Apa Itu OVT? Arti Bahasa Gaul yang Sering Dipakai Anak Muda dan Cara Mengatasinya

AKURAT.CO Apa itu OVT? Istilah yang belakangan ini semakin sering muncul di media sosial dan percakapan sehari-hari, terutama di kalangan anak muda.
OVT adalah singkatan dari overthinking, yaitu kondisi ketika seseorang terlalu banyak memikirkan sesuatu hingga menimbulkan rasa cemas dan lelah secara mental.
Meski terdengar sepele, kebiasaan ini bisa berdampak pada keseharian jika tidak dikendalikan dengan baik.
Lalu, apa sebenarnya OVT dan bagaimana cara mengatasinya? Simak penjelasan lengkap berikut ini.
Apa Itu OVT?
OVT merupakan singkatan dari overthinking, yaitu kondisi ketika seseorang berpikir secara berlebihan.
Dalam bahasa sederhana, OVT atau overthinking bisa diartikan sebagai “terlalu banyak mikir.”
Biasanya, kondisi ini terjadi saat seseorang terus memutar ulang suatu masalah, keputusan, atau situasi di pikirannya sampai akhirnya menimbulkan rasa cemas.
Maka dari itu, kondisi seseorang yang overthinking dapat berdampak pada kondisi mentalnya yang terasa capek.
Penyebab Muncul Overthinking
1. Terjebak di Masa Lalu (Rumination)
Ini adalah kondisi ketika seseorang terus memikirkan hal-hal yang sudah terjadi, seperti kesalahan, keputusan, atau pengalaman yang pernah dialami.
Pikiran seperti, “Kenapa aku ngomong begitu ya?” atau “Seandainya aku pilih yang lain…” sering muncul berulang-ulang dan sulit dihentikan.
2. Cemas Berlebihan soal Masa Depan (Worrying)
Bentuk ini lebih fokus pada hal-hal yang belum terjadi. Seseorang jadi sering merasa khawatir dengan kemungkinan buruk di masa depan, misalnya berpikir, “Gimana kalau gagal?” atau “Nanti orang lain bakal nilai aku gimana ya?”
Beberapa hal yang bisa memicunya antara lain:
Perfeksionisme: Keinginan untuk selalu sempurna dalam mengambil keputusan.
Pengalaman buruk (trauma): Masa lalu yang membekas dan memengaruhi cara berpikir.
Tekanan lingkungan: Bisa dari pekerjaan, hubungan, atau situasi hidup yang bikin stres.
Cara Mengatasi Overthinking
Mengatasi overthinking bukan soal berhenti mikir, tapi belajar mengendalikan arah pikiran supaya nggak berputar tanpa ujung.
Ini beberapa cara yang bisa kamu lakukan secara realistis:
1. Sadari dan Hentikan Pola Pikirnya
Saat mulai overthinking, coba tanyakan ke diri sendiri, seperti ini fakta atau cuma asumsi. Kesadaran ini penting supaya kamu tidak larut terlalu jauh dalam pikiran sendiri.
2. Batasi Waktu untuk Memikirkan Masalah
Daripada mikir terus-terusan, tentukan waktu khusus, misalnya 10–15 menit untuk memikirkan solusi.
3. Alihkan Fokus ke Hal Nyata
Overthinking sering terjadi karena kita terlalu fokus di kepala sendiri. Coba lakukan aktivitas fisik seperti jalan kaki, olahraga ringan, atau bersih-bersih.
4. Tulis Apa yang Kamu Pikirkan
Menulis bisa bantu mengeluarkan isi kepala yang penuh. Kadang setelah ditulis, kamu jadi sadar kalau yang dipikirkan tidak seburuk itu.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 7Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal








