Akurat Logo

Niat Puasa Tasua dan Asyura di Bulan Muharram Lengkap Tata Caranya, Simak Keutamaannya

Lufaefi | 13 Juni 2026, 09:18 WIB
Niat Puasa Tasua dan Asyura di Bulan Muharram Lengkap Tata Caranya, Simak Keutamaannya
Niat Puasa Asyura dan Tasua (prefix)

AKURAT.CO Bulan Muharram merupakan salah satu bulan yang dimuliakan dalam Islam. Selain menjadi awal tahun Hijriah, bulan ini juga memiliki sejumlah amalan sunnah yang sangat dianjurkan, salah satunya adalah puasa Tasua dan Asyura.

Puasa Tasua dilaksanakan pada tanggal 9 Muharram, sedangkan puasa Asyura dilaksanakan pada tanggal 10 Muharram. Kedua puasa sunnah ini memiliki keutamaan yang besar sebagaimana dijelaskan dalam berbagai hadis Nabi Muhammad SAW.

Lalu bagaimana niat puasa Tasua dan Asyura, tata cara pelaksanaannya, serta apa saja keutamaannya?

Niat Puasa Tasua

Niat puasa Tasua dapat dibaca pada malam hari hingga sebelum terbit fajar.

نَوَيْتُ صَوْمَ تَاسُوْعَاءَ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى

Artinya:

"Aku berniat puasa sunnah Tasua karena Allah Ta'ala."

Niat Puasa Asyura

نَوَيْتُ صَوْمَ عَاشُوْرَاءَ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى

Artinya:

"Aku berniat puasa sunnah Asyura karena Allah Ta'ala."

Sebagaimana puasa sunnah lainnya, niat juga dapat dihadirkan dalam hati tanpa harus dilafalkan.

Kapan Puasa Tasua dan Asyura 1448 H?

Berdasarkan kalender Hijriah 1448 H, puasa Tasua dilaksanakan pada tanggal 9 Muharram dan puasa Asyura pada tanggal 10 Muharram. Penetapan tanggal secara pasti mengikuti keputusan pemerintah atau hasil rukyatul hilal yang berlaku.

Tata Cara Puasa Tasua dan Asyura

Pelaksanaan puasa Tasua dan Asyura pada dasarnya sama seperti puasa sunnah lainnya.

  1. Berniat puasa karena Allah SWT.

  2. Melaksanakan sahur sebelum waktu Subuh.

  3. Menahan diri dari hal-hal yang membatalkan puasa sejak terbit fajar hingga terbenam matahari.

  4. Memperbanyak ibadah seperti membaca Al-Qur'an, berdzikir, bersedekah, dan berdoa.

  5. Berbuka puasa ketika waktu Maghrib tiba.

Para ulama menganjurkan menggabungkan puasa Tasua dan Asyura agar berbeda dengan kebiasaan kaum Yahudi yang hanya berpuasa pada hari Asyura.

Baca Juga: 101 Tema Kegiatan 1 Muharram 1448 H, Menarik dan Kekinian

Keutamaan Puasa Asyura

Keutamaan terbesar puasa Asyura disebutkan dalam hadis Rasulullah SAW:

صِيَامُ يَوْمِ عَاشُورَاءَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِي قَبْلَهُ

Artinya:

"Aku berharap kepada Allah agar puasa pada hari Asyura dapat menghapus dosa-dosa setahun yang telah lalu." (HR. Muslim)

Hadis ini menunjukkan betapa besarnya pahala puasa Asyura bagi seorang Muslim.

Anjuran Puasa Tasua

Rasulullah SAW juga menganjurkan umat Islam untuk berpuasa pada tanggal 9 Muharram.

Dalam sebuah hadis disebutkan:

لَئِنْ بَقِيْتُ إِلَى قَابِلٍ لَأَصُوْمَنَّ التَّاسِعَ

Artinya:

"Jika aku masih hidup sampai tahun depan, sungguh aku akan berpuasa pada hari kesembilan (Muharram)." (HR. Muslim)

Hadis ini menjadi dasar dianjurkannya puasa Tasua sebagai pendamping puasa Asyura.

Bulan Muharram Bulan yang Istimewa

Selain puasa Asyura dan Tasua, Muharram juga dikenal sebagai salah satu bulan haram yang dimuliakan Allah SWT. Rasulullah SAW bersabda:

أَفْضَلُ الصِّيَامِ بَعْدَ رَمَضَانَ شَهْرُ اللَّهِ الْمُحَرَّمُ

Artinya:

"Puasa yang paling utama setelah Ramadan adalah puasa pada bulan Allah, yaitu bulan Muharram." (HR. Muslim)

Karena itu, umat Islam dianjurkan memperbanyak puasa sunnah dan amal kebajikan selama bulan Muharram.

Baca Juga: Kapan 1 Muharram 1448 Hijriah dan Amalan Apa Saja yang Dianjurkan? Simak Jadwal dan Sunnahnya

Momentum Memperbanyak Amal Saleh

Puasa Tasua dan Asyura bukan sekadar ibadah sunnah biasa, tetapi juga menjadi sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT sekaligus menghidupkan sunnah Rasulullah SAW.

Dengan menjalankan puasa pada tanggal 9 dan 10 Muharram, seorang Muslim dapat meraih pahala yang besar sekaligus menjadikan awal tahun Hijriah sebagai momentum meningkatkan kualitas keimanan dan ketakwaan.

Oleh karena itu, menyambut Muharram 1448 H dapat diisi dengan berbagai amalan seperti puasa sunnah, sedekah, membaca Al-Qur'an, memperbanyak dzikir, dan melakukan muhasabah agar tahun yang baru menjadi lebih berkah dan penuh kebaikan.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Lufaefi
Reporter
Lufaefi
Lufaefi
Editor
Lufaefi