Akurat Logo

Kenali Jenis Kerontokan Rambut sebelum Terlambat dan Penanganannya

Ratu Tiara | 30 Juli 2026, 16:44 WIB
Kenali Jenis Kerontokan Rambut sebelum Terlambat dan Penanganannya
Kenali Jenis Kerontokan Rambut sebelum Terlambat dan Penanganannya

AKURAT.CO Tidak semua masalah rambut rontok selalu sama. Ada jenis kerontokan rambut yang masih tergolong normal sebagai bagian dari siklus pertumbuhan rambut, tapi ada pula yang menjadi tanda adanya gangguan kesehatan pada kulit kepala.

Misalnya, rambut yang rontok secara merata setelah mengalami stres berat atau melahirkan tentu berbeda dengan kerontokan yang muncul bentuk bulat dan botak. Bahkan, ada pula kerontokan yang dipicu oleh faktor keturunan.

Karena penyebabnya tidak sama dan penanganan tidak bisa disamaratakan, sebaiknya Anda kenali dulu masing-masing jenisnya. Agar penanganan rambut rontok Anda lebih tepat sasaran.

Baca Juga: Stres Bisa Picu Rambut Rontok Parah, Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

4 Jenis Kerontokan Rambut yang Harus Diperhatikan

Karena jenis rambut rontok itu berbeda-beda, Anda perlu mencermatinya dengan tepat. Apakah salah satu jenis berikut sedang Anda alami?

1. Rambut Rontok karena Gaya Hidup

Dimulai dari yang paling umum adalah kerontokan akibat gaya hidup atau pola makan. Misalnya, Anda memiliki pola makan yang rendah kandungan protein, zat besi, vitamin D. Gaya hidup seperti sering begadang, kebiasaan merokok, dan pemakaian alat styling rambut yang bersuhu panas juga mempengaruhi.

Cirinya adalah rambut rontok biasanya terjadi secara bertahap dan menyebar ke seluruh kulit kepala, bukan hanya satu area saja. Biasanya, rambut juga akan mulai menipis pada area yang sering mendapat tarikan, seperti sering menggunakan jepit rambut.

Nah, jika Anda mengalami kerontokan ini, maka berikut beberapa langkah penanganan sederhananya:

  • Biasakan untuk memenuhi kebutuhan nutrisi dari protein hingga berbagai vitamin.

  • Kurangi pemakaian alat bersuhu tinggi seperti catokan atau hair dryer.

  • Hindari gaya rambut yang terlalu ketat, seperti memakai kucir atau kepang.

2. Rambut Rontok Pasca Stres

Jenis rambut rontok selanjutnya sering disebut dengan telogen effluvium, yang terjadi ketika tubuh mengalami tekanan fisik atau emosional. Anda yang mungkin baru saja stres berat, operasi, penurunan bb drastis, melahirkan, bisa mengalaminya.

Biasanya, kerontokan baru terlihat sekitar 2-3 bulan setelah pemicunya terjadi. Rambut akan rontok dalam jumlah banyak saat Anda keramas atau menyisir. Penipisan juga terjadi secara merata di seluruh kulit kepala, bukan bercak botak berbentuk bulat.

Ketika Anda mengalaminya, beberapa penanganan awal yang bisa Anda lakukan, antara lain mengelola stres, memperbaiki pola makan, atau mengobati sumber penyakit.

Sebagian besar kasus kerontokan rambut ini akan membaik dengan sendirinya selama 6-9 bulan setelah Anda mengatasi penyebabnya.

3. Rambut Rontok Berpola Bulat

Bagaimana jika Anda menemukan pitak atau kebotakan pada kulit kepala? Itu adalah tanda Anda mengalami alopecia areata. Penyebab rambut pitak ini bisa karena stres atau bisa juga penyakit autoimun, sehingga sistem kekebalan tubuh keliru menyerang folikel rambut.

Siapa saja bisa mengalaminya, baik anak-anak maupun orang dewasa. Kemunculan pitak bisa berbentuk bulat atau oval dengan permukaan kulit kepala yang tampak halus. Kerontokan bahkan terjadi secara tiba-tiba, sehingga banyak orang tidak sadar.

Masalah kerontokan rambut ini hanya bisa diatasi oleh dokter spesialis untuk mendapatkan diagnosis dan solusi yang lebih tepat.

4. Rambut Rontok Faktor Genetik

Dari faktor genetik, Anda juga bisa mengalami androgenetic alopecia, di mana kebotakan terjadi secara berpola. Pada pria, rambut biasanya akan menipis dari garis depan kepala dan puncak kepala membentuk pola huruf M.

Sementara bagi perempuan, rambut cenderung menipis menyeluruh di bagian atas kepala. Sedangkan garis rambut depan umumnya akan tetap utuh. Kerontokannya bisa berlangsung perlahan selama bertahun-tahun.

Sama seperti kebotakan pada umumnya, Anda perlu mendapat penanganan dari dokter langsung untuk masalah kerontokan ini.

Baca Juga: Apakah Rambut Rontok Bisa Tumbuh Kembali? Ini Penjelasan Lengkap dan Cara Mengatasinya

Kapan Rambut Rontok Perlu Penanganan Dokter?

Mengalami rambut rontok bukan berarti Anda harus langsung panik. Melansir Alodokter, pada dasarnya, setiap orang dapat kehilangan 50-100 helai rambut per hari sebagai bagian dari siklus pertumbuhan rambut yang normal.

Bahkan, kerontokan akibat stres, melahirkan, atau perubahan gaya hidup sering dapat membaik setelah penyebabnya teratasi. Meski demikian, ada kondisi kerontokan rambut yang memerlukan penanganan lebih lanjut dan tidak cukup hanya dengan perawatan di rumah.

Anda sebaiknya berkonsultasi dengan dokter ketika kerontokan terjadi terus menerus selama beberapa bulan bahkan menimbulkan kebotakan.

Anda dapat memilih klinik dengan dokter profesional seperti Farmanina Aesthetic & Hair Clinic.

Bersama dokter ahli di Farmanina Aesthetic & Hair Clinic, Anda bisa mendapatkan solusi atasi kebotakan secara medis dengan tepat melalui pemeriksaan mendetail.

Atasi Kebotakan dengan Hair Transplant di Farmanina Aesthetic & Hair Clinic

Untuk masalah rambut rontok sampai mengalami kebotakan, treatment hair transplant adalah solusi terbaik. Prosesnya dimulai dari konsultasi, pemeriksaan lebih lanjut, hingga sampai prosedur tanam rambut dan dilakukan oleh dokter ahli berpengalaman.

Sebagai klinik bersertifikasi, Farmanina Aesthetic & Hair Clinic menghadirkan berbagai keunggulan dari banyak aspek, seperti:

1. Menghadirkan Standar Hair Transplant Internasional ke Indonesia

Sudah berdiri sejak 15 tahun, Farmanina Aesthetic & Hair Clinic memiliki komitmen tinggi dalam prosedur hair transplant. Salah satunya adalah membawa hair transplant dari London ke Indonesia, sehingga Anda tidak perlu pergi transplant di Turki.

Prosedurnya menggunakan metode DHI (Direct Hair Implantation) yakni teknik transplantasi modern yang memanfaatkan implanter pen khusus. Metode ini memungkinkan penanaman folikel rambut secara langsung pada area kebotakan tanpa pembuatan sayatan.

2. Bayar Sesuai Jumlah Helai Rambut, Bukan Paket Mahal

Setiap orang memiliki tingkat kerontokan rambut dan kebutuhan transplantasi yang berbeda. Karena itu, Farmanina Aesthetic & Hair Clinic menerapkan pembayaran berdasarkan jumlah helai atau graft rambut yang ditransplantasikan, bukan dari paket tertentu.

Sistem ini membuat biaya perawatan lebih transparan karena Anda hanya perlu membayar sesuai kebutuhan tindakan yang direkomendasikan dokter. Tidak perlu lagi memilih paket yang mungkin melebihi kebutuhan Anda.

3. 97% Tingkat Keberhasilan untuk Hasil yang Lebih Optimal

Keberhasilan hair restoration dengan tanam rambut, tidak hanya dipengaruhi teknik transplantasi, tapi juga kondisi kulit kepala, kualitas folikel rambut donor, serta kepatuhan pasien dalam menjalani perawatan setelah tindakan.

Dengan dukungan dokter berpengalaman di Farmanina Aesthetic & Hair Clinic serta metode DHI, proses hair transplant memiliki tingkat keberhasilan hingga 97%. Sebelum prosedur dilakukan, Anda juga akan melalui skrining untuk mengetahui kondisi rambut lebih detail.

4. Pernah Gagal Transplantasi? Farmanina Care Siap Membantu

Hasil hair treatment berupa transplantasi yang kurang memuaskan dapat disebabkan berbagai faktor, dari perencanaan garis rambut kurang tepat hingga jumlah folikel yang tidak memadai.

Melalui program Farmanina Care, Anda yang pernah menjalani hair transplant di tempat lain bisa mendapatkan perbaikan.

Dokter bisa juga menyarankan untuk tanam ulang sebagai tindakan koreksi apabila diperlukan agar rambut bisa tumbuh sehat kembali.

Dari seluruh jenis kerontokan rambut yang ada, apakah Anda mengalami salah satunya? Jika iya, pastikan untuk segera mendapat penanganan yang tepat. Jika terlalu lama menunda, Anda harus siap dengan semakin banyak helai folikel rambut yang ditanam.

Untuk bisa mengetahui kondisi rambut dan treatment terbaik yang diperlukan, Anda bisa konsultasi dengan Farmanina Aesthetic & Hair Clinic sekarang juga!

Arika Yafi Fawazzain (Magang)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

R
Reporter
Ratu Tiara
R