AKURAT.CO, Masjid Al-Aqsa adalah salah satu situs suci dalam agama Islam yang terletak di Kota Lama (Old City) Yerusalem, di wilayah Palestina. Masjid ini memiliki signifikansi penting dalam Islam karena dianggap sebagai salah satu dari tiga masjid suci, bersama dengan Masjidil Haram di Makkah dan Masjid Nabawi di Madinah.
Masjid Al-Aqsa adalah tempat yang disebutkan dalam Al-Quran dan juga dianggap sebagai tempat terakhir yang menjadi tujuan perjalanan Nabi Muhammad dalam peristiwa Isra Mi'raj, yang merupakan perjalanan malam yang dilakukan oleh Nabi Muhammad dari Masjidil Haram ke Masjid Al-Aqsa dan kemudian ke langit.
Masjid Al-Aqsa juga memiliki hubungan sejarah dengan Yahudi, karena situs ini juga dikenal sebagai Harim Al-Sharif dalam bahasa Arab dan Bait Suci dalam bahasa Ibrani. Oleh karena itu, masjid ini memiliki aspek sejarah dan agama yang kompleks dan sering menjadi sumber ketegangan antara komunitas Muslim dan Yahudi di wilayah tersebut.
Baca Juga: Ada Jalan Pedestrian dari Masjid Nabawi ke Masjid Quba
Masjid Al-Aqsa memiliki akar sejarah yang panjang dan beragam, membuatnya menjadi salah satu situs terpenting dalam perjalanan agama dan peradaban. Sejarahnya mencakup berbagai peradaban dan periode waktu yang berbeda.
Asal Usul Kuno: Situs ini dikenal dalam Al-Quran sebagai "Bait Al-Maqdis" dan diidentifikasi dengan kuil-kuil Yahudi kuno, termasuk Bait Suci Pertama dan Kedua. Bait Suci Pertama, yang dibangun oleh Raja Salomo, dihancurkan oleh Babilonia pada abad ke-6 SM. Kemudian, Bait Suci Kedua, yang direnovasi oleh Raja Herodes, menjadi tempat ibadah utama Yahudi.
Penaklukan Islam: Pada tahun 638 M, setelah penaklukan Yerusalem oleh pasukan Islam di bawah pimpinan Khalifah Umar bin Khattab, Masjid Al-Aqsa dibangun di situs Bait Suci Kedua yang telah hancur. Ini menandai pengabdian situs tersebut untuk agama Islam.
Periode Saljuq: Pada abad ke-11, Masjid Al-Aqsa mengalami perombakan besar-besaran oleh Dinasti Saljuq, dan struktur yang kita lihat sekarang sebagian berasal dari masa ini.
Baca Juga: Sejarah Berdirinya Masjidil Haram Di Makkah
Periode Salib: Selama periode Salib pada abad pertengahan, Masjid Al-Aqsa berubah menjadi gereja dan kemudian benteng Salib. Ini berakhir saat pasukan Muslim kembali merebut Yerusalem pada zaman Saladini.
Zaman Ottoman: Selama pemerintahan Kesultanan Utsmaniyah, Masjid Al-Aqsa mengalami restorasi dan perluasan, menciptakan penampilan yang kita lihat hari ini.
Zaman Modern: Pada abad ke-20, Yerusalem Timur, termasuk Masjid Al-Aqsa, menjadi sumber ketegangan dalam konflik Israel-Palestina, karena klaim dan perjuangan antara Muslim dan Yahudi terus berlanjut.
Masjid Al-Aqsa tetap menjadi pusat keagamaan, budaya, dan politik yang penting bagi umat Islam, dan tetap menjadi situs yang dijaga ketat oleh otoritas Palestina. Pengertian dan perjuangan sejarah di sekitar masjid ini mencerminkan kompleksitas hubungan agama, budaya, dan politik di Timur Tengah yang berlanjut hingga saat ini.[]
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









