Akurat Logo

Satukan Standar Bacaan Al-Qur’an, Pesantren Sunanul Muhtadin dan Universitas Sunan Gresik Kembangkan Metode Pembelajaran

Tim Redaksi | 28 Juni 2026, 04:54 WIB
Satukan Standar Bacaan Al-Qur’an, Pesantren Sunanul Muhtadin dan Universitas Sunan Gresik Kembangkan Metode Pembelajaran
Kegiatan bertajuk Pengembangan Metode Pembelajaran untuk Penyelarasan Bacaan Al-Qur’an (dok. PP. Sunanul Muhtadin)

AKURAT.CO Upaya memperkuat mutu pendidikan Al-Qur’an terus dilakukan oleh lembaga pendidikan pesantren. Pondok Pesantren Modern Sunanul Muhtadin bersama Universitas Sunan Gresik menggelar kegiatan bertajuk Pengembangan Metode Pembelajaran untuk Penyelarasan Bacaan Al-Qur’an pada 15–16 Februari 2026.

Kegiatan yang berlangsung di lingkungan pesantren di Desa Kertosono, Kecamatan Sidayu, Kabupaten Gresik, Jawa Timur tersebut menjadi bagian dari ikhtiar membangun keseragaman standar bacaan Al-Qur’an sekaligus meningkatkan kualitas pengajaran di lingkungan pesantren.

Sebagai lembaga yang dikenal memiliki perhatian besar terhadap pendidikan berbasis Al-Qur’an dan program tahfidz, Pondok Pesantren Modern Sunanul Muhtadin menghadirkan forum ini sebagai ruang peningkatan kapasitas tenaga pendidik sekaligus penguatan metodologi pembelajaran.

Baca Juga: 20 Universitas Terbaik di Indonesia, Ini Peringkat Terbaru Versi QS WUR 2027

Program tersebut diikuti oleh para ustadz dan ustadzah yang mengajar bidang Al-Qur’an serta melibatkan dosen dari Universitas Sunan Gresik. Selain memperkuat kompetensi pengajar, kegiatan ini juga menjadi momentum pengenalan metode Baghdadi di Jawa Timur guna mendorong terciptanya pola pembelajaran Al-Qur’an yang lebih terstruktur dan seragam.

Direktur Qur’an Center Pondok Pesantren Sunanul Muhtadin yang juga dosen Universitas Sunan Gresik, Isyroqotun Nashoiha, menjelaskan bahwa penyelarasan bacaan Al-Qur’an menjadi kebutuhan penting dalam sistem pendidikan pesantren saat ini.

Menurutnya, keberagaman kemampuan membaca Al-Qur’an yang dimiliki santri sering memunculkan perbedaan dalam pelafalan maupun penerapan kaidah tajwid. Karena itu diperlukan pendekatan pembelajaran yang sistematis, mudah diterapkan, dan memiliki ukuran yang jelas.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin membangun kesamaan persepsi dalam pengajaran Al-Qur'an sehingga seluruh santri memperoleh bimbingan yang sesuai dengan kaidah tajwid dan qiraah yang benar. Harapannya, kualitas bacaan santri semakin baik dan seragam,” ujarnya.

Selama dua hari pelaksanaan, peserta memperoleh berbagai materi yang berkaitan dengan penguatan kemampuan membaca Al-Qur’an. Materi tersebut meliputi sejarah metode Baghdadi, pengenalan asmaul huruf dan musammayatul huruf, pembahasan makharijul huruf, shifatul huruf, ahkamul huruf, ahkamul waqaf wal ibtida’, perbedaan mushaf standar dan Mushaf Madinah, hingga kajian mengenai musykilatul kalimat.

Tidak hanya berupa penyampaian teori, kegiatan juga diisi dengan sesi diskusi dan praktik bersama untuk mengidentifikasi berbagai persoalan yang selama ini muncul dalam proses pembelajaran Al-Qur’an di kelas maupun halaqah tahfidz.

Sementara itu, Pembina Al-Qur’an Center sekaligus Wakil Rektor III Universitas Sunan Gresik, Dra. Hj. Chalimatus Sa’diyyah, M.A., menegaskan bahwa pengembangan metode pembelajaran merupakan bentuk komitmen institusi dalam menjaga dan meningkatkan mutu pendidikan Al-Qur’an.

Menurutnya, orientasi pendidikan pesantren tidak berhenti pada pencapaian hafalan semata, tetapi juga memastikan kemampuan membaca Al-Qur’an santri tetap sesuai dengan kaidah yang benar.

Pelaksanaan kegiatan tersebut mendapatkan respons positif dari para peserta. Mereka menilai materi yang diberikan relevan dengan kebutuhan pembelajaran dan dapat mendukung proses pengajaran yang lebih efektif.

Selain memperkuat aspek pedagogis para pengajar, kegiatan ini juga diharapkan menjadi langkah awal terbentuknya sistem pembelajaran Al-Qur’an yang berkelanjutan dan mampu diterapkan secara luas di lingkungan pesantren.

Baca Juga: Penghafal Al-Quran Bisa Masuk Sekolah Maung 2026, Cek Syarat dan Cara Daftar!

Sebagai bagian dari pengembangan inovasi pendidikan berbasis Al-Qur’an, Pondok Pesantren Modern Sunanul Muhtadin menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan program-program peningkatan kualitas sumber daya manusia, baik bagi tenaga pendidik maupun para santri.

Langkah tersebut sejalan dengan visi pesantren dalam melahirkan generasi Qur’ani yang tidak hanya unggul dalam bacaan dan hafalan, tetapi juga memiliki akhlak mulia, wawasan luas, serta kesiapan menghadapi tantangan zaman.

Ke depan, program penyelarasan metode pembelajaran ini diharapkan menjadi fondasi penting bagi terbentuknya standar bacaan Al-Qur’an yang semakin baik dan menjadi model pendidikan yang dapat dikembangkan secara berkelanjutan di berbagai lingkungan pesantren.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

T
Reporter
Tim Redaksi
Lufaefi
Editor
Lufaefi