Apakah Hantavirus Bisa Sembuh? Ini Gejala, Penyebab, dan Cara Mengobatinya

AKURAT.CO Kasus hantavirus kembali menjadi perhatian publik setelah muncul laporan wabah di kapal pesiar internasional pada Mei 2026. Virus yang dibawa hewan pengerat seperti tikus ini dikenal dapat menyebabkan gangguan serius pada paru-paru hingga ginjal. Banyak orang pun mulai bertanya, apakah hantavirus bisa sembuh dan bagaimana cara mengobatinya?
Dikutip dari World Health Organization (WHO), hantavirus merupakan kelompok virus zoonosis yang secara alami ditemukan pada hewan pengerat dan dapat menular ke manusia melalui urine, air liur, maupun kotoran tikus yang terinfeksi.
Meski tergolong langka, infeksi hantavirus bisa berbahaya apabila tidak ditangani dengan cepat. Oleh karena itu, penting untuk memahami gejala, penyebab, hingga pengobatan virus ini.
Apa Itu Hantavirus?
Berdasarkan penjelasan Centers for Disease Control and Prevention (CDC), hantavirus adalah keluarga virus yang dapat menyebabkan penyakit serius pada manusia, termasuk Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS) dan Hemorrhagic Fever with Renal Syndrome (HFRS).
Jenis HPS lebih banyak ditemukan di wilayah Amerika dan menyerang paru-paru, sedangkan HFRS umum terjadi di Eropa dan Asia dengan dampak pada ginjal serta pembuluh darah.
WHO menyebutkan bahwa tingkat kematian akibat hantavirus di wilayah Amerika bahkan bisa mencapai 50 persen pada beberapa kasus berat.
Apakah Hantavirus Bisa Sembuh?
Hantavirus bisa sembuh apabila penderita mendapatkan penanganan medis lebih awal dan kondisi tubuh mampu merespons pengobatan suportif dengan baik.
Namun, hingga saat ini belum ada obat antivirus khusus maupun vaksin resmi untuk menyembuhkan infeksi hantavirus secara spesifik.
Menurut WHO, pengobatan hantavirus lebih berfokus pada perawatan suportif seperti pemantauan intensif, pemberian oksigen, menjaga fungsi jantung dan ginjal, serta mengatasi komplikasi yang muncul.
CDC juga menjelaskan bahwa pasien dengan gangguan pernapasan berat mungkin membutuhkan bantuan alat napas atau perawatan intensif di rumah sakit. Pada kasus yang menyerang ginjal, beberapa pasien bahkan memerlukan cuci darah atau dialisis.
Baca Juga: Wabah Virus Mematikan di Kapal Pesiar, Argentina Diselidiki sebagai Sumber Penularan
Meski terdengar mengkhawatirkan, peluang sembuh tetap ada apabila penyakit terdeteksi sejak awal dan segera ditangani oleh tenaga medis.
Gejala Hantavirus yang Perlu Diwaspadai
Gejala hantavirus biasanya muncul dalam waktu satu hingga delapan minggu setelah seseorang terpapar virus.
Dikutip dari WHO dan CDC, gejala awal hantavirus sering menyerupai flu biasa sehingga kerap tidak disadari.
Beberapa gejala yang umum muncul antara lain:
Demam
Nyeri otot
Sakit kepala
Tubuh lemas
Mual dan muntah
Nyeri perut
Pusing
Menggigil
Pada kondisi yang lebih serius, penderita dapat mengalami:
Batuk
Sesak napas
Penumpukan cairan di paru-paru
Tekanan darah rendah
Gangguan ginjal
Syok
Menurut CDC, gejala berat biasanya mulai muncul sekitar empat hingga sepuluh hari setelah fase awal penyakit.
Penyebab dan Cara Penularan Hantavirus
WHO menjelaskan bahwa hantavirus menular terutama melalui kontak dengan hewan pengerat yang terinfeksi. Virus dapat masuk ke tubuh manusia saat seseorang menghirup partikel udara yang tercemar urine, air liur, atau kotoran tikus.
Selain itu, penularan juga dapat terjadi melalui:
Gigitan tikus meski jarang
Menyentuh benda yang terkontaminasi lalu menyentuh wajah
Membersihkan area penuh kotoran tikus tanpa pelindung
Risiko penularan meningkat pada orang yang sering berada di gudang, loteng, rumah kosong, area pertanian, atau tempat dengan populasi tikus tinggi.
Baca Juga: Menkes Masih Pantau Kasus Virus Hanta di Kapal MV Hondius: Kami Siapkan Screening
WHO menyebutkan bahwa penularan antarmanusia sangat jarang terjadi. Hingga kini, hanya jenis Andes virus di Amerika Selatan yang diketahui memiliki kemungkinan penularan antarmanusia dalam kontak dekat tertentu.
Cara Mengobati Hantavirus
Karena belum ada obat khusus, pengobatan hantavirus dilakukan dengan menangani gejala dan menjaga kondisi tubuh pasien tetap stabil.
Berikut beberapa langkah penanganan yang umum dilakukan:
1. Perawatan Intensif
Pasien dengan gejala berat biasanya dirawat di ICU agar kondisi paru-paru, jantung, dan ginjal dapat dipantau secara ketat.
2. Bantuan Pernapasan
Jika pasien mengalami sesak napas berat, dokter dapat memberikan oksigen tambahan atau alat bantu napas.
3. Pemberian Cairan dan Obat Pendukung
Dokter juga dapat memberikan cairan infus serta obat tertentu untuk menjaga tekanan darah dan fungsi organ tubuh.
4. Dialisis
Pada kasus HFRS yang menyebabkan gagal ginjal, pasien mungkin membutuhkan prosedur cuci darah sementara.
Cara Mencegah Hantavirus
Pencegahan hantavirus terutama dilakukan dengan mengurangi kontak dengan tikus dan menjaga kebersihan lingkungan.
Berikut beberapa langkah yang dapat kamu lakukan untuk mencegah hantavirus:
Menutup lubang masuk tikus di rumah
Menjaga kebersihan gudang dan dapur
Menyimpan makanan dalam wadah tertutup
Menggunakan sarung tangan dan masker saat membersihkan kotoran tikus
Tidak menyapu kotoran tikus dalam keadaan kering karena bisa membuat virus beterbangan di udara
Hantavirus memang termasuk penyakit langka, tetapi dapat berbahaya jika tidak ditangani dengan cepat. Meski belum ada obat khusus, penderita tetap memiliki peluang sembuh apabila mendapatkan perawatan medis sedini mungkin.
Karena virus ini banyak berkaitan dengan tikus dan lingkungan yang tidak bersih, menjaga kebersihan rumah serta menghindari kontak dengan hewan pengerat menjadi langkah penting untuk mencegah infeksi.
Baca Juga: Apa Itu Hantavirus? Virus yang Diduga Picu Kematian di Kapal Pesiar Mewah
Baca Juga: 3 Penumpang Kapal Pesiar Tewas, Kenali Fakta Hantavirus dan Cara Penularannya
FAQ
1. Virus hanta menular lewat apa?
Hantavirus menular melalui kontak dengan urine, air liur, atau kotoran tikus yang terinfeksi. Penularan biasanya terjadi saat seseorang menghirup partikel virus di udara.
2. Bagaimana cara mengobati hantavirus pada orang dewasa?
Pengobatan hantavirus dilakukan dengan perawatan suportif seperti pemberian oksigen, cairan infus, pemantauan intensif, hingga bantuan alat napas jika diperlukan.
3. Mampukah tubuh Anda melawan hantavirus?
Tubuh dapat melawan hantavirus apabila sistem imun kuat dan pasien mendapat penanganan medis lebih awal. Namun, kasus berat tetap berisiko menyebabkan komplikasi serius.
4. Ciri terkena virus tikus?
Gejala awal virus tikus seperti hantavirus meliputi demam, nyeri otot, sakit kepala, lemas, mual, dan sesak napas pada kondisi yang lebih parah.
5. Apakah hantavirus menular antarmanusia?
Sebagian besar jenis hantavirus tidak menular antarmanusia. Namun, WHO menyebut jenis Andes virus di Amerika Selatan memiliki kemungkinan penularan dalam kontak dekat tertentu.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 7Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 8Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal








