Jelang Muktamar NU 2026, Tiga Poros Dinilai Mulai Mengkristal

AKURAT.CO Menjelang pelaksanaan Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) ke-35 yang dijadwalkan berlangsung pada 1–5 Agustus 2026, dinamika internal organisasi mulai menunjukkan terbentuknya sejumlah poros kekuatan yang diperkirakan akan mewarnai kontestasi kepemimpinan.
Sejumlah pengamatan terhadap perkembangan pasca Munas Alim Ulama dan Konbes NU 2026 di Pondok Pesantren Al-Falah Ploso, Kediri, memperlihatkan munculnya tiga kelompok yang kerap diperbincangkan, yakni poros petahana di bawah Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf, poros yang mengaitkan nama Menteri Agama Nasaruddin Umar, serta kelompok yang dikaitkan dengan jaringan politik dan kultural di luar struktur utama PBNU.
Wakil Rais Aam PBNU KH Anwar Iskandar menegaskan bahwa keputusan-keputusan yang lahir dari Munas-Konbes menjadi arah penting perjalanan organisasi ke depan.
Baca Juga: Lokasi Muktamar NU ke-35 Belum Diputuskan, Gus Salam Ingatkan Risiko Jadwal Mundur
“Jadi kalau ada orang bertanya, mau dibawa ke mana NU ke depan? Jawabannya adalah Munas-Konbes di Ploso ini. Ini adalah jawaban bagaimana NU hari ini dan ke depan,” ujarnya.
Poros petahana dipandang memiliki keuntungan dari sisi konsolidasi organisasi dan kesinambungan program. Selama masa kepemimpinan Gus Yahya, sejumlah agenda seperti penguatan organisasi dan keterlibatan NU dalam forum internasional menjadi bagian dari capaian yang sering disorot.
Dalam pembukaan Munas-Konbes, Gus Yahya juga mengajak seluruh warga nahdliyin menjaga semangat pengabdian dan persatuan.
“Mari kita teguhkan kembali keberadaan kita di dalam jam’iyah ini. Kita ada di sini untuk berkhidmah. Kita berkhidmah untuk mendapatkan berkah dari jam’iyah yang barokah ini,” katanya.
Di sisi lain, nama Menteri Agama Nasaruddin Umar mulai masuk dalam percakapan publik sebagai salah satu figur potensial. Dukungan terhadap namanya muncul dari sejumlah tokoh yang menilai pengalaman organisasi dan rekam jejaknya di lingkungan NU menjadi modal penting.
Sekretaris PBNU Saifullah Yusuf menilai pola regenerasi kepemimpinan di NU selama ini juga memperhatikan pengalaman struktural sebelumnya.
“Kalau kita lihat sejak zaman Gus Dur, paling tidak 40 tahun terakhir ini tiga ketua umum sebelumnya pernah menjadi Katib Aam,” ujarnya.
Meski demikian, sejumlah kalangan mengingatkan bahwa setiap figur yang maju tetap harus mengikuti aturan organisasi dan mempertimbangkan posisi yang sedang diemban.
Sementara itu, poros lain yang juga menjadi perhatian publik adalah kelompok yang disebut memiliki jejaring politik dan sumber daya besar, namun hingga kini belum menampilkan figur yang secara terbuka menyatakan kesiapan maju.
Baca Juga: KH Said Aqil Restui Gus Hery Maju Ketua Umum PBNU di Muktamar NU ke-35
Dalam konteks tersebut, Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar kembali menegaskan agar NU tidak dijadikan ruang perebutan kepentingan politik praktis.
“Yang main-main di NU keluarkan aja. Yang berpolitik silakan di partai aja,” ujarnya.
Meski peta dukungan mulai terbaca, dinamika menuju Muktamar NU ke-35 masih sangat terbuka. Selain proses pencalonan, perhatian publik saat ini juga tertuju pada kepastian lokasi muktamar yang hingga akhir Juni 2026 masih belum diumumkan secara final.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 120 Twibbon 17 Agustus 2026 Gratis, Cocok untuk Foto Profil dan Rayakan HUT RI
- 2Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 3Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 6Meludahi Biarawati: Pelecehan Bernuansa Agama oleh Ekstremis Yahudi Menjadi Hal yang Lumrah di Yerusalem
- 7Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 8BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026









