Akurat Logo

Jejak Nasaruddin Umar, Katib Aam PBNU yang Kian Mencuat sebagai Kandidat Ketum PBNU

Lufaefi | 23 Juli 2026, 08:00 WIB
Jejak Nasaruddin Umar, Katib Aam PBNU yang Kian Mencuat sebagai Kandidat Ketum PBNU
Jejak Nasaruddin Umar (Akurat.co)

AKURAT.CO Nama Menteri Agama Nasaruddin Umar mencuat sebagai salah satu kandidat Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menjelang Muktamar ke-35 NU. Nama Nasaruddin disebut Sekretaris Jenderal PBNU Saifullah Yusuf atau Gus Ipul sebagai salah satu tokoh yang berpotensi maju dalam bursa kepemimpinan organisasi.

Gus Ipul menyampaikan hal tersebut saat meninjau persiapan Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) NU di Pondok Pesantren Al Falah Ploso, Kabupaten Kediri, Selasa (16/6/2026).

Menurut Gus Ipul, Nasaruddin memiliki peluang karena pernah menduduki posisi Katib Aam PBNU pada era KH Hasyim Muzadi. Selain itu, nama Nasaruddin disebut cukup sering muncul dalam berbagai forum dan pertemuan NU di sejumlah daerah.

Baca Juga: PWNU Jatim Usulkan 16 Ulama Sepuh untuk Tim AHWA Muktamar NU ke-35

"Prof Nasaruddin Umar pernah menjadi Katib Aam pada era KH Hasyim Muzadi. Kalau melihat statistik dan pengalaman yang ada selama ini, beliau sangat berpotensi," kata Gus Ipul.

"Kalau saya berkeliling ke beberapa daerah, memang nama Prof Nasar cukup banyak disebut. Itu yang saya dengar dari berbagai kalangan. Selebihnya tentu akan ditentukan oleh dinamika yang berkembang menjelang muktamar," ujarnya.

Gus Ipul menyebut posisi Katib Aam memiliki rekam jejak dalam perjalanan kepemimpinan PBNU. Ia mencontohkan KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, KH Hasyim Muzadi, dan KH Yahya Cholil Staquf yang sebelumnya pernah menduduki posisi Katib Aam sebelum menjadi Ketua Umum PBNU.

"Kalau ditarik dalam sekitar 40 tahun terakhir, tiga Ketua Umum PBNU sebelumnya pernah menjadi Katib Aam. Itu menunjukkan posisi tersebut memiliki rekam jejak yang cukup kuat dalam melahirkan pemimpin NU," kata Gus Ipul.

Selain Katib Aam, Gus Ipul menyebut posisi Sekretaris Jenderal PBNU dan Ketua PWNU Jawa Timur juga memiliki peluang melahirkan tokoh yang kemudian memimpin PBNU. Ia mencontohkan KH Idham Chalid yang pernah menjabat Sekjen PBNU serta KH Hasyim Muzadi yang sebelumnya memimpin PWNU Jawa Timur.

"Kalau melihat statistik, yang pernah menjadi Sekjen punya peluang, yang pernah menjadi Ketua PWNU Jawa Timur punya peluang, dan yang pernah menjadi Katib Aam juga punya peluang," ujarnya.

Baca Juga: Gus Ipul Pastikan Panitia Siapkan Fasilitas untuk Kenyamanan Peserta Muktamar NU ke-35

Meski demikian, Gus Ipul menegaskan pembahasan mengenai kandidat Ketua Umum PBNU belum menjadi agenda resmi dalam Munas Alim Ulama dan Konbes NU. Forum yang digelar pada 20-22 Juni 2026 tersebut lebih diarahkan untuk membahas isu strategis keumatan dan keagamaan serta rekomendasi organisasi menjelang Muktamar NU.

Gus Ipul juga memastikan dirinya tidak akan maju dalam kontestasi Ketua Umum PBNU. Ia menegaskan tidak mencalonkan diri dan tidak bersedia dicalonkan.

"Saya sudah menyatakan dengan tegas, saya tidak mencalonkan diri dan tidak mau dicalonkan. Dua-duanya," tandas Gus Ipul.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Lufaefi
Reporter
Lufaefi
Lufaefi
Editor
Lufaefi