Akurat Logo

Tes Mantoux TBC: Cara Deteksi Dini Tuberkulosis Lewat Kulit

Redaksi Akurat | 25 Juli 2026, 22:58 WIB
Tes Mantoux TBC: Cara Deteksi Dini Tuberkulosis Lewat Kulit
TBC

AKURAT.CO Tes mantoux, atau yang dikenal sebagai tes kulit tuberkulin, merupakan salah satu cara penting untuk mendeteksi keberadaan bakteri penyebab tuberkulosis (TBC).

Proses ini dilakukan dengan menyuntikkan cairan tuberkulin ke dalam kulit lengan guna memeriksa reaksi dari sistem imun.

Di Indonesia, yang merupakan negara dengan kasus TBC tertinggi kedua di dunia, pemahaman mengenai tes mantoux sangat penting untuk deteksi dini dan pencegahan penyebaran penyakit ini.

Baca Juga: Penularan TBC di Jakarta Dipengaruhi Masih Rendahnya Septic Tank dan MCK Layak

Apa Itu Tes Mantoux?

Tes mantoux adalah prosedur skrining yang bertujuan untuk mengetahui apakah seseorang pernah terpapar bakteri Mycobacterium tuberculosis yang menyebabkan TBC.

Metode ini berfungsi berdasarkan prinsip reaksi hipersensitivitas kulit. Saat protein murni dari bakteri TBC (PPD/Purified Protein Derivative) disuntikkan ke dalam kulit, tubuh yang telah terpapar sebelumnya akan menunjukkan reaksi berupa benjolan atau indurasi.

Perlu dicatat bahwa tes mantoux tidak mengukur seberapa kuat kekebalan tubuh terhadap TBC, namun menunjukkan apakah tubuh telah berhubungan dengan bakteri ini sebelumnya.

Hasil positif tidak selalu menandakan bahwa seseorang sedang menderita TBC aktif pada saat itu.

Siapa yang Perlu Melakukan Tes Mantoux?

Tidak semua individu membutuhkan tes mantoux. Pemeriksaan ini dianjurkan untuk kelompok yang berisiko tinggi, seperti:

  • Orang yang sering berhubungan erat dengan pasien TBC.

  • Tenaga kesehatan yang menangani pasien TBC.

  • Individu dengan HIV/AIDS atau gangguan sistem imun.

  • Pasien yang menjalani pengobatan imunosupresan dalam jangka panjang.

  • Orang dengan diabetes atau penyakit ginjal kronis.

  • Anak-anak di bawah usia 5 tahun yang terpapar orang dewasa berisiko tinggi.

  • Individu yang tinggal di penjara, panti jompo, atau tempat penampungan.

Di Indonesia, tes ini juga digunakan untuk mendukung diagnosis TBC pada anak dan bentuk laten dari penyakit ini.

Prosedur Tes Mantoux

Tes mantoux memerlukan dua kali kunjungan ke fasilitas medis. Proses ini tergolong sederhana tetapi harus dilakukan oleh tenaga medis yang terlatih.

Tahap Penyuntikan

Dokter akan membersihkan bagian dalam lengan bawah menggunakan alkohol. Solar 0,1 ml PPD akan disuntikkan secara intradermal kira-kira 10 cm di bawah lipat siku. Jika disuntikkan dengan benar, akan terlihat benjolan kecil berbentuk kubah di permukaan kulit.

Setelah penyuntikan, pasien bisa pulang dan kembali ke aktivitas normal. Hindari menggaruk area bekas suntikan dan jangan tutup dengan plester atau perban. Anda diperbolehkan mandi atau mencuci lengan secara perlahan.

Pembacaan Hasil

Pasien perlu kembali dalam waktu 48-72 jam setelah penyuntikan. Dokter akan memeriksa dan mengukur diameter indurasi (benjolan keras) yang terbentuk, bukan kemerahan di sekitarnya. Pengukuran dilakukan secara melintang menggunakan penggaris khusus.

Baca Juga: Wacana MBG untuk Pasien TBC Perlu Dikaji Ulang

Cara Membaca Hasil Tes Mantoux

Interpretasi hasil tes mantoux tidak hanya didasarkan pada ukuran benjolan, tetapi juga mempertimbangkan faktor risiko pasien.

Indurasi 5 mm atau lebih dianggap positif pada penderita HIV/AIDS, orang yang pernah kontak dekat dengan pasien TBC aktif, dan pasien dengan hasil rontgen menunjukkan adanya TBC sebelumnya.

Indurasi 10 mm atau lebih dianggap positif pada tenaga kesehatan, penderita diabetes atau gagal ginjal, anak-anak di bawah usia 4 tahun, serta penduduk di daerah dengan frekuensi TBC tinggi.

Indurasi 15 mm atau lebih dianggap positif pada orang yang tidak memiliki faktor risiko yang dikenal.

Hasil yang positif tidak selalu menunjukkan adanya TBC aktif. Penting untuk melakukan pemeriksaan lanjut seperti rontgen dada dan analisis sputum untuk menegakkan diagnosis.

Kemungkinan Hasil Salah

Hasil Negatif Salah

Ini dapat terjadi pada individu dengan sistem imun yang lemah, terpapar infeksi TBC yang sangat baru (kurang dari 8-10 minggu), baru saja divaksinasi dengan virus hidup, atau jika prosedur penyuntikan tidak dilakukan dengan benar.

Hasil Positif Salah

Dapat disebabkan oleh vaksinasi BCG di masa lalu (terutama dalam kurang dari 1 bulan), infeksi bakteri Mycobacterium non-tuberculosis, atau penafsiran yang keliru. Pada individu dengan risiko rendah TBC, hasil positif lebih mungkin merupakan hasil positif palsu.

Efek Samping dari Tes Mantoux

Tes Mantoux tergolong aman dan jarang menyebabkan efek samping yang serius. Efek samping ringan yang mungkin muncul antara lain:

  • Rasa nyeri ringan saat disuntik

  • Merah di tempat suntikan

  • Gatal di lokasi suntikan

  • Pembengkakan atau bisul

  • Hematoma kecil

Efek samping ini bersifat sementara dan biasanya akan mereda dalam beberapa hari. Bila ada bengkak, kompres dengan air dingin untuk mengurangi ketidaknyamanan.

Biaya Tes Mantoux

Tarif tes Mantoux di Indonesia bervariasi berdasarkan tempat layanan kesehatan:

  • Puskesmas dan RS Pemerintah: Rp30.000 - Rp100.000

  • Klinik dan RS Swasta: Rp100.000 - Rp300.000

  • BPJS Kesehatan: Sepenuhnya ditanggung dengan prosedur rujukan

  • Alternatif lain, tes IGRA tersedia dengan biaya Rp500.000-Rp1.000.000. Meskipun lebih mahal, tes IGRA tidak terpengaruh oleh vaksinasi BCG sehingga hasilnya lebih spesifik.

Tindakan Setelah Hasil Positif

Jika hasil tes Mantoux positif, pemeriksaan lanjutan perlu dilakukan:

  • Rontgen Toraks: Untuk mengevaluasi adanya TBC aktif dalam paru-paru

  • Analisis Sputum: Untuk memastikan ada tidaknya bakteri TBC

  • Pemeriksaan Fisik: Untuk menilai gejala klinis

  • Tes IGRA: Jika hasil Mantoux diragukan

Apabila terdiagnosis TBC laten, dokter mungkin akan merekomendasikan terapi pencegahan TBC (TPT).

Jika terdiagnosis TBC aktif, pengobatan dengan obat anti-tuberkulosis (OAT) harus segera dimulai dan dilanjutkan selama minimal 6 bulan.

Kapan Harus Memeriksakan Diri dengan Tes Mantoux?

Segera temui dokter jika mengalami hal berikut:

  • Batuk terus menerus lebih dari 3 minggu

  • Batuk disertai darah atau sputum berwarna

  • Mengalami demam berulang dan berkeringat di malam hari

  • Penurunan berat badan tanpa alasan jelas

  • Rasa lelah berkepanjangan

Mendapatkan kontak dekat dengan pasien TBC

Pada anak, orang tua harus waspada jika anak demam lebih dari 2 minggu, sulit menaikkan berat badan, atau mengalami batuk berkepanjangan.

Tes Mantoux tetap menjadi alat penting untuk skrining kelompok dengan risiko tinggi, mendiagnosis TBC pada anak, dan mengidentifikasi TBC laten.

Walau memiliki beberapa keterbatasan, tes ini mudah, terjangkau, dan dapat menjangkau populasi yang luas.

Deteksi dini melalui tes Mantoux dapat mencegah penyebaran TBC dan meningkatkan kemungkinan kesembuhan.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

R
R