Pengamat Ingatkan PBNU Antisipasi Politik Uang di Muktamar ke-35

AKURAT.CO Peneliti dan pengamat kebijakan publik Ah Maftuchan meminta Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengantisipasi potensi politik uang dalam Muktamar NU ke-35. Menurut dia, pencegahan perlu dilakukan sejak awal agar proses pemilihan kepemimpinan NU berlangsung bersih, adil, dan berintegritas.
Maftuchan menyarankan seluruh kebutuhan peserta muktamar dipenuhi oleh panitia atau PBNU. Langkah itu dinilai dapat mengurangi ketergantungan peserta terhadap bantuan pembiayaan dari pihak tertentu yang berpotensi memengaruhi pilihan dalam proses pemilihan.
"Terkait dengan potensi politik uang di dalam muktamar, ini sesuatu yang harus kita cegah sejak awal," kata Maftuchan kepada wartawan, Jumat, 24 Juli 2026.
Baca Juga: FMNN Ingatkan Bahaya Intervensi Kekuasaan dalam Pemilihan Ketua Umum PBNU
Menurut Maftuchan, kebutuhan peserta yang perlu ditanggung panitia antara lain biaya transportasi menuju lokasi muktamar dan kembali ke daerah asal, akomodasi, serta konsumsi. Jika memungkinkan, panitia juga dapat memberikan uang saku selama peserta mengikuti rangkaian kegiatan.
Ia menilai pemenuhan kebutuhan tersebut bukan hanya persoalan fasilitas, tetapi juga bagian dari upaya mencegah munculnya praktik politik uang. Menurut dia, praktik tersebut berpotensi terjadi ketika peserta membutuhkan dukungan pembiayaan dari pihak lain.
Selain dukungan teknis, Maftuchan mendorong penguatan komitmen moral dari jajaran pimpinan NU dan para kiai sepuh. Mereka dinilai perlu menyerukan kepada calon Ketua Umum PBNU dan peserta muktamar yang memiliki hak pilih agar tidak terlibat dalam praktik politik uang.
"PBNU, Rais Aam, Tanfidziyah, dan kiai-kiai sepuh perlu memberikan semacam seruan moral kepada seluruh kandidat ketua umum dan kepada seluruh peserta muktamar yang mempunyai hak pilih dan mempunyai hak untuk dipilih agar meninggalkan praktik politik uang di dalam mencari dukungan atau suara," ujarnya.
Baca Juga: PBNU Beri Kebijakan Khusus untuk Peserta dari Papua di Muktamar ke-35
Maftuchan berharap kombinasi antara pemenuhan kebutuhan peserta oleh panitia dan penguatan komitmen moral dapat mempersempit ruang terjadinya politik uang. Langkah tersebut, kata dia, juga penting untuk menjaga kepercayaan warga Nahdliyin terhadap proses demokrasi dalam organisasi.
Muktamar NU ke-35 dijadwalkan berlangsung pada 27-31 Agustus 2026 di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur. Forum tersebut akan menjadi momentum pemilihan kepengurusan baru sekaligus menentukan arah organisasi untuk periode mendatang.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








