Akurat Logo

Apakah Hantavirus Bisa Sembuh? Ini Gejala, Penyebab, dan Cara Mengobatinya

Nurma Nafisa Faradilla | 7 Mei 2026, 13:42 WIB
Apakah Hantavirus Bisa Sembuh? Ini Gejala, Penyebab, dan Cara Mengobatinya
Ilustrasi penyakit hantavirus. (Freepik)

AKURAT.CO Kasus hantavirus kembali menjadi perhatian publik setelah muncul laporan wabah di kapal pesiar internasional pada Mei 2026. Virus yang dibawa hewan pengerat seperti tikus ini dikenal dapat menyebabkan gangguan serius pada paru-paru hingga ginjal. Banyak orang pun mulai bertanya, apakah hantavirus bisa sembuh dan bagaimana cara mengobatinya?

Dikutip dari World Health Organization (WHO), hantavirus merupakan kelompok virus zoonosis yang secara alami ditemukan pada hewan pengerat dan dapat menular ke manusia melalui urine, air liur, maupun kotoran tikus yang terinfeksi.

Meski tergolong langka, infeksi hantavirus bisa berbahaya apabila tidak ditangani dengan cepat. Oleh karena itu, penting untuk memahami gejala, penyebab, hingga pengobatan virus ini.

Apa Itu Hantavirus?

Berdasarkan penjelasan Centers for Disease Control and Prevention (CDC), hantavirus adalah keluarga virus yang dapat menyebabkan penyakit serius pada manusia, termasuk Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS) dan Hemorrhagic Fever with Renal Syndrome (HFRS).

Jenis HPS lebih banyak ditemukan di wilayah Amerika dan menyerang paru-paru, sedangkan HFRS umum terjadi di Eropa dan Asia dengan dampak pada ginjal serta pembuluh darah.

WHO menyebutkan bahwa tingkat kematian akibat hantavirus di wilayah Amerika bahkan bisa mencapai 50 persen pada beberapa kasus berat.

Apakah Hantavirus Bisa Sembuh?

Hantavirus bisa sembuh apabila penderita mendapatkan penanganan medis lebih awal dan kondisi tubuh mampu merespons pengobatan suportif dengan baik.

Namun, hingga saat ini belum ada obat antivirus khusus maupun vaksin resmi untuk menyembuhkan infeksi hantavirus secara spesifik.

Menurut WHO, pengobatan hantavirus lebih berfokus pada perawatan suportif seperti pemantauan intensif, pemberian oksigen, menjaga fungsi jantung dan ginjal, serta mengatasi komplikasi yang muncul.

CDC juga menjelaskan bahwa pasien dengan gangguan pernapasan berat mungkin membutuhkan bantuan alat napas atau perawatan intensif di rumah sakit. Pada kasus yang menyerang ginjal, beberapa pasien bahkan memerlukan cuci darah atau dialisis.

Baca Juga: Wabah Virus Mematikan di Kapal Pesiar, Argentina Diselidiki sebagai Sumber Penularan

Meski terdengar mengkhawatirkan, peluang sembuh tetap ada apabila penyakit terdeteksi sejak awal dan segera ditangani oleh tenaga medis.

Gejala Hantavirus yang Perlu Diwaspadai

Gejala hantavirus biasanya muncul dalam waktu satu hingga delapan minggu setelah seseorang terpapar virus.

Dikutip dari WHO dan CDC, gejala awal hantavirus sering menyerupai flu biasa sehingga kerap tidak disadari.

Beberapa gejala yang umum muncul antara lain:

  • Demam

  • Nyeri otot

  • Sakit kepala

  • Tubuh lemas

  • Mual dan muntah

  • Nyeri perut

  • Pusing

  • Menggigil

Pada kondisi yang lebih serius, penderita dapat mengalami:

  • Batuk

  • Sesak napas

  • Penumpukan cairan di paru-paru

  • Tekanan darah rendah

  • Gangguan ginjal

  • Syok

Menurut CDC, gejala berat biasanya mulai muncul sekitar empat hingga sepuluh hari setelah fase awal penyakit.

Penyebab dan Cara Penularan Hantavirus

WHO menjelaskan bahwa hantavirus menular terutama melalui kontak dengan hewan pengerat yang terinfeksi. Virus dapat masuk ke tubuh manusia saat seseorang menghirup partikel udara yang tercemar urine, air liur, atau kotoran tikus.

