Sebanyak 62 Mahasantri Ikuti Wisuda Ma'had Aly Sa'iidusshiddiqiyah Jakarta

AKURAT.CO Ma'had Aly Sa'iidusshiddiqiyah Jakarta menggelar wisuda ke-2 di Pesantren Asshiddiqiyah Jakarta, Kedoya Utara, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, pada Rabu (26/2/2025). Sebanyak 62 mahasantri resmi diwisuda dalam acara tersebut.
Pengasuh Pesantren Asshiddiqiyah Jakarta, KH Ahmad Mahrus Iskandar, dalam sambutannya menyampaikan harapannya agar para wisudawan dapat berkontribusi di tengah masyarakat sesuai dengan bidang keahlian masing-masing.
"Sebagaimana cita-cita pendiri Pesantren Asshiddiqiyah Jakarta, saya berharap para wisudawan mampu berkiprah di masyarakat dan membawa manfaat bagi umat," ujarnya.
Dia juga menegaskan bahwa momen wisuda bukanlah akhir dari perjalanan intelektual, melainkan awal dari langkah baru dalam menapaki kehidupan, baik di bidang pendidikan, dunia kerja, maupun sektor lainnya.
"Ilmu yang kalian peroleh bukanlah akhir dari segalanya, tetapi menjadi bekal awal untuk mencapai target hidup selanjutnya," tambahnya.
Sementara itu, Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kementerian Agama RI KH Basnang Said menegaskan, Ma'had Aly merupakan lembaga pendidikan asli produk Indonesia karena lahir dari rahim pesantren.
"Sejak abad ke-14, jauh sebelum Indonesia merdeka, pesantren sudah berdiri di negeri ini," katanya saat mengisi sambutan.
Baca Juga: Ma'had Aly Sa'iidusshiddiqiyah Jakarta Pamerkan Buku Karya Mahasantri di Momen Wisuda
Acara ini turut dihadiri oleh sejumlah tokoh, di antaranya Pengasuh Pesantren Asshiddiqiyah Jakarta KH Ahmad Mahrus Iskandar, Mudir Ma'had Aly Sa'iidusshiddiqiyah KH Nur Salikin, Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kementerian Agama RI KH Basnang Said, Pimpinan Baznas RI KH Achmad Sudrajat, serta Ketua Dewan Masyayikh sekaligus Rais Syuriah PBNU 2010-2021 KH Mujib Qolyubi. Selain itu, para wisudawan beserta wali mahasantri juga hadir untuk menyaksikan prosesi sakral ini.
Dalam kesempatan ini, Ma'had Aly juga mengadakan pameran puluhan buku karya mahasantri. Buku-buku tersebut merupakan hasil karya yang ditulis sebagai tugas akhir saat kuliah. Jadi, sebelum karya-karya tersebut diterbitkan, terlebih dahulu dijuji di hadapan sejumlah penguji hingga dinyatakan layak dan lulus.
Sesuai dengan konsentrasi para mahasantri, Tarikh al-Islam wa Tsaqafatuh (Sejarah dan Peradaban Islam), buku-buku yang dipamerkan bertema sejarah Islam, baik dalam konteks Indonesia maupun Islam global.
Dalam konteks Islam Indonesia, terdapat buku yang membahas sejarah tokoh-tokoh pesantren seperti Kiai Nur Rohmat, ulama perempuan, situs bersejarah, sejarah pesantren, dan lain sebagainya.
Baca Juga: Dukung Kemandirian Pesantren, Kemenag Akan Bentuk Dirjen Pesantren
Sementara itu, dalam konteks Islam global, terdapat buku yang mengangkat sejarah Islam di Andalusia, sejarah Islam klasik pada periode kenabian (sirah nabawiyah), dan lain-lain.
Menariknya, buku-buku yang ditulis mengangkat tema yang beragam. Dalam penulisan sirah nabawiyah, misalnya, ada buku berjudul Public Speaking Ala Rasulullah yang membahas model retorika Nabi, Sirah Nabawiyah dalam Tanya Jawab yang menyajikan metode pembelajaran sejarah Nabi secara lebih praktis, Rahasia Keagungan Nabi yang mengulas nilai-nilai moral dalam kehidupan Rasulullah, dan sebagainya.
Selain itu, terdapat pula buku-buku hasil terjemahan dari kitab-kitab sejarah berbahasa Arab, mulai dari era klasik hingga modern.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK







