Akurat Logo

Cara Menurunkan Dosis Insulin dengan Tepat agar Gula Darah Tetap Stabil

Redaksi Akurat | 13 Juni 2026, 14:27 WIB
Cara Menurunkan Dosis Insulin dengan Tepat agar Gula Darah Tetap Stabil
Insulin Sumber: RS Darmo Surabaya

AKURAT.CO Menurunkan dosis insulin tidak bisa dilakukan secara sembarangan.

Kesalahan dalam menurunkan dosis bisa menyebabkan masalah yang serius. Lalu, bagaimana cara menurunkan dosis insulin dengan aman? Berikut penjelasan lengkapnya.

Baca Juga: Overdosis Insulin: Gejala, Penyebab, dan Cara Mengatasinya dengan Tepat

Apa Itu Insulin?

Dilansir dari Diabete, insulin merupakan hormon alami yang diproduksi oleh pankreas, tepatnya oleh sel beta yang berada di dalam pulau Langerhans.

Fungsi utama hormon ini adalah membantu glukosa masuk ke dalam sel-sel tubuh agar dapat digunakan sebagai sumber energi atau disimpan untuk kebutuhan energi di kemudian hari.

Bagaimana Cara Insulin Bekerja?

Insulin bekerja dengan cara memindahkan glukosa dari darah ke sel-sel di tubuh. Hal ini dikarenakan semua sel yang ada di tubuh memerlukan energi yang berasal dari glukosa.

Dengan insulin, glukosa dapat keluar dari aliran darah dan masuk ke dalam sel untuk digunakan sebagai sumber energi.

Jika jumlah insulin tidak mencukupi, glukosa tidak dapat masuk ke sel dan akhirnya menumpuk di dalam darah. Kondisi ini mengakibatkan kadar gula darah meningkat dan memicu terjadinya diabetes.

Cara Menurunkan Kadar Insulin dengan Aman

Menurunkan Kadar Karbohidrat dalam Makanan

Karbohidrat memiliki kadar gula yang paling banyak, sehingga jika ingin menurunkan kadar insulin, sangat disarankan untuk mengkonsumsi makanan yang rendah karbohidrat. Selain itu, makanannya juga harus seimbang dengan protein dan serat. Jangan lupa untuk menghindari junk food dan minuman atau makanan yang manis.

Metode Piring Diabetes

Dilansir dari Health, metode ini akan membantu menjaga porsi dan keseimbangan antara sayuran, protein, serta karbohidrat agar kadar gula darah tetap stabil. Berikut metodenya:

Setengah bagian piring diisi dengan sayuran nontepung, seperti brokoli, wortel, kembang kol, paprika, jamur, kacang panjang, sayuran hijau, atau campuran salad segar.

Seperempat bagian piring diisi dengan sumber protein rendah lemak, misalnya daging ayam tanpa kulit, ikan, telur, tahu, atau tempe.

Seperempat bagian terakhir diisi dengan karbohidrat kompleks, seperti beras merah, ubi jalar, oatmeal, quinoa, kacang-kacangan, polong-polongan, buah-buahan, atau produk susu rendah lemak.

Rutin Berolahraga

Aktivitas fisik membantu meningkatkan sensitivitas insulin, artinya tubuh bisa menggunakan insulin lebih efisien. Latihan seperti jalan cepat, bersepeda, atau berenang selama 30 menit per hari dapat membantu menurunkan kebutuhan insulin.

Tidur dan Kelola Stres dengan Baik

Kurang tidur dan stres dapat meningkatkan kadar hormon kortisol yang menyebabkan resistensi insulin. Pastikan untuk tidur cukup (7–8 jam per malam) dan lakukan aktivitas relaksasi seperti meditasi, membaca, atau mendengarkan musik untuk membantu menjaga kestabilan gula darah.

Lakukan Intermitten Fasting

Jika kita memberi jeda makan yang lebih panjang melalui intermiten fasting atau dengan membatasi waktu makan dapat membantu pankreas beristirahat sejenak dan menurunkan kadar insulin ke tingkat yang lebih normal dan sehat. Hal ini dikarenakan saat makan terlalu sering dalam sehari, terutama dengan makanan tinggi karbohidrat, pankreas harus terus bekerja memproduksi insulin untuk mengolah kelebihan gula dalam darah.

Perbanyak Konsumsi Serat

Makanan yang memiliki serat adalah sayuran, buah-buahan, kacang-kacangan, dan biji-bijian. Serat dapat membuat tubuh akan lebih cepat merasa kenyang dan mengurangi kalori sehingga berat badan bisa berkurang. Dengan berkurangnya berat badan dapat menurunkan resistensi insulin.

Menempuh Operasi untuk Menurunkan Berat Badan

Dalam beberapa kasus, operasi bariatrik atau prosedur bedah penurunan berat badan dapat menjadi alternatif bagi individu yang kesulitan menurunkan berat badan melalui pola makan sehat dan aktivitas fisik saja. Tindakan ini biasanya direkomendasikan bagi mereka yang memiliki obesitas berat atau kondisi kesehatan tertentu yang dipicu oleh kelebihan berat badan.

Menurunkan dosis atau kadar insulin dibutuhkan perubahan gaya hidup yang menyeluruh, mulai dari mengatur pola makan, berolahraga secara teratur, mengelola stres, hingga menerapkan pola tidur yang cukup.

Dengan pendekatan yang tepat, kadar insulin dalam tubuh dapat menurun secara alami, kadar gula darah lebih stabil, serta risiko komplikasi diabetes bisa dikurangi.

Shera Amalia Ghaitsa (Magang)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

R
R