Konsisten Tingkatkan Imunitas, BRMP TROA Kementan Kenalkan Jahira, Varietas Jahe Merah Premium

AKURAT.CO Masih ingat masa-masa pandemi COVID-19 saat semua orang berburu empon-empon? Nah, pamor jahe merah kini kembali melejit di dunia pengobatan alami.
Bukan cuma sekadar penghangat badan atau pereda masuk angin biasa, rempah asli Nusantara ini siap naik kelas ke panggung internasional lewat sebuah varietas unggulan bernama Jahira.
Kehadiran klon Zingiber officinale var. rubrum hasil pemuliaan nasional ini menjadi jawaban telak buat pasar modern yang mendambakan solusi herbal premium berstandar industri.
Selama ini, kita mungkin mengira semua jahe merah itu sama. Faktanya, kualitas yang beredar di masyarakat sangat beragam.
Baca Juga: Permintaan Tinggi, Pemprov Babel Mulai Kembangkan Budi Daya Jahe Merah
Hal ini ditegaskan oleh Kepala BRMP TROA (Balai Perakitan dan Pengujian Tanaman Rempah, Obat, dan Aromatik) Kementerian Pertanian, Prima Luna, S.TP, M.Si, PhD, yang merupakan pakar di bidang Food and Nutritional Sciences.
"Tanaman obat seperti jahe merah harus memiliki informasi lengkap mengenai asal benih dan jenisnya, karena hal ini pasti akan memengaruhi kandungan komponen aktif hingga morfologi tanamannya," ujar Prima Luna, Selasa (30/6/2026).
Di sinilah Jahira mengambil peran. Dikembangkan lewat riset agronomis yang ketat oleh Kementerian Pertanian, Jahira dirancang khusus untuk mengakhiri kegalauan industri akan fluktuasi zat aktif pada jahe biasa.
Klon ini memiliki kadar flavonoid, kapasitas antioksidan, serta senyawa bioaktif seperti gingerol, shogaol, paradol, dan zingerone yang jauh lebih tinggi dan konsisten.
"Keunggulan Jahira 2 secara spesifik terletak pada tingkat kadar gingerolnya yang sangat tinggi. Komponen aktif ini sangat baik dan efektif untuk meningkatkan daya tahan tubuh serta memberikan efek termogenik atau rasa hangat yang konsisten bagi tubuh, sehingga baik digunakan untuk melegakan gejala masuk angin," papar Prima Luna.
Tak hanya unggul di laboratorium, hilirisasi varietas Jahira ini diharapkan mampu memangkas ketergantungan industri farmasi dalam negeri terhadap bahan baku impor.
Demi mewujudkan kemandirian farmasi tersebut, BRMP TROA kini membuka pintu selebar-lebarnya bagi akademisi, pelaku industri, hingga masyarakat luas untuk berkolaborasi.
"Kami punya banyak layanan, ada layanan pengujian, layanan kunjungan jadi punya petak pamer kalau mau melihat lebih dekat dengan tanaman obat yang tadi saya sebutkan 400 jenis, juga ada layanan kerjasama dan layanan perakitan," kata Prima Luna memaparkan kesiapan fasilitasnya.
Melalui fasilitas ini, mahasiswa bisa magang, akademisi bisa meneliti, dan pelaku industri bisa menguji kandungan tanaman obat untuk menciptakan produk herbal modern yang siap bersaing global.
Dengan identitas murni "asli Indonesia," Jahira tidak hanya diproyeksikan sebagai komoditas pertanian, melainkan juga sebagai alat diplomasi budaya dan ekonomi kreatif.
Jika dikemas dengan apik bersama sektor pariwisata, produk berbasis Jahira bisa menjadi buah tangan premium bagi wisatawan mancanegara.
Prima Luna pun optimistis bahwa inovasi lokal ini mampu membawa nama Indonesia sejajar dengan negara-negara raksasa herbal lainnya.
"Kami di BRMP TROA sangat bangga jika ada pihak perusahaan atau industri yang mau bergerak memanfaatkan hasil inovasi ini. Jahira merupakan jahe merah unggul Indonesia, dan jalinan kerja sama serta pemanfaatan oleh sektor industri akan menjadi langkah yang sangat luar biasa dalam mengangkat inovasi kekayaan hayati lokal kita ke tingkat dunia," tambahnya.
Sebagai penutup, dia mengajak seluruh elemen bangsa untuk berani bermimpi besar dan mengubah narasi herbal di mata dunia.
“Jika Korea Selatan sukses menduniakan slogan "Korea Negeri Ginseng," maka Indonesia harus berani mengampanyekan narasi besar: "Indonesia, Rumah Jahira."
Baca Juga: Gencarkan UMKM, Mak Ganjar Kalteng Gelar Pelatihan Membuat Serbuk Jahe Merah Bagi Warga
Melalui langkah ini, mengonsumsi produk berbasis Jahira bukan lagi sekadar upaya menjaga imunitas tubuh, melainkan sebuah gerakan kultural mendukung komoditas lokal naik kelas di kancah dunia,” pungkas Prima Luna.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Kementerian ESDM: Tabung CNG 3 Kg Tak Perlu Dibeli, Masyarakat Cukup Tukar Isi Gas
- 2Trump Perintahkan Serangan Balasan, AS Kembali Gempur Iran
- 3Bagan 32 Besar Piala Dunia 2026 Rilis! Ini Jadwal Laga Big Match yang Wajib Tonton
- 4Edwin van Der Sar Harap Timnas Indonesia Bisa Segera Tampil di Piala Dunia
- 5KPK Dikabarkan Gelar OTT di Kuansing, Sejumlah Pejabat Pemkab Diamankan
- 6Afrika Selatan vs Kanada: Gol Menit Akhir Stephen Eustaquio Bawa Tuan Rumah ke 32 Besar
- 7Masjid Hajjah Yuliana Dibangun di Melbourne, Simbol Bakti kepada Orang Tua dan Gotong Royong Diaspora
- 8Israel Resmi Akui Genosida Armenia, Turki Murka Sebut Upaya Tutupi Kejahatan di Gaza
- 9Puan Desak Kasus Dokter Icha Diusut Tuntas, Minta Semua Partai Proses Kader yang Terlibat
- 10Update Terbaru Bagan 16 Besar Piala Dunia 2026: Jerman dan Belanda Gugur




