GPN Deklarasikan Dukungan untuk Nasaruddin Umar Maju di Muktamar NU 2026

AKURAT.CO Dinamika menuju Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) mulai diwarnai munculnya dukungan terbuka kepada sejumlah nama yang dinilai layak memimpin Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) periode mendatang.
Terbaru, Gerakan Pemuda Nahdliyyin (GPN) atau Gerakan Pengawal Anregurutta Nasaruddin Umar menyatakan dukungan kepada Menteri Agama Nasaruddin Umar untuk maju sebagai calon Ketua Umum PBNU pada Muktamar NU yang dijadwalkan berlangsung pada 1–5 Agustus 2026.
Dukungan tersebut disampaikan dengan pertimbangan rekam jejak kepemimpinan dan pengalaman Nasaruddin yang dinilai mencakup berbagai bidang, mulai dari birokrasi, pendidikan tinggi, hingga pengembangan keilmuan Islam.
Baca Juga: Jelang Muktamar NU 2026, Nama Nasaruddin Umar Menguat, Muncul Bocoran Formasi PBNU Baru
Direktur Pengembangan GPN, Muhajirin, mengatakan figur Nasaruddin dipandang memiliki kapasitas untuk membawa NU merespons perubahan zaman tanpa meninggalkan identitas organisasi.
“Anregurutta Nasaruddin Umar memiliki pengalaman yang sangat lengkap. Beliau adalah birokrat, akademisi, sekaligus ulama yang memiliki kedalaman keilmuan dan pengaruh yang luas. Selain dikenal di tingkat nasional, beliau juga memiliki jejaring internasional yang kuat. Modal kepemimpinan seperti inilah yang dibutuhkan PBNU untuk menghadapi berbagai tantangan zaman sekaligus memperkuat peran NU di tingkat global,” ujar Muhajirin, Jumat (26/6/2026).
Menurutnya, NU membutuhkan kepemimpinan yang mampu menjembatani tradisi pesantren dengan dinamika masyarakat modern tanpa melepaskan nilai dan karakter khas jam’iyah.
Muhajirin menilai Nasaruddin tidak hanya memiliki pengalaman dalam pemerintahan, tetapi juga menunjukkan perhatian terhadap penguatan pendidikan Islam dan pengembangan pesantren.
“Anregurutta tidak hanya memiliki kapasitas intelektual dan pengalaman pemerintahan, tetapi juga memiliki komitmen yang kuat terhadap penguatan pesantren dan pendidikan Islam. Beliau adalah sosok yang mampu merawat tradisi sekaligus menghadirkan gagasan-gagasan kemajuan untuk masa depan NU,” katanya.
Ia juga menyebut bahwa dukungan tersebut didasarkan pada penilaian atas rekam jejak panjang Nasaruddin dalam bidang pendidikan dan pembinaan kelembagaan Islam.
“Beliau memiliki rekam jejak panjang dalam pengembangan pendidikan Islam dan pembinaan pesantren. Karena itu, secara moral, keilmuan, dan organisatoris, Anregurutta memiliki legitimasi yang kuat untuk memimpin PBNU,” tambahnya.
Baca Juga: PCNU Pekalongan Dukung Lirboyo Jadi Lokasi Muktamar ke-35 NU
Sementara itu, Penasehat GPN, Taslim atau Gus Taslim, menilai Muktamar NU 2026 juga dapat menjadi momentum memperluas representasi kepemimpinan dari kawasan Indonesia Timur dalam struktur organisasi tingkat nasional.
Hingga saat ini, belum ada penetapan resmi calon Ketua Umum PBNU. Proses pencalonan dan pemilihan tetap akan mengikuti mekanisme organisasi yang berlaku dalam Muktamar ke-35 NU.
Munculnya dukungan dari berbagai kelompok dinilai menjadi bagian dari dinamika internal yang lazim menjelang forum permusyawaratan tertinggi Nahdlatul Ulama.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 4Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 5Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 6Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 7Dorongan Hak Angket Ijazah Gibran Menguat, Jokowi Mulai Panik?
- 8Cara Cek Desil Online Oktober 2026 Pakai NIK KTP, Ini Link Resminya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK







