Warga Gaza Jalani Ibadah Puasa Ramadhan di Tengah Agresi Militer Israel Yang Tak Kunjung Usai

AKURAT.CO Agresi militer yang dilancarkan Israel ke Palestina masih berlanjut hingga saat ini, sejak serangan pertama mereka pada 7 Oktober 2023 lalu. Agresi ini menghancurkan fasilitas umum serta ribuan unit rumah warga. Selain itu, korban jiwa dan luka juga tak terelakkan. Sedangkan masyarakat yang selamat, harus mengungsi di Kota Rafah, wilayah selatan Gaza.
Keadaan kian genting sebab ratusan ribu pengungsi di Gaza terancam kelaparan hingga terserang penyakit menular akibat sanitasi yang buruk serta pengungsi yang begitu padat. Meskipun demikian, umat muslim Palestina di Gaza tetap menyambut dan menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadhan, sebagaimana umat muslim lainnya.
Masyarakat Gaza bahkan menyambut Ramadhan dengan melaksanakan shalat tarawih di antara puing-puing reruntuhan masjid menggunakan penerangan dari lampu-lampu darurat. Tetapi mereka dapat melaksanakan shalat sunnah tarawih dengan khusyu.
Dalam sebuah tayangan video yang diunggah oleh akun Instagram @eye.on.palestine, masyarakat Gaza yang terdiri atas satu keluarga berbuka puasa dengan hidangan seadanya di tenda pengungsian yang mereka tempati. Pada postingan lainnya di akun yang sama, masyarakat Gaza yang terdiri atas anak-anak, perempuan, dan orang tua mengantri untuk mendapatkan makanan yang dibagikan oleh organisasi amal.
Baca Juga: Puasa dan Ekologi, Bulan Ramadhan Kesempatan untuk Lebih Memelihara Lingkungan
Sedangkan di beberapa pemberitaan, masyarakat Gaza tampak berbuka puasa di tengah reruntuhan rumah mereka. Adapun makanan yang disantapnya adalah makanan-makanan kaleng serta kacang-kacangan.
Selain itu, Kementerian Kesehatan Palestina di Gaza juga sudah mengumumkan bahwa sekitar 2.000 petugas medis yang bekerja pada sejumlah rumah sakit di Gaza Selatan mengalami kelaparan. Hal ini menyebabkan mereka harus menjalani ibadah puasa tanpa sahur dan berbuka.
Demikian penjelasan mengenai umat muslim Palestina di Gaza yang tetap jalani ibadah puasa di tengah gempuran agresi militer Israel. Mereka juga berada di tengah ancaman resiko terkena penyakit menular akibat padatnya tempat pengungsian dan buruknya sanitasi serta ancaman kelaparan akibat melambatnya aliran makanan dan bantuan lainnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 2Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 3Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 6Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 7BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 8Ben-Gvir Serukan Pembunuhan 30–40 Orang di Gaza Tiap Malam, Netanyahu Dikritik dari Kanan
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026









