Bagaimana Vaksin Bekerja Melindungi Tubuh dari Penyakit? Penjelasan Lengkap dan Manfaatnya

AKURAT.CO Vaksin merupakan salah satu inovasi medis paling penting dalam sejarah manusia.
Berkat vaksin, berbagai penyakit berbahaya seperti polio, campak, dan cacar dapat dicegah. Namun, masih banyak orang yang belum memahami bagaimana vaksin bekerja melindungi tubuh dari penyakit. Berikut penjelasannya!
Baca Juga: Megawati Bahas Kerja Sama Kesehatan dengan Dubes Kuba, Singgung Vaksin Halal hingga Obat Kanker
Apa Itu Vaksin?
Dilansir dari Bio Farma, vaksin adalah zat yang dibuat dari mikroorganisme seperti virus atau bakteri yang telah dilemahkan atau dimatikan.
Saat diberikan kepada individu yang sehat, vaksin berfungsi untuk merangsang sistem kekebalan tubuh agar menghasilkan antibodi khusus terhadap mikroorganisme tersebut.
Jenis-jenis Vaksin
Vaksin Mati (Inaktif)
Vaksin ini mengandung virus atau bakteri yang sudah dimatikan melalui panas, bahan kimia, atau radiasi. Meskipun tidak bisa berkembang biak, mikroorganisme tersebut tetap mampu memicu kekebalan tubuh tanpa menyebabkan infeksi.
Karena respons imun yang dihasilkan tidak terlalu kuat, vaksin ini biasanya memerlukan suntikan ulang (booster). Contohnya vaksin polio, flu, DPT, hepatitis A, dan tifoid.
Vaksin Hidup (Dilemahkan)
Vaksin hidup berisi virus atau bakteri yang dilemahkan sehingga tidak menimbulkan penyakit, tetapi tetap bisa menstimulasi kekebalan tubuh dengan baik. Jenis ini memberi perlindungan lebih lama, bahkan bisa seumur hidup. Namun, vaksin ini tidak disarankan untuk orang dengan sistem imun lemah. Contohnya vaksin BCG, MMR, rotavirus, dan cacar air.
Vaksin Toksoid
Dibuat dari racun bakteri yang telah diolah agar tidak berbahaya, vaksin toksoid melatih tubuh membentuk kekebalan terhadap racun tersebut. Contohnya vaksin tetanus dan difteri.
Vaksin Vektor Virus
Jenis vaksin ini memakai virus lain yang tidak berbahaya sebagai pembawa gen dari virus target, untuk menstimulasi kekebalan tubuh. Contohnya vaksin COVID-19 AstraZeneca dan Johnson & Johnson.
Vaksin mRNA
Vaksin mRNA menggunakan potongan genetik virus (protein mRNA) untuk merangsang sistem imun. Jenis ini digunakan pada vaksin COVID-19 seperti Pfizer dan Moderna.
Vaksin Subunit
Berisi bagian tertentu dari virus atau bakteri, seperti protein pada lapisan luarnya, yang cukup untuk memicu respons imun tanpa menimbulkan infeksi. Contohnya vaksin HPV, Hib, pneumonia, dan meningitis.
Baca Juga: Vaksin Campak pada Anak Dimulai Pada Umur Berapa? Panduan Lengkap untuk Orang Tua
Manfaat Vaksin bagi Tubuh Manusia
Mencegah Penularan Penyakit Berbahaya
Pemberian vaksin adalah langkah pencegahan yang efektif terhadap berbagai penyakit menular. Saat seseorang telah memiliki kekebalan, risiko tertular dan menularkan penyakit kepada orang lain akan berkurang.
Meningkatkan Daya Tahan Tubuh terhadap Infeksi
Melalui vaksinasi, tubuh dilatih untuk mengenali dan melawan mikroorganisme penyebab penyakit. Vaksin menstimulasi pembentukan antibodi serta sel kekebalan seperti sel T, yang berfungsi melindungi tubuh saat terpapar virus atau bakteri di kemudian hari.
Menekan Risiko Komplikasi Serius dan Kematian
Vaksin berperan besar dalam mencegah penyakit yang dapat menyebabkan cacat permanen atau bahkan kematian. Dengan vaksinasi, potensi munculnya komplikasi berat akibat penyakit dapat ditekan secara signifikan.
Menghemat Waktu dan Biaya
Vaksinasi termasuk langkah pencegahan yang sangat efisien dan ekonomis. Dengan mendapatkan vaksin, seseorang bisa terhindar dari penyakit serius yang berpotensi menimbulkan biaya pengobatan tinggi dan masa pemulihan yang lama.
Membangun Perlindungan Bersama Lewat Kekebalan
Vaksinasi tidak hanya melindungi diri sendiri, tetapi juga orang lain. Saat banyak orang divaksin, penyebaran penyakit menular bisa ditekan sehingga mereka yang tidak bisa divaksin tetap terlindungi.
Cara Kerja Vaksin dalam Melindungi Tubuh
Dilansir dari Vaccination, kandungan mikroorganisme yang ada di dalam vaksin biasanya akan dilemahkan atau dimatikan, atau sebagian kecil komponennya yang dikenal sebagai antigen. Ketika vaksin masuk ke tubuh, sistem imun akan mengenali antigen tersebut sebagai zat asing.
Tubuh kemudian membentuk antibodi dan menyimpan ingatan imunitas terhadap virus atau bakteri itu.
Jadi, ketika seseorang terpapar patogen (virus, bakteri, parasit, atau jamur penyebab penyakit) yang sama di kemudian hari, sistem kekebalan tubuh akan segera merespons dengan cepat, memproduksi antibodi, dan menghancurkan penyebab infeksi sebelum penyakit berkembang.
Sebaliknya, jika seseorang memperoleh kekebalan karena pernah terinfeksi langsung, mereka berisiko mengalami gejala berat dan bisa menularkan penyakit kepada orang lain.
Karena itu, vaksinasi menjadi cara yang jauh lebih aman untuk membentuk kekebalan tubuh.
Vaksin merupakan inovasi medis yang berperan besar dalam menjaga kesehatan masyarakat.
Melalui proses imunisasi, tubuh dilatih untuk mengenali dan melawan virus atau bakteri penyebab penyakit tanpa harus terinfeksi terlebih dahulu.
Selain melindungi individu, vaksin juga membantu membentuk kekebalan kelompok yang mampu menekan penyebaran penyakit di masyarakat.
Dengan memahami cara kerja, jenis, dan manfaat vaksin, diharapkan masyarakat semakin sadar akan pentingnya vaksinasi sebagai langkah pencegahan yang aman, efektif, dan hemat biaya untuk menciptakan generasi yang lebih sehat dan terlindungi dari berbagai penyakit berbahaya.
Shera Amalia Ghaitsa (Magang)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 2Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 3Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 6Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 7BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 8Ben-Gvir Serukan Pembunuhan 30–40 Orang di Gaza Tiap Malam, Netanyahu Dikritik dari Kanan
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026








