Gus Dur Resmi Dianugerahi Gelar Pahlawan Nasional di Bidang Politik dan Pendidikan Islam

AKURAT.CO Presiden ke-4 Republik Indonesia, Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, resmi dianugerahi gelar Pahlawan Nasional di bidang politik dan pendidikan Islam. Penganugerahan dilakukan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, pada Senin (10/11/2025), bertepatan dengan peringatan Hari Pahlawan Nasional.
Dalam prosesi yang berlangsung khidmat, hadir istri almarhum, Sinta Nuriyah Wahid, yang duduk di kursi roda, serta putrinya, Yenny Wahid. Keduanya mewakili keluarga untuk menerima simbol penganugerahan gelar tersebut yang ditetapkan berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 116/TK/2025 tentang Penganugerahan Gelar Pahlawan Nasional.
“Almarhum K.H. Abdurrahman Wahid dari Provinsi Jawa Timur; tokoh dari Provinsi Jawa Timur. Pahlawan dalam bidang perjuangan politik dan pendidikan Islam. K.H. Abdurrahman Wahid atau Gus Dur adalah tokoh bangsa yang sepanjang hidupnya mengabdikan diri memperjuangkan kemanusiaan, demokrasi, dan pluralisme di Indonesia,” demikian bunyi kutipan dalam Keppres tersebut.
Baca Juga: Geger! Wali Kota Muslim New York Zohran Mamdani Terancam Dideportasi dari AS
Gus Dur dikenal sebagai salah satu tokoh paling berpengaruh dalam sejarah politik dan keagamaan Indonesia. Lahir di Jombang, Jawa Timur, dari keluarga pesantren yang memiliki tradisi intelektual Islam yang kuat, Gus Dur menempuh pendidikan di Mesir dan Irak sebelum kembali ke Indonesia untuk berkiprah di dunia pemikiran dan sosial keagamaan.
Sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Gus Dur membawa organisasi tersebut ke arah modernisasi pemikiran Islam dan keterlibatan aktif dalam wacana demokrasi. Ia juga mendirikan Forum Demokrasi, wadah lintas kelompok yang memperjuangkan kebebasan sipil di masa menjelang reformasi.
Ketika menjabat sebagai Presiden ke-4 RI, Gus Dur dikenal sebagai simbol pluralisme, toleransi, dan pembela kelompok minoritas. Di bidang pendidikan Islam, ia konsisten mendorong integrasi antara nilai-nilai keislaman, kemanusiaan universal, dan kemajuan ilmu pengetahuan.
Penganugerahan gelar Pahlawan Nasional ini disambut hangat oleh berbagai kalangan politik dan masyarakat. Banyak pihak menilai pengakuan negara terhadap jasa Gus Dur sudah selayaknya diberikan, mengingat kontribusinya yang besar bagi demokrasi dan kebebasan beragama di Indonesia.
Baca Juga: Soeharto, Gus Dur hingga Marsinah Resmi Menyandang Gelar Pahlawan Nasional
Sebelumnya, sejumlah tokoh politik, seperti dari Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Demokrat, juga menyuarakan dukungan agar Gus Dur mendapat gelar Pahlawan Nasional. Selain Gus Dur, dalam momen yang sama, pemerintah juga menetapkan beberapa tokoh lain sebagai Pahlawan Nasional tahun 2025.
Dengan penetapan ini, nama K.H. Abdurrahman Wahid resmi tercatat dalam sejarah bangsa sebagai Pahlawan Nasional, menegaskan warisannya sebagai tokoh pemersatu dan pejuang kemanusiaan yang melampaui batas agama, etnis, dan ideologi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 3Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 4Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 7Kalender Jawa 4 Juni 2026: Weton Kamis Pahing Punya Karakter Cerdas dan Penuh Perhitungan
- 8Kalender Jawa 3 Juni 2026: Watak Weton Rabu Legi, Sosok Jujur yang Disukai Banyak Orang
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal









