Profesor Deby Vinski Jadi Pilihan Tokoh Nasional untuk Terapi Stem Cell

AKURAT.CO, Industri kesehatan Indonesia kini memasuki babak baru dalam bidang regenerative medicine.
Tren penggunaan terapi stem cell atau sel punca di dalam negeri mengalami lonjakan signifikan, bahkan mulai menggeser preferensi para tokoh nasional yang sebelumnya kerap mencari perawatan premium di luar negeri seperti Jerman, Swiss, atau Amerika Serikat.
Kepercayaan publik terhadap kualitas medis domestik kian menguat seiring dengan hadirnya fasilitas berstandar global di Jakarta.
Salah satu figur sentral di balik kemajuan ini adalah Prof. Deby Vinski, pakar sel punca sekaligus Presiden World Council of Stem Cell.
Melalui pusat layanan terpadu di Vinski Tower, dirinya menawarkan ekosistem kesehatan modern yang mencakup laboratorium, bank stem cell, hingga perawatan anti-aging.
“Indonesia memiliki sumber daya manusia dan teknologi yang tidak kalah dengan negara-negara maju. Saya percaya masyarakat Indonesia kini tidak perlu lagi pergi ke luar negeri untuk mendapatkan terapi stem cell dengan standar global. Di sini, kami menghadirkan layanan berbasis sains yang bertujuan membantu masyarakat hidup lebih sehat, lebih produktif, dan menua dengan kualitas hidup yang optimal,” ujar Prof. Deby Vinski, Minggu (10/5/2026).
Sejumlah nama besar di panggung nasional tercatat telah mempercayakan kesehatan mereka kepada Prof. Deby, di antaranya Jusuf Kalla, Mahfud MD, Surya Paloh, Guruh Soekarno Putra, hingga Fadel Muhammad.
Kehadiran para tokoh ini mempertegas bahwa teknologi regeneratif dalam negeri kini telah sejajar dengan standar internasional.
Selain fokus pada tindakan medis, Prof. Deby bersama Guruh Soekarno Putra menginisiasi Club 300.
Wadah ini menjadi forum diskusi mengenai visi masa depan di mana manusia dapat mencapai usia panjang melalui pendekatan ilmiah dan inovasi medis.
“Visi kami adalah menjadikan umur panjang bukan sekadar impian, tetapi sebuah kemungkinan ilmiah yang dapat dicapai dengan gaya hidup sehat, inovasi medis, dan teknologi regenerative medicine,” tambah Prof. Deby.
Melalui program Stemcell by Deby Vinski, fokus utama diarahkan pada peremajaan sel, pencegahan penyakit degeneratif, dan peningkatan kualitas hidup lansia.
Fenomena ini tidak hanya memperkuat posisi Indonesia dalam peta bioteknologi dunia, tetapi juga memberikan sinyal positif bagi pertumbuhan sektor medical tourism nasional di masa depan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 7Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal








