Akurat Logo

Tips Melakukan Fogging Demam Berdarah Secara Mandiri dengan Aman dan Efektif

Redaksi Akurat | 15 Juni 2026, 22:22 WIB
Tips Melakukan Fogging Demam Berdarah Secara Mandiri dengan Aman dan Efektif
Fogging

AKURAT.CO Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan salah satu penyakit menular yang masih menjadi ancaman serius di berbagai wilayah, terutama di daerah tropis seperti Indonesia.

Penyakit ini disebabkan oleh virus dengue yang dibawa oleh nyamuk Aedes aegypti, dan penyebarannya dapat berlangsung sangat cepat, terutama pada musim hujan ketika genangan air menjadi tempat ideal bagi nyamuk berkembang biak.

Salah satu upaya yang sering dilakukan masyarakat untuk mencegah penyebaran DBD adalah fogging atau pengasapan, yaitu penyemprotan insektisida ke udara untuk membunuh nyamuk dewasa pembawa virus dengue.

Biasanya, kegiatan fogging dilakukan oleh petugas kesehatan atau pihak kelurahan. Namun, dalam situasi tertentumis, alnya ketika kasus meningkat di lingkungan sekitar dan belum ada jadwal fogging resmi, masyarakat dapat melakukan fogging mandiri sebagai langkah pencegahan sementara.

Baca Juga: Soroti Penanganan DBD di Jakarta, DPRD: Fogging Baru Dilakukan Jika Sudah Ada Korban

Meski terlihat sederhana, fogging tidak boleh dilakukan secara sembarangan.

Penggunaan bahan kimia yang salah atau pelaksanaan yang tidak sesuai prosedur justru bisa membahayakan kesehatan manusia dan lingkungan.

Karena itu, penting untuk memahami bagaimana cara melakukan fogging demam berdarah secara aman, efektif, dan bertanggung jawab.

Berikut beberapa tips yang bisa menjadi panduan.

Gunakan Insektisida yang Tepat

Langkah pertama sebelum melakukan fogging mandiri adalah memastikan jenis insektisida yang digunakan sesuai standar kesehatan.

Gunakan insektisida yang mengandung bahan aktif seperti malathion atau cypermethrin, yang direkomendasikan untuk pengendalian nyamuk Aedes aegypti.

Pastikan produk tersebut memiliki izin resmi dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) atau BPOM.

Hindari membeli bahan kimia dari sumber tidak jelas karena bisa berbahaya bagi manusia, hewan peliharaan, dan tumbuhan.

Siapkan Alat Fogging dengan Benar

Alat fogging harus dalam kondisi baik dan sesuai standar. Ada dua jenis alat yang umum digunakan:

  • Thermal fogger: menggunakan bahan bakar dan menghasilkan asap panas.

  • Cold fogger (ULV): menggunakan semprotan halus tanpa panas, lebih aman untuk lingkungan dalam ruangan.

  • Pastikan semua komponen alat, seperti tangki, selang, dan nozel bersih dan tidak tersumbat. Jika memungkinkan, pelajari cara penggunaannya terlebih dahulu dari petugas kesehatan atau teknisi berpengalaman agar hasilnya maksimal.

Pilih Waktu yang Tepat untuk Fogging

Fogging sebaiknya dilakukan pada waktu nyamuk Aedes aegypti aktif menggigit, yaitu pada pagi hari sekitar pukul 06.00–09.00 atau sore hari pukul 16.00–18.00.

Melakukan fogging di luar waktu tersebut tidak akan efektif, karena nyamuk biasanya bersembunyi dan aktivitasnya berkurang.

Pastikan juga cuaca sedang cerah dan tidak berangin kencang, agar asap fogging bisa menyebar merata ke seluruh area.

Lindungi Diri Saat Melakukan Fogging

Keamanan diri adalah hal utama. Saat melakukan fogging mandiri, gunakan alat pelindung diri (APD) seperti:

  • Masker atau respirator

  • Sarung tangan

  • Kacamata pelindung

  • Pakaian lengan panjang dan celana panjang

  • Hindari menghirup asap secara langsung, dan jangan melakukan fogging di dalam ruangan tertutup tanpa ventilasi yang cukup.

  • Setelah selesai, segera ganti pakaian dan cuci tangan serta wajah untuk menghindari paparan bahan kimia.

Pindahkan Anak-anak, Lansia, dan Hewan Peliharaan

Sebelum fogging dilakukan, pastikan semua penghuni rumah keluar sementara, terutama anak-anak, lansia, ibu hamil, dan hewan peliharaan. Mereka lebih sensitif terhadap paparan insektisida. Tutup semua makanan, air minum, serta peralatan makan agar tidak terkontaminasi asap fogging.

Fokus pada Area yang Berpotensi Menjadi Sarang Nyamuk

Fogging hanya membunuh nyamuk dewasa, bukan larva atau telur. Oleh karena itu, semprotkan asap ke area-area tempat nyamuk sering bersembunyi seperti:

  1. Kolong meja, lemari, dan tempat gelap di rumah

  2. Selokan atau tumpukan barang bekas

  3. Pekarangan, semak, dan area sekitar genangan air

  4. Dalam dan sekitar kamar mandi

Lakukan penyemprotan secara merata selama beberapa menit di setiap area.

Tetap Lakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN)

Fogging bukan solusi tunggal. Setelah fogging selesai, lanjutkan dengan gerakan 3M Plus:

  • Menguras tempat penampungan air secara rutin

  • Menutup wadah air agar tidak jadi tempat nyamuk bertelur

  • Mengubur barang bekas yang bisa menampung air hujan

Plus: menabur larvasida, memasang kelambu, dan menjaga kebersihan lingkungan.

Tanpa PSN, nyamuk baru akan terus muncul dan menyebabkan siklus DBD berulang.

Lakukan Fogging Ulang Jika Diperlukan

Untuk memutus siklus hidup nyamuk secara efektif, fogging perlu dilakukan dua kali dengan jarak sekitar 7–10 hari.

Hal ini karena telur nyamuk yang belum menetas pada fogging pertama akan menjadi nyamuk dewasa beberapa hari kemudian.

Fogging kedua memastikan populasi baru ini ikut terbasmi.

Melakukan fogging mandiri untuk mencegah demam berdarah bisa menjadi langkah cepat dan bermanfaat, asalkan dilakukan dengan cara yang benar dan aman.

Penggunaan insektisida yang tepat, waktu penyemprotan yang sesuai, serta perlindungan diri yang baik akan menentukan efektivitas kegiatan ini.

Namun, perlu diingat bahwa fogging hanyalah langkah sementara, bukan solusi utama.

Pencegahan yang paling efektif tetap berasal dari menjaga kebersihan lingkungan dan menghilangkan tempat berkembang biaknya nyamuk.

Dengan kombinasi antara fogging yang bijak dan kebiasaan hidup bersih, masyarakat dapat berperan aktif dalam menekan penyebaran penyakit demam berdarah di lingkungan sekitar.

Bunga Adinda (Magang)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

R
R