Akurat Logo

Kenali Proses Terbentuknya Batu Ginjal dan Cara Menghindarinya

Redaksi Akurat | 13 Juni 2026, 20:10 WIB
Kenali Proses Terbentuknya Batu Ginjal dan Cara Menghindarinya
Ginjal

AKURAT.CO Batu ginjal adalah salah satu masalah kesehatan yang cukup sering dialami banyak orang.

Penyakit ini muncul ketika zat-zat tertentu di dalam urine menumpuk dan mengkristal sehingga membentuk batu kecil.

Jika tidak ditangani, batu ginjal bisa menimbulkan rasa sakit yang parah hingga komplikasi serius.

Oleh karena itu, penting untuk memahami proses terbentuknya batu ginjal dan cara mencegahnya sejak awal agar tidak muncul penyakit berbahaya di masa depan.

Baca Juga: Cara Membersihkan Ginjal Secara Alami dengan Minuman dan Makanan Sehat

Proses Terbentuknya Batu Ginjal

Batu ginjal terbentuk melalui proses yang cukup kompleks dan erat kaitannya dengan sifat urine dalam saluran kemih. Ketika urine terlalu pekat atau berada dalam kondisi supersaturasi, zat-zat seperti mineral dan garam tidak dapat larut sempurna.

Kristal-kristal kecil pun mulai terbentuk dan menempel pada dinding saluran kemih. Kondisi ini adalah awal dari proses terbentuknya batu ginjal.

Jika dinding saluran kemih mengalami lesi atau luka kecil, maka sel epitel yang rusak, lendir, nanah, atau bahkan sel darah merah dapat ikut terlepas. Bagian-bagian ini kemudian berperan sebagai inti batu ginjal.

Seiring berjalannya waktu, inti tersebut menjadi tempat menempelnya garam dan mineral lain seperti kalsium, asam urat, maupun sistin. Proses agregasi atau penggumpalan kristal terus berlangsung, membentuk deposit mineral keras yang semakin lama semakin membesar.

Batu ginjal yang awalnya berukuran sangat kecil dapat tumbuh menjadi lebih besar dengan permukaan yang bervariasi, ada yang halus dan ada pula yang tajam.

Pada tahap awal, batu berukuran kecil terkadang bisa keluar sendiri secara alami melalui urine.

Batu dengan ukuran sekitar empat hingga enam milimeter memiliki kemungkinan besar keluar tanpa intervensi medis dalam kurun waktu sekitar satu setengah bulan.

Akan tetapi, jika ukurannya lebih besar, biasanya batu ginjal tidak dapat keluar dengan sendirinya dan membutuhkan tindakan medis, mulai dari pemberian obat hingga prosedur penghancuran atau pengangkatan batu.

Penyebab Batu Ginjal

Kurang Minum Air

Air putih sangat penting untuk mencegah terjadinya penyakit batu ginjal. Dengan banyak minum air putih, produksi air seni akan lebih banyak sehingga kemungkinan untuk terbentuknya batu ginjal akibat mineral yang tidak terlarut dalam air seni berkurang.

Obesitas

Memiliki Indeks Massa Tubuh (BMI) dan ukuran pinggang yang lebih besar menurut para peneliti bisa dapat meningkatkan risiko terkena penyakit batu ginjal.

Riwayat Penyakit Keturunan atau Pribadi

Jika seseorang dari keluarga memiliki penyakit batu ginjal, maka kemungkinan keturunannya pun dapat terkena penyakit ini. Dan jika pernah memiliki riwayat penyakit batu ginjal juga meningkatkan kemungkinan terkena penyakit batu ginjal lagi.

Diet

Beberapa makanan yang sering dijadikan makanan untuk diet mengandung oksalat, seperti bayam, kopi, cokelat, ubi jalar, dan kedelai. Tak hanya itu, diet yang tinggi natrium juga dapat meningkatkan risiko terkena batu ginjal. Makanan tinggi natrium yaitu makanan beku, sayuran dan sup kalengan, daging dan juga saus.

Obat-obatan

Terdapat beberapa jenis obat-obatan yang dapat menjadi penyebab penyakit batu ginjal, yaitu antasida berbasis kalsium, steroid, dan obat anti-kejang.

Jenis-jenis Batu Ginjal

Ada beberapa jenis batu ginjal yang umum terjadi, dan masing-masing memiliki penyebab yang berbeda. Mengetahui jenisnya akan membantu menentukan cara pencegahan yang tepat agar risiko kambuh bisa dikurangi. Berikut penjelasannya:

Batu Kalsium

Ini adalah jenis batu ginjal yang paling sering ditemukan. Biasanya berbentuk kalsium oksalat, yaitu zat yang diproduksi secara alami oleh hati atau diserap dari makanan. Batu kalsium juga dapat terbentuk akibat efek samping obat tertentu, misalnya obat untuk migrain atau kejang.

Batu Asam Urat

Jenis batu ini sering dialami oleh orang yang mengalami kehilangan cairan dalam jumlah besar, misalnya karena diare kronis atau masalah penyerapan makanan. Konsumsi makanan tinggi protein, penyakit diabetes, dan sindrom metabolik juga meningkatkan risiko terbentuknya batu asam urat. Faktor keturunan turut berperan dalam pembentukannya.

Batu Sistin

Batu sistin jarang terjadi dan biasanya dipicu oleh kelainan genetik bernama cystinuria. Kondisi ini menyebabkan ginjal mengeluarkan terlalu banyak asam amino tertentu sehingga terbentuk kristal yang berkembang menjadi batu ginjal.

Batu Struvite

Batu struvite terbentuk karena adanya infeksi saluran kemih. Pertumbuhannya bisa sangat cepat dan ukurannya bisa menjadi besar, bahkan kadang tanpa disertai gejala berarti.

Gejala Batu Ginjal

Batu ginjal tidak selalu menimbulkan gejala sejak awal. Keluhan biasanya baru terasa ketika batu mulai bergerak di saluran kemih untuk keluar dari tubuh. Bahkan batu yang berukuran kecil sekalipun dapat memicu rasa sakit, terutama di area punggung bawah. Jika batu menyumbat aliran urine, berbagai tanda berikut bisa muncul:

  • Nyeri hebat dan tajam di pinggang, punggung bawah, atau di bawah tulang rusuk

  • Sensasi terbakar atau perih saat buang air kecil (anyang-anyangan)

  • Rasa sakit yang menjalar hingga ke perut bagian bawah dan selangkangan

  • Urine berwarna merah muda, kemerahan, atau kecokelatan serta berbau tak sedap

  • Frekuensi buang air kecil meningkat meski jumlah urine sedikit

  • Mual dan muntah

  • Demam dan menggigil

Cara Mencegah Batu Ginjal Secara Alami

Untuk mengurangi risiko terbentuknya batu ginjal, ada beberapa langkah pencegahan yang bisa dilakukan:

Perbanyak Minum Air Putih

Konsumsi setidaknya 2–3 liter air per hari untuk membantu mengencerkan urine dan mencegah terbentuknya kristal.

Batasi Makanan Tinggi Garam dan Protein Hewani

Kadar garam yang berlebihan dalam urine dapat mengganggu proses penyerapan kalsium di tubuh. Kondisi ini akhirnya membuat kalsium menumpuk di saluran kemih dan memicu terbentuknya batu ginjal. Kurangi konsumsi daging merah, seafood, serta makanan olahan tinggi garam agar kadar mineral dalam urine tetap seimbang.

Perbanyak Makanan Tinggi Kalsium

Makanan tinggi kalsium seperti bayam, brokoli, bok choy, ikan salmon, dan ikan sarden merupakan makanan yang baik untuk kesehatan ginjal.

Batasi Minuman Bersoda dan Berkafein

Minuman ini dapat meningkatkan kadar kalsium dan oksalat dalam urine, yang menjadi penyebab batu ginjal.

Kontrol Berat Badan

Obesitas meningkatkan risiko batu ginjal. Menjalani pola hidup sehat dengan olahraga teratur sangat penting untuk pencegahan.

Batu ginjal terjadi akibat penumpukan mineral dalam urine yang membentuk kristal keras.

Kondisi ini bisa menimbulkan nyeri hebat dan komplikasi jika dibiarkan. Risiko meningkat karena kurang minum air, pola makan tinggi garam atau protein, obesitas, hingga riwayat keluarga.

Pencegahan terbaik adalah menjaga hidrasi, pola makan sehat, dan mengontrol berat badan.

Shera Amalia Ghaitsa (Magang)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

R
R