Jelang Muktamar ke-35 NU, MA-UWH Siapkan Penginapan untuk 190 Muktamirin

AKURAT.CO Madrasah Aliyah Unggulan KH A Wahab Hasbullah (MA-UWH) Tambakberas, Jombang, bersiap menjadi salah satu lokasi penginapan peserta Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) yang akan digelar di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas.
MA-UWH ditetapkan sebagai Tower A dari sembilan lokasi penginapan yang disiapkan panitia untuk para muktamirin. Persiapan internal dilakukan melalui rapat konsolidasi yang digelar di Kampus B MA-UWH, Minggu (26/7/2026).
Kepala MA-UWH Faizun mengatakan, madrasah tersebut akan menjadi tempat menginap sekitar 190 peserta muktamar. Para muktamirin akan ditempatkan di dua gedung MA-UWH yang berjarak sekitar 100 meter.
“Meski kami belum tahu beliau-beliau dari daerah mana,” ujar Faizun.
Baca Juga: Robikin Emhas: Marwah NU Tercabik karena Konflik Elite PBNU
Menurutnya, para peserta akan menempati 19 kamar yang tersebar di lantai satu hingga lantai tiga pada kedua gedung tersebut. Gedung A MA-UWH telah berdiri sejak 2014, sedangkan Gedung B baru selesai dibangun pada 2024.
Untuk menyambut kedatangan para peserta, pihak madrasah melakukan sejumlah pembenahan fasilitas. Perbaikan meliputi pengecatan ruangan, penambahan pendingin udara (AC), serta penyediaan toilet tambahan.
“Nanti untuk mempercantik lokal gedung ini, dicat temboknya, di setiap ruangan akan ditambahi AC, kita siapkan ada penambahan toilet,” ucap Faizun.
Faizun menegaskan, jajaran internal MA-UWH berkomitmen mendukung kelancaran pelaksanaan Muktamar ke-35 NU. Ia menyebut para muktamirin sebagai tamu yang harus disambut dengan baik.
“Para muktamirin itu hakikatnya adalah tamunya Mbah Wahab Hasbullah, jadi kita-kita cucunya harus menyambut baik para tamu tersebut,” ujarnya.
Ia juga memastikan pihak madrasah akan berupaya memberikan pelayanan selama para peserta berada di lokasi penginapan.
“Insya Allah kami siap memberikan keamanan dan kenyamanan para tamu selama tinggal di sini,” tambahnya.
Wakil Kepala Madrasah Bidang Humas MA-UWH Randi Setyawan menyambut baik penunjukan madrasah tersebut sebagai salah satu lokasi penginapan peserta muktamar.
“Menjadi salah satu penginapan dari sembilan lokasi penginapan,” katanya.
Randi menegaskan, meski MA-UWH tergolong masih relatif muda, pihaknya siap menjalankan amanah sebagai salah satu lokasi penginapan muktamirin.
“Insya Allah fasilitas dan panitia internal siap menjalankan tugas ini,” tandasnya.
Baca Juga: Jelang Muktamar NU, Gus Irfan Disebut Punya Modal Pengalaman untuk Pimpin PBNU
MA-UWH saat ini memiliki empat program studi, yakni MIPA, IPS, Keagamaan, dan Bahasa. Pada tahun pelajaran 2026/2027, madrasah tersebut tercatat memiliki 632 siswa, dengan sekitar 95 persen di antaranya tinggal di lingkungan pesantren Tambakberas.
Muktamar ke-35 NU sendiri akan menjadi salah satu agenda besar organisasi yang mempertemukan para muktamirin dari berbagai daerah. Selain agenda persidangan dan permusyawaratan organisasi, kesiapan akomodasi menjadi salah satu bagian penting untuk mendukung kelancaran pelaksanaan muktamar di Tambakberas, Jombang.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








