meningkatkan edukasi kepada masyarakat.
Dengan memahami apa itu ketamin dan bahayanya, kamu bisa lebih waspada serta tidak mudah terpengaruh oleh tren berbahaya yang beredar.
Baca Juga: Tekan Peredaran Tramadol dan Ketamine, BPOM Perluas Pengawasan ke Toko Obat hingga Ritel
FAQ
1. Apakah ketamin termasuk narkoba?
Ketamin bukan narkoba dalam konteks awalnya, melainkan obat medis. Namun, karena efek halusinogeniknya, ketamin sering disalahgunakan dan diawasi ketat seperti zat berbahaya lainnya.
2. Apa efek paling berbahaya dari ketamin?
Efek paling berbahaya adalah gangguan pernapasan, kehilangan kesadaran, hingga overdosis yang bisa berujung fatal jika tidak segera ditangani.
3. Apakah ketamin bisa menyebabkan kecanduan?
Ya, penggunaan ketamin secara berulang tanpa pengawasan medis dapat menyebabkan ketergantungan baik secara fisik maupun psikologis.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK






