Ini Alasan Mengapa Muslim Harus Merayakan Maulid Nabi Muhammad SAW
AKURAT.CO, Maulid Nabi Muhammad SAW adalah perayaan yang dilakukan untuk memperingati hari kelahiran Baginda Nabi Muhammad SAW. Maulid Nabi dilaksanakan pada bulan Rabiul Awwal. Ada sebagian orang yang menganggap merayakan maulid nabi sebagai ajaran bid'ah atau terlarang.
Anggapan seperti di atas tidaklah benar. Sebab memperingati maulid nabi banyak manfaat yang akan didapatkan. Salah satunya sebagaimana keterangan Sayyid Muhammad Al Maliki.
Sayyid Muhammad Al Maliki dalam kitab Syarh Maulid ad-Diba’i menyebutkan bahwa merayakan Maulid Nabi sebagai wujud rasa bahagia dan gembira atas kelahiran Baginda Nabi Muhammad saw pasti bermanfaat di dunia dan akhirat. Bagaimana tidak? Abu Lahab, seorang yang membenci dakwah Nabi, saja diringankan siksanya di neraka setiap hari Senin.
Baca Juga: Ini Pesan Penting Bagi Para Da'i Media Sosial Di Bulan Maulid Nabi
Hal ini dikarenakan Abu Lahab bergembira dengan kelahiran Nabi Muhammad. Bahkan, Abu Lahab memerdekakan budaknya yang bernama Tsuwaibah sebagai wujud rasa bahagianya.
قال عروة وثويبة مولاة لأبي لهب كان أبو لهب أعتقها فأرضعت النبي صلى الله عليه و سلم فلما مات أبو لهب أريه بعض أهله بشرحيبة قال له ماذا لقيت ؟ قال أبو لهب لم ألق بعدكم غير أني سقيت في هذه بعتاقتي ثويبة.
Artinya, “Urwah mengatakan, ‘Tsuwaibah adalah budak perempuan milik Abu Lahab. (Ketika Nabi Muhammad lahir) Abu Lahab memerdekakan Tsuwaibah kemudian Tsuwaibah menyusui Nabi Muhammad (yang baru lahir).
Maka, ketika Abu Lahab wafat, sebagian keluarganya bermimpi bertemu Abu Lahab. Sayangnya, Abu Lahab terlihat sangat memprihatinkan keadaanya. Keluarganya bertanya, ‘Apa yang telah terjadi denganmu?’ Abu Lahab menjawab ‘Tidak ada kenikmatan bagiku setelah berpisah dengan kalian kecuali aku diberikan minum di tempat ini (alam akhirat) karena aku telah memerdekakan Tsuwaibah” (HR al-Bukhari).
Baca Juga: Ketua Muhammadiyah: Maulid Nabi Boleh, Tapi Jangan Mengkultuskan Nabi
Al-Hafidh Muhammad bin Nashir ad-Din ad-Dimsyaqi mendendangkan sebuah puisi yang sangat indah mengenai hal ini.
إذا كان هذا كافرا جاء ذمه ۞ بتبت يداه في الجحيم مخلدا أتى أنه في يوم الإثنين دائما ۞ يخفف عنه للسرور بأحمدا فما الظن بالعبد الذي كان عمره ۞ بأحمد مسرورا ومات موحدا
Apabila seorang kafir (Abu Lahab) yang dihinakan Dengan ayat “Tabbat Yadâ (sungguh sangat celaka bagimu)” menetap abadi di neraka Jahim Diceritakan dalam sebuah riwayat bahwa setiap hari Senin datang Dia (Abu Lahab) diringankan siksanya karena gembira dengan kelahiran nabi Ahmad Lantas, bagaimana pendapatmu dengan seorang yang sepanjang umurnya gembira dengan kelahiran Nabi dan ia wafat dalam keadaan beriman?
Maka jelas dari keterangan di atas manfaat merayakan maulid nabi sangatlah besar. Maka karena itu umat Islam perlu merayakan Maulid Nabi setiap tahun. Tanpa memperdulikan orang-orang yang melarang yang sebetulnya karena kurang bacaan. Wallahu A'lam.[]
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








