Kasus Viral Gus Elham Cium Anak Perempuan, Menag: Harus Jadi Musuh Bersama!

AKURAT.CO Kasus video viral pendakwah asal Kediri, Elham Yahya Luqman atau Gus Elham, yang tampak mencium sejumlah anak perempuan di atas panggung, menuai reaksi keras dari publik.
Menteri Agama Nasaruddin Umar turut menanggapi dan menegaskan bahwa segala bentuk tindakan yang bertentangan dengan nilai moral tidak bisa ditoleransi, bahkan harus dilawan bersama.
“Saya tidak hanya berbicara sebagai Menteri Agama, tetapi juga sebagai pribadi. Semua tindakan yang bertentangan dengan moralitas harus menjadi musuh bersama,” ujar Nasaruddin Umar sebagaimana dikutip dari Antara, Rabu (12/11/2025).
Ia menegaskan, setiap individu wajib menghindari perilaku yang tidak dibenarkan secara moral maupun agama. Namun, ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak serta-merta menggeneralisasi perbuatan seorang individu dengan lembaga keagamaan tempat ia bernaung.
Baca Juga: Cara Cek Porsi dan Estimasi Keberangkatan Haji 2026 Secara Online
“Setiap kasus harus diselesaikan secara kasuistik. Jangan digeneralisasi bahwa satu kasus mencerminkan seluruh lembaga keagamaan,” jelasnya.
Nasaruddin juga menuturkan bahwa Kementerian Agama berkomitmen menciptakan lingkungan keagamaan yang aman, nyaman, dan beradab bagi semua pihak. Kemenag bahkan telah membentuk tim pembinaan khusus bagi pondok pesantren untuk mencegah segala bentuk penyimpangan di lembaga pendidikan keagamaan.
“Pesantren ke depan harus menjadi model masyarakat yang ideal. Bukan hanya tempat menimba ilmu agama, tetapi juga ruang untuk membangun moral dan karakter bangsa,” ungkapnya.
Sementara itu, Wakil Menteri Agama, Romo Muhammad Syafii, turut mengecam tindakan Gus Elham yang dianggap tidak pantas dilakukan oleh seorang tokoh agama di hadapan publik.
“Kita semua sepakat dengan publik, bahwa tindakan itu tidak pantas,” tegas Romo Syafii.
Baca Juga: Kuota Haji Kabupaten Bogor 2026 Turun Drastis, Akibat Aturan Baru Kemenhaj?
Kasus ini menjadi pengingat bagi seluruh tokoh agama untuk menjaga keteladanan dan batas etika dalam berdakwah. Tindakan sekecil apa pun yang menimbulkan kesalahpahaman publik dapat mencederai marwah dakwah dan meruntuhkan kepercayaan masyarakat terhadap lembaga keagamaan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 6Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








