RS Premier Bintaro Edukasi Bedah Bariatrik untuk Tangani Obesitas

AKURAT.CO Obesitas kini tidak lagi dipandang sekadar masalah penampilan semata. Kondisi ini berkaitan erat dengan berbagai penyakit kronis seperti diabetes, hipertensi, penyakit jantung, hingga penurunan kualitas hidup.
Spesialis Bedah Subspesialis Bedah Digestif Konsultan, dr. Errawan Wiradisuria, menjelaskan bahwa obesitas membutuhkan penanganan medis yang tepat. Metode yang kini banyak digunakan adalah bedah bariatrik dengan teknik minimal invasif.
Salah satu prosedur yang umum dilakukan adalah Laparoscopic Sleeve Gastrectomy (LSG), yaitu operasi pemotongan sekitar 70 persen lambung. Setelah operasi dilakukan, ukuran lambung menjadi lebih kecil sehingga kapasitas makan pasien ikut berkurang.
"Satu, mengurangi kapasitas. Kedua, mengurangi jumlah hormon untuk nafsu makan," ujar dr. Errawan, saat bincang media yang digelar di Jakarta Selatan, Rabu (20/5/2026).
Ia menegaskan, operasi bariatrik bukan solusi instan untuk menurunkan berat badan. Pasien tetap harus menjalani perubahan gaya hidup secara disiplin, mulai dari menjaga pola makan hingga rutin berolahraga.
RS Premier Bintaro juga mengingatkan pentingnya dukungan keluarga dalam proses pemulihan pasien. Sebab, sekitar 30 persen pasien masih berpotensi mengalami kenaikan berat badan kembali apabila tidak menjaga pola hidup sehat setelah operasi.
"Kalau dia makannya berlebihan terus, akhirnya bisa naik lagi 30 persen," jelas dr. Errawan.
Selain membantu menurunkan berat badan, bedah bariatrik juga disebut dapat memperbaiki penyakit penyerta akibat obesitas, terutama diabetes. Beberapa pasien bahkan mengalami penurunan kebutuhan obat setelah menjalani operasi.
Selain Sleeve Gastrectomy, prosedur lain yang umum dilakukan adalah Gastric Bypass, yakni membuat kantong kecil pada lambung dan menghubungkannya langsung ke usus halus untuk membatasi jumlah makanan dan penyerapan kalori.
Meski demikian, tindakan bariatrik tidak dapat dilakukan sembarangan. Operasi ini umumnya direkomendasikan bagi pasien dengan indeks massa tubuh (BMI) di atas 35, atau BMI 30-34,9 yang sudah memiliki penyakit penyerta seperti diabetes dan hipertensi.
Melalui edukasi ini, RS Premier Bintaro berharap masyarakat memahami bahwa obesitas merupakan penyakit kronis yang membutuhkan penanganan serius. Obesitas juga tidak bisa lagi dianggap sekadar persoalan penampilan.
Dengan kombinasi tindakan medis dan pola hidup sehat, pasien diharapkan bisa memperoleh kualitas hidup yang lebih baik. Pendampingan jangka panjang juga dinilai penting untuk menjaga hasil terapi tetap optimal.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 120 Twibbon 17 Agustus 2026 Gratis, Cocok untuk Foto Profil dan Rayakan HUT RI
- 2Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 3Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 6Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 7Meludahi Biarawati: Pelecehan Bernuansa Agama oleh Ekstremis Yahudi Menjadi Hal yang Lumrah di Yerusalem
- 8BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026







