Oknum Polisi Diduga Hina Seniman Subang, Penghinaan dalam Islam Sangat Dilarang

AKURAT.CO Sebuah video yang memperlihatkan seorang oknum polisi menghina para seniman saat tampil dalam acara hajatan di Kecamatan Dawuan, Kabupaten Subang, pada Sabtu (20/4/2025), viral di media sosial.
Dalam video tersebut, oknum polisi tersebut terdengar mengucapkan kata-kata yang merendahkan para pelaku seni, sehingga memicu respons negatif dari masyarakat.
Perilaku menghina dan merendahkan orang lain sejatinya sangat dilarang dalam ajaran Islam. Al-Qur’an secara tegas melarang umat Islam untuk saling mencela dan meremehkan satu sama lain, sebagaimana tertuang dalam Surah Al-Hujurat ayat 11:
"Wahai orang-orang yang beriman, janganlah suatu kaum merendahkan kaum yang lain, boleh jadi yang direndahkan itu lebih baik dari mereka. Dan jangan pula perempuan merendahkan perempuan lain, boleh jadi yang direndahkan itu lebih baik dari mereka. Janganlah saling mencela dan jangan memanggil dengan julukan yang buruk. Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk setelah beriman. Barang siapa yang tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim." (QS. Al-Hujurat: 11)
Selain itu, Rasulullah saw juga mengingatkan umatnya agar menjaga lisan dari perkataan yang kasar, hinaan, dan cercaan. Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh At-Tirmidzi disebutkan:
"Seorang mukmin bukanlah orang yang suka mencela, melaknat, berkata keji, atau berkata kotor." (HR. At-Tirmidzi)
Sejalan dengan itu, para ulama juga menasihatkan agar tidak meremehkan siapa pun, sebab seseorang yang tampak biasa saja bisa jadi memiliki masa depan yang gemilang. Sebagaimana pepatah Arab menyatakan:
"Jangan meremehkan yang kecil, karena bisa menjadi besar. Jangan menghina yang sedikit, karena bisa menjadi banyak. Jangan meremehkan orang miskin, karena bisa jadi ia menjadi orang kaya yang dermawan. Jangan meremehkan tukang kayu, karena bisa jadi ia menjadi raja."
Peristiwa penghinaan terhadap seniman di Subang ini menjadi pengingat penting akan pentingnya menjaga adab, etika, dan lisan, baik dalam kehidupan sosial maupun dalam menjalankan tugas sebagai aparat negara.
Masyarakat Indonesia, khususnya umat Islam, diajak untuk senantiasa menjunjung tinggi nilai-nilai saling menghargai, sebagaimana yang diajarkan oleh Rasulullah saw dan para ulama terdahulu.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 7Kalender Jawa 4 Juni 2026: Weton Kamis Pahing Punya Karakter Cerdas dan Penuh Perhitungan
- 8Kalender Jawa 3 Juni 2026: Watak Weton Rabu Legi, Sosok Jujur yang Disukai Banyak Orang
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal






