PBNU Beri Kebijakan Khusus untuk Peserta dari Papua di Muktamar ke-35

AKURAT.CO Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) akan memberikan kebijakan khusus kepada pengurus wilayah dan cabang Nahdlatul Ulama di Tanah Papua dalam pelaksanaan Muktamar NU ke-35. Kebijakan tersebut mempertimbangkan kondisi keamanan serta status otonomi khusus yang berlaku di Papua.
Sekretaris Jenderal PBNU Saifullah Yusuf mengatakan kebijakan khusus itu telah diputuskan melalui rapat gabungan PBNU. Menurut dia, seluruh pengurus wilayah dan cabang Nahdlatul Ulama di Tanah Papua akan mendapatkan perlakuan khusus dalam mengikuti rangkaian muktamar.
"Seluruh wilayah dan cabang Tanah Papua sudah diputuskan dalam rapat gabungan diberi kebijakan khusus. Karena di sana ada otonomi khusus, maka kita beri yang namanya kebijakan khusus," kata Saifullah Yusuf di Kantor Kementerian Sosial, Jakarta, Jumat, 24 Juli 2026.
Baca Juga: Jelang Muktamar NU, Menag Nasaruddin Umar Ikuti PKMNU di Gresik
Salah satu bentuk kebijakan tersebut adalah memberikan opsi pelaksanaan muktamar secara hibrida bagi peserta dari Papua. Dengan skema ini, sebagian peserta dapat mengikuti kegiatan secara langsung, sedangkan peserta lainnya mengikuti secara daring apabila kondisi tidak memungkinkan untuk hadir secara fisik.
"Jadi ada kemungkinannya boleh konferensi dengan hibrida, ada yang hadir secara offline, ada yang online. Itu seperti kebijakan khusus," tutur Saifullah.
Saifullah menegaskan kebijakan tersebut hanya diberlakukan bagi pengurus wilayah dan cabang Nahdlatul Ulama di Tanah Papua. Kebijakan itu diambil agar keterlibatan mereka dalam proses menuju Muktamar NU ke-35 tetap berjalan dengan mempertimbangkan kondisi daerah masing-masing.
Muktamar NU ke-35 dijadwalkan berlangsung pada 27-30 Agustus 2026 di Pondok Pesantren Tambakberas, Jombang, Jawa Timur. Forum lima tahunan tersebut akan diikuti sekitar 3.300 pengurus wilayah dan pengurus cabang.
Baca Juga: Gus Yahya Minta Menkeu Dampingi Penyusunan Pembiayaan Koperasi Tambang PBNU
Muktamar NU merupakan forum permusyawaratan tertinggi organisasi yang salah satunya akan menentukan arah dan program organisasi serta menetapkan kepengurusan baru, termasuk Rais Aam dan Ketua Umum PBNU.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