Selain itu, penularan juga dapat terjadi melalui:

  • Gigitan tikus meski jarang

  • Menyentuh benda yang terkontaminasi lalu menyentuh wajah

  • Membersihkan area penuh kotoran tikus tanpa pelindung

Risiko penularan meningkat pada orang yang sering berada di gudang, loteng, rumah kosong, area pertanian, atau tempat dengan populasi tikus tinggi.

Baca Juga: Menkes Masih Pantau Kasus Virus Hanta di Kapal MV Hondius: Kami Siapkan Screening

WHO menyebutkan bahwa penularan antarmanusia sangat jarang terjadi. Hingga kini, hanya jenis Andes virus di Amerika Selatan yang diketahui memiliki kemungkinan penularan antarmanusia dalam kontak dekat tertentu.

Cara Mengobati Hantavirus

Karena belum ada obat khusus, pengobatan hantavirus dilakukan dengan menangani gejala dan menjaga kondisi tubuh pasien tetap stabil.

Berikut beberapa langkah penanganan yang umum dilakukan:

1. Perawatan Intensif

Pasien dengan gejala berat biasanya dirawat di ICU agar kondisi paru-paru, jantung, dan ginjal dapat dipantau secara ketat.

2. Bantuan Pernapasan

Jika pasien mengalami sesak napas berat, dokter dapat memberikan oksigen tambahan atau alat bantu napas.

3. Pemberian Cairan dan Obat Pendukung

Dokter juga dapat memberikan cairan infus serta obat tertentu untuk menjaga tekanan darah dan fungsi organ tubuh.

4. Dialisis

Pada kasus HFRS yang menyebabkan gagal ginjal, pasien mungkin membutuhkan prosedur cuci darah sementara.

Cara Mencegah Hantavirus

Pencegahan hantavirus terutama dilakukan dengan mengurangi kontak dengan tikus dan menjaga kebersihan lingkungan.

Berikut beberapa langkah yang dapat kamu lakukan untuk mencegah hantavirus:

  • Menutup lubang masuk tikus di rumah

  • Menjaga kebersihan gudang dan dapur

  • Menyimpan makanan dalam wadah tertutup

  • Menggunakan sarung tangan dan masker saat membersihkan kotoran tikus

  • Tidak menyapu kotoran tikus dalam keadaan kering karena bisa membuat virus beterbangan di udara

Hantavirus memang termasuk penyakit langka, tetapi dapat berbahaya jika tidak ditangani dengan cepat. Meski belum ada obat khusus, penderita tetap memiliki peluang sembuh apabila mendapatkan perawatan medis sedini mungkin.

Karena virus ini banyak berkaitan dengan tikus dan lingkungan yang tidak bersih, menjaga kebersihan rumah serta menghindari kontak dengan hewan pengerat menjadi langkah penting untuk mencegah infeksi.

Baca Juga: Apa Itu Hantavirus? Virus yang Diduga Picu Kematian di Kapal Pesiar Mewah

Baca Juga: 3 Penumpang Kapal Pesiar Tewas, Kenali Fakta Hantavirus dan Cara Penularannya

FAQ

1. Virus hanta menular lewat apa?

Hantavirus menular melalui kontak dengan urine, air liur, atau kotoran tikus yang terinfeksi. Penularan biasanya terjadi saat seseorang menghirup partikel virus di udara.

2. Bagaimana cara mengobati hantavirus pada orang dewasa?

Pengobatan hantavirus dilakukan dengan perawatan suportif seperti pemberian oksigen, cairan infus, pemantauan intensif, hingga bantuan alat napas jika diperlukan.

3. Mampukah tubuh Anda melawan hantavirus?

Tubuh dapat melawan hantavirus apabila sistem imun kuat dan pasien mendapat penanganan medis lebih awal. Namun, kasus berat tetap berisiko menyebabkan komplikasi serius.

4. Ciri terkena virus tikus?

Gejala awal virus tikus seperti hantavirus meliputi demam, nyeri otot, sakit kepala, lemas, mual, dan sesak napas pada kondisi yang lebih parah.

5. Apakah hantavirus menular antarmanusia?

Sebagian besar jenis hantavirus tidak menular antarmanusia. Namun, WHO menyebut jenis Andes virus di Amerika Selatan memiliki kemungkinan penularan dalam kontak dekat tertentu.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.